gilang

XTR +21 rating

Antara Um Dara dan Kita
 gilang14 Juni 2010, 12:0910 komentar di Kategori: Umum

Antara Um Dara dan Kita

Saya sedang di kamar mandi, ketika bunda mengetuk pintu dan mengabarkan,"Bi, ada kawan kita -Rocket'ers- yang meninggal tertabrak truk, di Jalan Puspitek Serpong," Seketika, senandung Dealova berganti menjadi ucapan prihatin, Innalillahi Wa Inna Illaihi Rojiuun. Pagi yang mestinya ceria, menjadi pagi yang sedih. Ya, meski nama Um Dara buat saya dan bunda adalah nama yang asing, tapi kami sama-sama terikat pada satu semangat, pada satu wadah persaudaraan: B2W'ers. Berat hati ini untuk berucap," Selamat jalan sahabat..."

Pagi itu. Kembali saya gamang, apa sebesar ini kah pengorbanan para pesepeda. Saya takut, kejadian serupa menimpa saya, bunda, atau sobat-sobat saya di RoDex. Kejadian yang lebih diakibatkan oleh rasa tidak peduli pengguna jalan lain, sikap meremehkan para pesepeda, dan pengerdilan arti 'bersepeda' di mata para pengambil kebijakan. Ketika saya masuk kamar hendak berganti pakaian, bunda duduk di tepi tempat tidur.

"Ngeri yah bi," katanya pelan.

Saya mengangguk, terus terang tidak suka kondisi seperti ini, karena terbayang harus memompa semangat bunda lagi. Ini masalah nasional yang kemudian masuk dalam masalah lokal -masalah rumah tangga. Sebal betul rasanya!

"Semua orang bisa meninggal di mana saja, bun. Bukan cuma pespeda yang meninggal di jalan, tapi kebanyakan justru orang-orang yang pakai mesin itu," kata saya, "Begitulah, semuanya merasa superior. Apalagi cuma dengan uang Rp 500 ribu, mereka merasa bisa tampil gaya. Kredit motor, beli helm agak mahalan sedikit, lalu beli 'kulkas' sama 'tv' yang ditempel di jok belakang, sudah merasa jadi penguasa jalanan."

Bunda tersenyum mendengar ucapan sinis saya. "Sinis boleh, tapi apa tidak ada solusinya?" tanyanya.

Duh, saya tahu ini pertanyaan jebakan. Dan, mendadak terbayang wajah lelah, lusuh, Um Toto Soegito ketika bertemu saya beberapa bulan lalu. Ketika itu, beliau berkata,"Tuntutan kita tidak macam-macam kok Lang. Hanya bagaimana orang banyak bisa bersepeda secara aman dan nyaman, karena yang sekarang ber-B2W, adalah orang-orang gila dan benar-benar sudah merasakan manfaatnya."

Semangat beliau, yang dibawa pada para pembuat kebijakan, nyaris berbuah manis: Jakarta akan membuat jalur khusus pesepeda! Namun ketika para pembuat kebijakan itu bertemu pengusaha dan produsen otomotof, mimpi itu musnah sudah. Iya lah! Ada duit cepat di industri otomotif, sementara manfaat sepeda akan dirasakan 10, 20, 30 tahun kemudian dan notabene untuk anak cucu kita. Investasi buat jalur sepeda tidaklah sekaligus -seperti mengatasi mencret pakai obat berbahan dasar daun jambu batu! Tapi manfaatnya, saya yakin jauh melebihi duit yang didapat dari industri otomotif (Ya, penghematan energi, mengatasi polusi, memperbaiki taraf kesehatan masyarakat, dsb, dsb). Ah, memang butuh pemimpin berwawasan masa depan untuk melihat masalah ini.

Saya memandang bunda, tapi kali belum punya jawaban yang meyakinkan.

"Abi berangkat bun," kata saya.

"Naik sepeda?" tanyanya.

"Hehehehe... iya lah," jawab saya yakin.

"Hati-hati yah, Yang," sahutnya. Hm... saya yakin mental menggowes bunda tidak terlalu terpengaruh oleh wafatnya Um Dara. Toh, bunda sudah merasakan bagaimana ditabrak angkot Minggu lalu, dan tabrakan head to head dengan motor yang melawan arus -justru di hari pertamanya bersepeda ke kantor.

Mengenai saya?

Pagi ini saya ke kampus, melihat pameran mahasiswa jurnalistik majalah -kelas di mana saya bertugas sebagai dosen praktisinya. Sengaja saya membawa sepeda, salah satu cara 'meracuni' generasi yang lebih muda agar kelak menjadi pejuang-pejuang B2W.

Sehingga andaikata saya, Um Toto, Um RP, Um Tekad, Wido Kris, Dr, Andreas, Anto Boty, Boby, Budi Maryoso, Ozzan, Asep Hidayat, dll, mati (karena sebab apapun).... ada bunga-bunga baru yang muncul menggantikan kami. Semoga demikian.

::::: Mengenang saudaraku, Um Dara Rocket'ers. Satu lagi martir bagi perjuangan kita. Semoga Alloh SWT memberikan untukmu tempat terbaik -karena apa yang kau lakukan, Insya Alloh berguna bagi orang-orang lain :::::

Salam,

Gilang RoDex

 

Tag: Umum

 

Yang merating Note ini:


10 Komentar
Thnx om untuk tulisannya..
nice artikel Om gilang... (salam kenal)
inspirasi sekali.. dan tetap semangat selalu
tulisan yang sangat bagus om gilang, untuk memotivasi agar KEEP ON PEDALLING. Semangath gowes jangan sampai luntur.
semoga kita lebih hati2 & share the road...
tulisan yang bagus Om...
@ Um & Tantz semua: Thanks... mudah2an sobat kita, Um Dara, mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Amin. Bagaimanapun, dia sedang berbuat baik untuk sesama... dengan aktivitas dan semangatnya.
aminnn.... FYI, teman saya ada yg goyah untuk mulai B2W krn musibah yg menimpa almarhum. tp ketika saya berikan link artikel om gilang untuk memotivasi, hamdallah semangatnya kembali. smile
Amin....tetap semangat...
mantap tulisannya Om. Semoga B2Wers semuanya menjadi termotivasi saat membaca artikel ini.
Lakukan Login untuk memberikan komentar.