moch suparyanto

Penting +99 rating

BERBAGI JALAN DENGAN KAMI PARA PESEPEDA, SULITKAH?
 moch suparyanto14 Juni 2010, 10:1252 komentar di Kategori: Umum

 

Cengkareng, 140610.

Sebuah renungan bersama atas peristiwa yang menimpa saudara kami alm. om Adara yang telah pergi meninggalkan kami semua akibat kelalaian seorang pengemudi truk, dan masih menyisakan segumpal perasaan menyesakkan di hati kami, yang akan sangat lama hilang. Setelah alm. om Adara akankah salah satu dari kami mengalaminya?

**************** 

Toh jawaban atas pertanyaan sekaligus judul tulisan ini tidaklah sulit, ya (seharusnya) berbagi jalan dengan sepeda tidaklah sulit, toh kami (pesepeda) juga memiliki hak atas jalan (umum) yang dibuat oleh pemerintah, tapi kenapa pada prakteknya (itu) tidak mudah? Kami seolah-olah hanya menjadi warga negara kelas kambing yang selalu dianggap ringkih/remeh dan hanya dianggap sebagai pengganggu/penghalang yang tidak layak berada di jalanan, sehingga mudah diintimidasi oleh para pengendara kendaraan2 yg lebih besar dan bermesin seperti : motor, mobil, truk, bis dan sebagainya.

Kami juga membayar pajak yg pergunakan oleh pemerintah untuk membangun salah satunya prasarana jalan umum yang bisa kita pakai bersama, memang perlu kesadaran bersama untuk saling berbagi jalan diantara sesama pengguna jalan meskipun itu cuman pesepeda seperti kami.

Toh kami juga selalu sadar diri sebagai kendaraan 'terlemah' di jalanan (nan tak ramah) senantiasa berkendara di lajur yang paling kiri, walaupun sesekali kami (pesepeda) harus terpaksa berkendara sedikit lebih ke kanan karena (itu juga) lajur paling kiri sudah terkooptasi oleh kendaraan bermesin yang selalu berdalih (klise) untuk kejar setoran. Dan ketika itu tidak perlulah kami diintimidasi dengan polusi suara yg bersumber dari klakson2 berisik kendaraan anda, beri kami waktu sedikit untuk melewatinya - toh kalau kondisi sudah memungkinkan kami akan kembali ke lajur paling kiri kembali, sehingga kita tidak perlu saling ngotot dan adu nyali. 

Di lain peristiwa ketika kami berusaha untuk belok ke kanan atau ke kiri di mana selalu kami dahului dengan memberi tanda dengan membentangkan tangan kanan ataupun kiri atau cukup dengan tengokan kepala kami, please tolong perlambat laju kendaraan anda sehingga memberi kesempatan pada kami untuk belok, dan bukannya malah semakin tancap gas untuk mendahului, hanya karena anda merasa terganggu dengan rentangan tangan kami.

Jika berkendara di malam hari, mohon lebih waspadalah terhadap kami yg berjalan pelan di lajur paling kiri, kami tahu sepeda kami tidak dilengkapi dengan lampu penerangan standar & wajib seperti yang ada di setiap kendaraan bermesin anda, namun kami berusaha melengkapinya (sendiri) dengan sejumlah lampu penerangan baik depan - belakang maupun hanya sebuah reflektor yang mungkin tidak cukup terlihat oleh anda para pengendara kendaraan bermesin, satu hal lagi kami mohon janganlah menggunakan lampu sangat menyilaukan mata dan praktis bukan standar yg ditetapkan oleh pemerintah, karena hanya akan mengganggu kami melihat jalanan (bila kita berpapasan) dan sangat berpotensi hal-hal yang mengancam keselamatan kami seperti misalnya kejeblos lubang, dan sebagainya.

Mohon maaf bila tulisan ini berkesan dan terdengar seperti sebuah rengekan atau permintaan belas kasihan dari yang 'lemah' kepada yang 'kuat' sama sekali bukan, ini hanya opini kami yang mudah-mudahan juga dapat menjadi bahan renungan ketika anda berkendara di jalan raya dan terlebih bila bertemu dengan kami para pesepeda.

Rasanya itu saja dulu unek-unek dari kami para pesepeda, mudah-mudahan keselamatan berkendara dan berbagi jalan umum menjadi concern kita bersama para pengendara baik bermesin maupun sepeda, amin.

No Offense, Just sharing for share the road, Tabek & Peace.

Salam

Yanto yang senantiasa abal2dotcom   

 

 

 

Tag: Umum , bermesin , share the road , selamat , sepeda , jalan , berbagi , belok , kendaraan

 

Yang merating Note ini:


52 Komentar
Sungguh mengambarkan isi hati kita, para pesepeda. Nice note, oom Yanto!
good note.. go clean.. go green.. go wess.. smile
saya share ke Facebook ya om
Terima kasih bwt oms & tans sekalian yg telah sudi concern dengan 'berbagi jalan / share the road' agar kasus om Adara menjadi yg 'terakhir', silahkan kalo mo di share, maap bila tulisannya ala kadarnya
Intinya kita semua harus memahami etika berlalu lintas,
Mulailah dari kita sendiri...
Saya tidak membela pesepeda, pengendara kendaraan pribadi bermesin, atau umum...

Tapi semua balik ke individu,
Banyak pengendara bermesin hanya "hormat" pada kendaraan bermesin yang "lebih besar", tapi kalau "dirinya" merasa ada yang lebih kecil dari dia, yah dia gak hormatin dan nyuruh yang "lebih kecil" ngalah...
ini seharusnya gak boleh, lalulintas ada aturan dan etikanya...

Oknum pesepeda juga kadang2 saya lihat ada yang berenti di depan sebracross sehingga mengambil hak pejalan kaki, kalau lagi jalan rombongan suka minta diprioritaskan padahal lampu lalulintas udah nyala merah (jadi mengganggu tata lalulintas di persimpangan), dsb...

Yah coba deh kita mulai ber etika dan sopan santun mulai dari diri kita masing-masing...
insyaAllah semua akan menjadi lebih baik...

Kalau kita "semua" meng-klaim/ merasa diri kita paling baik dan benar.. yah gak akan ada akhirnya....

*just ordinary people... kadang bersepeda, kadang bermotor, kadang bermobil, dan sering berjalan kaki sebagai pedestarian...
Dua Jempol om!
Menarik, share the road !
Ini berhubungan dengan budaya tertib berlalulintas. Kapankah kita bisa menjadi manusia (indonesia) yang berbudaya tertib berlalulintas ? Menurut saya, budaya tertib di kita masih bukan menjadi pemandangan yang umum. Bukan hanya tertib lalintas, tapi untuk tertib2 yang lain kita juga masih bermasalah. Contoh lain misalnya tertib buang sampah pada tempatnya. Sehabis CFD, biasanya sampah berserakan. Saya ngga bilang para goweser ngga tertib, tapi disana banyak orang lain selain para goweser : pedagang, pejalan kaki, penggiat olah raga lainnya. Tapi paling tidak saya setuju dengan Om Pringgo, mulai dari kita aja dulu dan memberi teladan kepada banyak orang.
Memperlebar jalan...cepat terwujud...membuat sesuatu yang dananya besar terwujud...tapi menyisakan sisi kiri atau manalah...dengan lebar..paling selebar-lebarnya cuman semeter tuk jalur sepeda..kok susah ya...
Kenapa kendaraan bermesin sepertinya angkuh sekali kalo ngeliat pesepeda...yang jadi pertanyaan saya " Apakah mereka mendapatkan SIM nya nembak, tidak tau aturan lalin, tidak punya etika di jalan?"...semoga kesabaran pesepeda...akan membuahkan hasil yang positif bagi semuanya...Semoga pesepeda juga sopan dimanapun...walau kita cuman pengayuh...kita juga bisa melakukan yang terbaik dimanapun
Setuju untuk tulisan dan gerakan ini.... Bikelane membuat para cyclist seperti minta "diistimewakan", mirip para anggota DPR yang seolah sudah bekerja keras untuk bangsa dan minta tambahan fasilitas tapi teta saja mangkir.

Nggak perlu minta diistimewakan, biar nggak menciptakan beban di pundak para cyclist. Biar jadi contoh masyarakat luas saja, kalo Cyclist tetap konsiten partisipasi mengurangi polusi dengan caranya...dan tetap punya hak untuk menggunakan jalan raya karena langsung atau tidak, para cyclist juga pembayar pajak, sekalipun pekerjaannya mengangkut sayur pake onthel....
mantap om..numpang share ya om....
silahkeun om & thks sudah komen .... semoga semakin banyak saja sepeda di jalan raya
semuanya kembali pada kepentingan bersama.
dan menjaga keselamatan orang lain itu lebih penting dari pada sekedar kejar target waktu ato uang setoran.
truk ukuran sedang, mikrolet, mitr0 mini... sudah sangat memprihatinkan polah tingkahnya di jalan raya.
yg ada mereka ugal dan tak perduli dengan jiwa orang lain.
kedepannya.., semua mejadi pesimis, Jakarta tak akan pernah teratur dan nikmat bagi pengguna sepeda....

salam hormat
cak ipul-rektor Nawit
bukan bermaksud membela diri....kl saya suka brenti di depan zebra cross, karena dorongan klakson dari belakang yang sangat bising.....lampu belum hijau para motorers sudah meraung-raung, terpaksa saya juga ikut menerobos meskipun agak berbahaya....mohon pencerahannya....
- tx -
saia setuju walau..kadang tepaksa berjalan ag kekanan karena alasan yg td om bilang n trus ag kedepan pas dilampu merah karena klakson kendaraan bermotor dibelakang.....
makasih om tas tulisan yg buat saia agar lebih berhati2 dalam menggowes sepeda diaspal jakarta yg panas....
go..gowesser..B2W-indonesia
Setuju...dan hal yg sulit dirubah bila sdh menjadi budaya berkendaraan...
izin share ya om...
nice note, ijin share ya..
thx Om...
saya juga sering mengalami dipepet mobil walaupun sdh berjalan dipinggir sekali.
bahkan baru-baru ini prt nya kakak ipar keserempet sebuah mobil dan tangannya harus digips, walaupun sudah berjalan dipinggir sebelah kiri.
alasan si pengendara mobil karena menghindari lubang, jadi dia lebih rela nyerempet pengendara sepeda daripada melewati sebuah lubang dijalan.
sungguh ironis...
Pas banget dengan pengalaman pertama ngegowes sy kemarin. Sudah berusaha tetap di jalur kiri sekiri kiri nya, banyak angkot "kejar setoran" dan berhenti mendadak. Terpaksa turut berhenti. Ketika ke kanan dikit untuk melewati angkot tsb, klakson di motor/mobil di belakang bersahut sahutan. Mau belok kanan/kiri, awalnya tengok kanan/kiri sambil membentangkan tangan lebar2 tapi berikut nya selalu berhenti dulu jika mau belok kanan/kiri dan membiarkan para pengendara lewat duluan... Merasa jadi makhluk paling lemah di jalan raya, tapi berjiwa paling kuat dan tetap semangat ... hehehe
harusnya nulis ginian di blog angkot, metromini ama sepedamotor
Iya. saya juga pernah diteriakin pengendara motor "mau mati lu!" waktu mau masuk jalur cepat dari jalur lambat sudirman padahal udah ngasih tangan dari jauh.saya kasih acungan jari tengah aja.
sulit....kalau para pengguna jalan tidak menggunakan akalnya untuk saling berbagi dan menghormati dengan yg lain....
klo nulisnya di sini yg baca ya kita2 juga om..
bukan pengendara kendaraan lain itu..
mgkin lbih baik di-repost di forum/milis motor2 gt..

salam gowes..
Semoga orang-orang yg naik mobil & motor bisa baca smile
tanpa mengurangi rasa duka saya dan hormat saya...
mungkin tidak sepenuhnya kesalahan pengguna kendaraan bermotor...bisa jadi infrastruktur jalan, pemahaman kondisi jalan (ini kaitanya sama pendidikan)...yang memang tidak memadahi atau tidak bisa mengakomodir seluruh pengguna jalan...yang terjadi adalah persepsi yang kuat yang menang...yang kuat yang memiliki...
Siiip banget Om setuju sekali !
Ingatlah pada Tuhan mu ketika kau pergi meninggalkan rumah, panjatkanlah doa untuk keselamatan, karena traffic di Jakarta tidak ramah kepada para goweser....nice note om yanto
coba supir angkot, bus, biker [khususnya ojek] dan truk / pick up bisa baca tulisan ini.. :-(, hanya merekalah raja jalanan..
@indra budi saksono: coba supir angkot, bus, biker [khususnya ojek] dan truk / pick up bisa baca tulisan ini.. :-(, hanya merekalah raja jalanan..



sopir angkot bus biker motor ya gak mungkin punya kaun di b2w om hehehehe, cm saya yang kadang b2w kadang naik motor ya kalo dijalan berusaha ngalah sengalah2nya datipada tabrakan dijalan.. big grin
sadar atau tidak...kita sebgai pengguna jalan raya (rakyat) selau dibenturkan...diciptakan ruang konflik...
sangat setuju...kami pun di Bandung merasakan hal yg demikian...
hmm.. great statement... btw UU No. 22 thn 2009,, jawabannya :: http://b2w-indone...2_tahun_2009 hmmm... qt smua sama (sama2 manusia). tidak memandang pake kendaraan apa.. !! yg penting sikapnya dijalan itu gimana.. menunjukkan ia manusia berada atow.. "bukan'. !!
Ooom..ijin share ke facebook yaaa..
;p
Moga supir angkot dan bus pada baca juga....
nice post..deep condolance frown
Langsung saya share ke FB biar para non-goweser setidaknya bisa melihat dari kaca mata "kita" ...
Jakarta memang keras bung..
ini adalah fakta penting untuk kita para pesepeda...
tetap semangat...
tetap bersepeda...(SEnyum PEnuh DAmai)
smile
c' est la vie.. semoga makin nyaman buat pesepedah.. hehe
om...minta ijin utk dishare ya note ini
saya sudah mengalami sendiri om,di tabrak sama pengendara motor yg gak bertanggung jawab,untung saja cuma tangan yg patah,
jadi sekarang berhenti gowes dulu selama hidup di jakarta,karena PENGGUNA JALAN DI JAKARTA PADA EGOIS SEMUA (pengendara kendaraan bermotor)
Semoga tulisan ini bisa menginspirasikan bagi kita semua.....
Sekalian minta ijin utk d share om.....
Bener itu gan, suara hati agan adalah suaranya semua para pecinta lingkungan alias kita para sesama pengendara sepeda, sepertinya di seantero nusantara ini semuanya adalah omong kosong doang, betapa tidak, respek buat pengendara sepeda sudahlah tak ada, malah diantrian lampu merah pake acara diseruduk pula, ampuun la, mana angkot begitu bengis plus tragis....walaupun demikian Gowess tetap lanjut ...karena dijalanan ya resiko la....jadi untuk tips buat weekend sedikit kearah pinggiran juga boleh tu...
Yah, begitulah kira-kira pengalaman bersepeda di jalan raya, tapi kalau saya pribadi, saya tidak mau ngalah. Bagi yang pernah berkendara di Cengkareng, pasti tahu seperti apa kondisi lalu-lintas di sana (banyak truk besar-besar). Begitu pun saya masih agak maksa kalau pas perlu ke tengah (misalkan kalau mau masuk ke jembatan layang). Mobil klakson-klakson di belakang, saya menoleh ke belakang lalu (maaf) mengacungkan sebuah jari (hehehehehe), sambil berpikir "perlahan atau kamu kena masalah karena nabrak saya, toh saya juga berhak atas jalan raya".
bersepeda memerlukan keberanian ekstra untuk tidak dipandang rendah dijalan raya

turut berduka
manusiakanlah b2w dijalan raya. coba dishare ke bajaj comunity, tiger comunity,ninja komunity, suzuki tunder comunity, Om.
Sepeda adalah kendaraan masa depan dunia ..... mari kita semua mendukung dan membuka jalan sebesar besarnya untuk bagi terbuka luasnya infrasutruktur bersepeda diseluruh wilayah kedaulatan Republik Indonesia ....
Sepeda, sesuatu hal yang kecil bagi orang lain, tapi punya makna mendalam bagi orang-orang yang mencintainya dan menggunakannya
meskipun sulit, tapi tetap harus dicoba om ..
tetap semangat om, salam kring-kring
nice note . teman saya juga sempat mengalami insiden namun hanya luka ringan . semoga para pengguna jalan raya semakin bijaksana .
Lakukan Login untuk memberikan komentar.

 

Note terkait:

Perlengkapan Sepeda Murah dan Review-nya
10 Februari 2011, 16:56
Segera ganti Gembok sepeda anda. SEKARANG !!!
29 November 2010, 15:59
Jakarta Kalah sama Jogja
26 April 2011, 11:56