Danuh Adipura

Menarik +16 rating

Belajar Merakit Sepeda Sendiri
 Danuh Adipura31 Agustus 2011, 18:2115 komentar di Kategori: Umum

How It all Began

Sebenarnya sih kalau mau ditelusuri, mulainya dari pertengahan tahun 2009, dimana saya membeli sepeda murah di sebuah hipermarket dekat kantor, trus mulai suka sepedaan ke mana-mana.
Tapi kalau dibahas dari situ, ya panjaaaaang banget ceritanya, jadi kita bikin singkat aja.

Kronologisnya :

  • Beli sepeda murah.
  • Ikut forum sepeda (sepedaku.com -- wiih virus upgradenya banyak bener di sono)
  • Mulai nyoba b2w
  • Mulai nambah sepeda (masih yang murah2 saja)
  • Mulai upgrade kecil-kecilan
  • Diminta betulin sepeda saudara (mulai sepeda mahal, pakai fork suspensi, indexed shifting, dst)
  • Sepeda saudara koq enak yah. Mulai kepikiran untuk punya sepeda yang lebih "mumpuni" 

Ok, kita mulai dari poin terakhir. Alasannya (ya, alasan yang dicari-cari juga sih)
Sepeda yang dibeli pertama kali punya satu cacat yang cukup mengganggu, yaitu ground clearance yang terlalu tinggi, sehingga seatpost harus dinaikkan cukup tinggi baru posisi kaki bisa nyaman. Tapi efeknya adalah handlebar jadi lebih rendah dibandingkan sadel, dan akhirnya posisi duduk jadi membungkuk dengan beban bertumpu pada tangan. Akibatnya tangan jadi sering 'kesemutan' kalau sepedaan cukup lama. Sempat diakalin dengan menggunakan bar-end (tanduk stang), tapi ada kesulitan untuk menggapai ke handle rem. 

Sempat terjadi pergolakan batin (ceileee!), karena aslinya saya penganut sepeda itu yang penting 'dengkul', bukan 'parts'. Tapi akhirnya saya memutuskan untuk upgrade sepeda lama. 
Berhubung masih belum rela meninggalkan 'paham' yang lama, saya kepikiran untuk ganti frame saja, dengan semua parts lainnya diambil dari sepeda lama.

Searching for the right (inexpensive) frame

Proses searching dimulai dengan mencari-cari di forum, dan kayaknya yang paling sesuai (value for money) adalah frame Wimcycle C-One. Harga yang cukup murah, bahan sudah alumunium tapi sayangnya frame ini cukup langka di pasaran. Sempat  cari-cari di beberapa toko, tidak ada yang punya stok.

Sempat pula kepikiran untuk menggunakan frame fixie lokal (murah, dan bentuk/warna cukup atraktif) tapi koq tidak ada dudukan rem-nya yah, akhirnya gak jadi.
Setelah beberapa lama, akhirnya ada yang menawarkan di situs bukalapak.com. Tapi lokasinya di sidoarjo ! Sempat ragu2, karena takut masalah pengiriman, akhirnya memberanikan diri untuk telpon dulu. Ternyata stok sudah langsung habis! (iklan saya lihat siang, malam sudah langsung habis -- orangnya cuman punya stok 2 dan langsung laku keras). Rupanya ini frame memang banyak yang nyari selain saya.

Sempat down, tapi beberapa hari berikutnya, ada lagi yang jualan frame ini. kali ini di sepedaku.com, dan barangnya bisa diambil COD di Jakarta.  Telpon dulu, dia gak yakin masih ada sisa stok atau tidak, dan katanya akan kabarin besoknya (sabtu). Besoknya pagi-pagi langsung saya telpon dia duluan, dia bilang ada, dan dia akan titipkan ke pegawai dia. 
Langsung menuju TKP, ada 2 frame C-One yang tergantung di situ, 1 dalam kondisi terbuka, 1 lagi masih terbungkus. Saya ambil yang terbungkus (niatnya membantu si pegawai, biar dia gak repot2 packing lagi). Sampai rumah, dibuka, ternyata head-tubenya ada 'bocel' dikit. yaahhhh. Tapi saya sih males kalau minta tuker lagi, lagipula 'bocel' dikit itu seharusnya tidak akan mempengaruhi kinerja toh (dan seharusnya tidak kentara kalau sudah dipasang headset). 



* Positive thinking saja, saya yakin tidak ada niat dari seller untuk menjual frame cacat ke saya *

Forks, Headset, Stem, Handlebar

Ok, framenya udah dapat. Langkah berikutnya adalah komponen lainnya. Headtubenya (oversize) tidak sama dengan sepeda yang lama (standar 1"), jadi musti cari fork baru juga. Niat awalnya ingin konsisten low budget, jadi nyari fork seken low end. Sempat tanya2, banyak yang tidak rekomen. Sempat bingung di sini, antara "penginnya sih murah" atau "kalau mau upgrade jangan nanggung".
Hampir setiap kali browsing, nyari2 informasi mengenai fork. Sempat tergoda sama fork mosso rigid yang super ringan. Jadi pilihannya sekarang sepedanya dibikin 'light weight' dengan fork itu, atau sekalian dibikin 'heavy weight'. Bedanya cukup signifikan, fork mosso rigid itu hanya sekitar 700 gram, sedangkan fork yang ada suspensinya rata2 sekitar 2kg. Kalau suspensi, pilihannya antara RST Gila atau suntour XCT/XCM. Sebenarnya banyak yang rekomen Suntour XCR, tapi harga tidak masuk budget.

Sembari cari-cari fork, ternyata ada event 'kopi darat' bukalapak.com, dan akhirnya beli sepaket stem & handlebar di situ. Seken merk Polygon, jauh lebih murah dibanding beli stem sendiri dan handlebar sendiri.
Tidak berapa lama, saya dapat tugas dari kantor ke Surabaya. Di sana sempat nyari fork juga, Akhirnya beli Suntour XCT V4 di Rodalink Rungkut. Sempat bingung karena di bon tertulis XCM V3, tapi kata pegawainya iya bener yang itu. yo wes deh, lagian dapatnya murah koq smile

Di Surabaya, juga beli RD Tourney, Grip Attune, semua dengan harga yang reasonable. Dan juga beli macam2 secara online (kirim ke jakarta, supaya begitu sampai di jakarta bisa langsung rakit!). Ada beli seatpost dan shifter, rantai, freewheel, (7 spd). Abis itu itung2 di kertas, loh koq udah gak low budget lagi neh frown

Repotnya waktu bawa fork balik ke Jakarta. Kalau mau masukin bagasi, rada nanggung, jadi ditenteng aja. Tapi waktu boarding malah dicegat gak boleh bawa masuk. Akhirnya isi formulir late check-in, tapi untungnya tidak kena biaya tambahan dan bisa dalam penerbangan yang sama. Di Jakarta fork tersebut diambil di bagian Lost & Found.

Mulai Merakit

Di jakarta, berniat langsung rakit. Sebelumnya udah beli headset juga. Cuman kalau sepeda yang lama2, headsetnya model ulir (threaded), yang ini model threadless. Sempat bingung masangnya gimana. Cari2 di youtube, ternyata ada alat khusus untuk ngepress. Tapi ada juga yang ngakalin pakai baut panjang, barbel, bahkan ada yang diketok pakai palu (dilapisi papan dulu, jadi papannya yang diketok). Setelah sempat ragu2, akhirnya pakai cara terakhir. Triknya harus sabar, karena ada resiko bikin pecah headtube loh.

Headset masuk,  pasang fork, waduh koq kepanjangan yah. Oh iya, kemarin udah baca artikel bahwa memang harus 'dipotong' dulu supaya pas, jangan lupa sisakan sedikit untuk dipasangi spacer. Akhirnya fork itu digergaji, abis itu masukin star-nut (jangkar headset),pasang 'crown race', masukin ke headtube, pasang spacer, pasang stem. Semuanya dipelajari dari youtube big grin
(Sebenarnya waktu gergaji fork, agak miring sedikit, tapi berhubung bagian itu akan tersembunyi di dalam stem, jadinya dimaklumi saja he3x )
Abis itu pasang bottom bracket (tadinya mau ambil dari sepeda lama, tapi gak ada alat2 untuk bukanya, musti pakai lock ring spanner, dst, aduh bingung, jadi beli yang cartridge aja, + kunci buat masangnya). Akhirnya kepasang semua. Sadel minjam dulu dari sepeda ipar karena seatpost baru ternyata model yang ada dudukannya langsung jadi sadel lama gak bisa masuk. Wheels,crank dan brakes ambil dari sepeda lama. Yang kurang hanya standar supaya sepedanya bisa berdiri. Jadi sementara disenderin ke tembok dulu untuk difoto smile



Sempat ada kesulitan nyetel indexed shifting, sampai seminggu yang lalu belum beres sebenarnya karena masih bingung, tapi akhirnya ketemu bahwa masalahnya ada di kabel shifter yang housingnya udah bikin seret. Shifter hanya pakai yang kanan karena tidak pasang FD. Standar tengah beli baru, dari seller di bukalapak.com, sekaligus beli sadel baru.
Waduh bener2 gak low budget lagi neeeh frown

Ending
Ya sebenarnya belum ending sih, karena bottom bracket yang dibeli gak cocok sama crank yang lama. Jadi chainline gak dapat. Sekarang sih diakali dengan menggunakan chainring paling besar saja. Tapi berat boo. Jadi next plan antara ganti crank (sekalian cari yang single karena saya memang gak suka pakai FD -- bikin frame lecet), atau cari bottom bracket yang lebih panjang.
Intinya sih udah kepalang tanggung untuk mempertahankan konsep "low budget". Total Cost yang sudah dikeluarkan sudah mendekati 1,5 jt. Intinya udah jauh dibandingkan dengan harga sepeda lama yang digantikan (399rb loh). Malah tadi tergoda untuk ganti wheelset sekalian sama yang lebih 'tough'.
Sepeda yang lama (sisa frame, seatpost, fork, headset, stem + handlebar) rencananya akan disumbangkan. Dijual ke tukang loak sayang karena ada nilai sentimentilnya.  Jadi kemungkinan besar akan disumbangkan ke b2w yang lagi mengumpulkan parts bekas untuk dirakit ulang. Tinggal cari waktu (dan cara) untuk mengantar ke sekre b2W. 
Nanti mau cerita2 juga kenangan waktu menggunakan sepeda lama ini. Sepeda yang telah berjasa untuk menumbuhkan rasa cinta saya untuk sepedaan.


Kesimpulan


Dari pengalaman saya merakit sepeda pertama kali ini, saya banyak sekali belajar. Walaupun ada salah beli komponen juga, tapi intinya ya itu : belajar. Plus saya merasakan puasnya membangun sepeda sendiri (bukan hanya 'hasil akhir', tapi juga 'proses'nya)  (eh rakitnya sendiri loh, gak minta dirakitkan oleh bengkel. Cuman sekali minta tolong bengkel, yaitu untuk ngebuka frewheel)

Memang kita bisa beli sepeda yang udah jadi, tapi proses mencari dan membangun itu 'fun' koq. Apalagi kalau kita bisa dapat komponen berkualitas dengan harga murah smile 
Tapi kita juga harus hati2 untuk tidak overbudget. Saya sendiri mengakui kalau saya beli parts, beli dulu, baru kaget belakangan waktu tahu totalnya sudah berapa smile

Next step saya mau coba restorasi sepeda tua. Waktu lagi merakit sepeda ini, ada banyak baca artikel juga mengenai nikmatnya "breathing new life into old bikes". 

 

Tag: Umum

 

Yang merating Note ini:


15 Komentar
swiip owm,...ssstttttt ngeliat cara om ngerakit,.. pesan saya,..jangan pernah kenal dengan yang namanya om Tekad yak LOL
@om ndlahom: swiip owm,...ssstttttt ngeliat cara om ngerakit,.. pesan saya,..jangan pernah kenal dengan yang namanya om Tekad yak

LOL (sok kenal)
@om ndlahom: swiip owm,...ssstttttt ngeliat cara om ngerakit,.. pesan saya,..jangan pernah kenal dengan yang namanya om Tekad yak

ooo...jadi tukang bengkelnya namanya om Tekad yak ??? rolling on the floor
Sampai sekarang moment2 sentimentil saat merakit onthel, saat servis rutin, saat berburu tools murmer tetap menjadi harga tak ternilai dari sepeda2 saya.
tetep aza butuh bantuan ahli merakit...xixixi
 Abraham• Komentar ini telah dihapus.
sama gan. ane jg pake frame C-one putih. hati2 sama catnya. tipis bgt. kena gesek sedikit aja lsg lecet dan tembus sampe kelihatan alumuniumnya. finishing pengecatannya krg bagus. udah gitu warna putihnya jg yg pearl white (mutiara) jg bagus tp kotor dikit jd jelek bgt.
materialnya jg sih kuat tp ane sangsi sama kekuatannya dibanding sama merk sebelah.
penampakannya..
http://i27.photob...C1-right.jpg
@om ndlahom,: eh, emang om Tekad ini kenapa yah ? ngrakitnya lebih brutal dari saya ? atau masalah overbudget ?

@Abraham : resiko sepeda warna putih om, langsung kelihatan jelek kalau kotor. Kalau masalah kekuatan, kan ada istilah "ada barang ada harga". Kalau merk sebelah seperi united dominate, harganya kan 2x lipat yang ini.
@om ndlahom: swiip owm,...ssstttttt ngeliat cara om ngerakit,.. pesan saya,..jangan pernah kenal dengan yang namanya om Tekad yak
hahahaha sudah punya 4 set HUB mahal kok masih beli hub lagi yaahh ????..... mau ngerakit sepeda atau mau ngumpuli HUB ?????.... hahahaha
@GIPSYPEMALANG: @om ndlahom: swiip owm,...ssstttttt ngeliat cara om ngerakit,.. pesan saya,..jangan pernah kenal dengan yang namanya om Tekad yak
ooo...jadi tukang bengkelnya namanya om Tekad yak ???
gayanya tau ngerakit sepeda ehhh taunya untuk bawa es cendol hahahaha.. daripd omNdlahom, bengkel kok isinya pameran foto2 hahahah....
@Danuh Adipura: @om ndlahom,: eh, emang om Tekad ini kenapa yah ? ngrakitnya lebih brutal dari saya ? atau masalah overbudget ? __ omteti punya problem lupa diri hahahah, gayanya mau ngerakit tapi ternyata malah beli barang yg sama lagiiii hahahah... Kalo frame gak perlu dicat lagi ahhh, yang penting ganti sparePart yg semakin bagus hahaha
@om ndlahom: swiip owm,...ssstttttt ngeliat cara om ngerakit,.. pesan saya,..jangan pernah kenal dengan yang namanya om Tekad yak
EEeehhh kalo anting sepedanya mau patah di las aja yaa hahahah.. aku beli HUB lagi dooong. Tinggal cari frame collosus AX.1 th 2009(brg baru) hehehe dan sulit banget dapetnyaaa....
omDanuh, aku pake spd 535Rb yg dijual di C4(Mei2003). Feb'05 beli frame krn sdh punya uang tabungan angkot. Nah di 17Juli2005 lahirlah sepeda baru yg bbrapa componennya merupakan hibahan kawan2 & dipakai hingga hari ini. Hasil tabungan dari uang angkot, aku belikan sparePart yg lebih bermutu. Hayoo nabung untuk ganti sparePart yang bagus2 hahahah
@GIPSYPEMALANG: @om ndlahom: swiip owm,...ssstttttt ngeliat cara om ngerakit,.. pesan saya,..jangan pernah kenal dengan yang namanya om Tekad yak
ooo...jadi tukang bengkelnya namanya om Tekad yak ???
ternyata ada racun es Cendol dan racun bengkel hahahahah..
Frame c one neh produknya wimc****e ya?lambangnya sama......
Lakukan Login untuk memberikan komentar.