moch suparyanto
BERBAGI JALAN DENGAN KAMI PARA PESEPEDA, SULITKAH?
Cengkareng, 140610.
Sebuah renungan bersama atas peristiwa yang menimpa saudara kami alm. om Adara yang telah pergi meninggalkan kami semua akibat kelalaian seorang pengemudi truk, dan masih menyisakan segumpal perasaan menyesakkan di hati kami, yang akan sangat lama hilang. Setelah alm. om Adara akankah salah satu dari kami mengalaminya?
****************
Toh jawaban atas pertanyaan sekaligus judul tulisan ini tidaklah sulit, ya (seharusnya) berbagi jalan dengan sepeda tidaklah sulit, toh kami (pesepeda) juga memiliki hak atas jalan (umum) yang dibuat oleh pemerintah, tapi kenapa pada prakteknya (itu) tidak mudah? Kami seolah-olah hanya menjadi warga negara kelas kambing yang selalu dianggap ringkih/remeh dan hanya dianggap sebagai pengganggu/penghalang yang tidak layak berada di jalanan, sehingga mudah diintimidasi oleh para pengendara kendaraan2 yg lebih besar dan bermesin seperti : motor, mobil, truk, bis dan sebagainya.
Kami juga membayar pajak yg pergunakan oleh pemerintah untuk membangun salah satunya prasarana jalan umum yang bisa kita pakai bersama, memang perlu kesadaran bersama untuk saling berbagi jalan diantara sesama pengguna jalan meskipun itu cuman pesepeda seperti kami.
Toh kami juga selalu sadar diri sebagai kendaraan 'terlemah' di jalanan (nan tak ramah) senantiasa berkendara di lajur yang paling kiri, walaupun sesekali kami (pesepeda) harus terpaksa berkendara sedikit lebih ke kanan karena (itu juga) lajur paling kiri sudah terkooptasi oleh kendaraan bermesin yang selalu berdalih (klise) untuk kejar setoran. Dan ketika itu tidak perlulah kami diintimidasi dengan polusi suara yg bersumber dari klakson2 berisik kendaraan anda, beri kami waktu sedikit untuk melewatinya - toh kalau kondisi sudah memungkinkan kami akan kembali ke lajur paling kiri kembali, sehingga kita tidak perlu saling ngotot dan adu nyali.
Di lain peristiwa ketika kami berusaha untuk belok ke kanan atau ke kiri di mana selalu kami dahului dengan memberi tanda dengan membentangkan tangan kanan ataupun kiri atau cukup dengan tengokan kepala kami, please tolong perlambat laju kendaraan anda sehingga memberi kesempatan pada kami untuk belok, dan bukannya malah semakin tancap gas untuk mendahului, hanya karena anda merasa terganggu dengan rentangan tangan kami.
Jika berkendara di malam hari, mohon lebih waspadalah terhadap kami yg berjalan pelan di lajur paling kiri, kami tahu sepeda kami tidak dilengkapi dengan lampu penerangan standar & wajib seperti yang ada di setiap kendaraan bermesin anda, namun kami berusaha melengkapinya (sendiri) dengan sejumlah lampu penerangan baik depan - belakang maupun hanya sebuah reflektor yang mungkin tidak cukup terlihat oleh anda para pengendara kendaraan bermesin, satu hal lagi kami mohon janganlah menggunakan lampu sangat menyilaukan mata dan praktis bukan standar yg ditetapkan oleh pemerintah, karena hanya akan mengganggu kami melihat jalanan (bila kita berpapasan) dan sangat berpotensi hal-hal yang mengancam keselamatan kami seperti misalnya kejeblos lubang, dan sebagainya.
Mohon maaf bila tulisan ini berkesan dan terdengar seperti sebuah rengekan atau permintaan belas kasihan dari yang 'lemah' kepada yang 'kuat' sama sekali bukan, ini hanya opini kami yang mudah-mudahan juga dapat menjadi bahan renungan ketika anda berkendara di jalan raya dan terlebih bila bertemu dengan kami para pesepeda.
Rasanya itu saja dulu unek-unek dari kami para pesepeda, mudah-mudahan keselamatan berkendara dan berbagi jalan umum menjadi concern kita bersama para pengendara baik bermesin maupun sepeda, amin.
No Offense, Just sharing for share the road, Tabek & Peace.
Salam
Yanto yang senantiasa abal2dotcom
Tag: Umum , bermesin , share the road , selamat , sepeda , jalan , berbagi , belok , kendaraan
Mulailah dari kita sendiri...
Saya tidak membela pesepeda, pengendara kendaraan pribadi bermesin, atau umum...
Tapi semua balik ke individu,
Banyak pengendara bermesin hanya "hormat" pada kendaraan bermesin yang "lebih besar", tapi kalau "dirinya" merasa ada yang lebih kecil dari dia, yah dia gak hormatin dan nyuruh yang "lebih kecil" ngalah...
ini seharusnya gak boleh, lalulintas ada aturan dan etikanya...
Oknum pesepeda juga kadang2 saya lihat ada yang berenti di depan sebracross sehingga mengambil hak pejalan kaki, kalau lagi jalan rombongan suka minta diprioritaskan padahal lampu lalulintas udah nyala merah (jadi mengganggu tata lalulintas di persimpangan), dsb...
Yah coba deh kita mulai ber etika dan sopan santun mulai dari diri kita masing-masing...
insyaAllah semua akan menjadi lebih baik...
Kalau kita "semua" meng-klaim/ merasa diri kita paling baik dan benar.. yah gak akan ada akhirnya....
*just ordinary people... kadang bersepeda, kadang bermotor, kadang bermobil, dan sering berjalan kaki sebagai pedestarian...
Ini berhubungan dengan budaya tertib berlalulintas. Kapankah kita bisa menjadi manusia (indonesia) yang berbudaya tertib berlalulintas ? Menurut saya, budaya tertib di kita masih bukan menjadi pemandangan yang umum. Bukan hanya tertib lalintas, tapi untuk tertib2 yang lain kita juga masih bermasalah. Contoh lain misalnya tertib buang sampah pada tempatnya. Sehabis CFD, biasanya sampah berserakan. Saya ngga bilang para goweser ngga tertib, tapi disana banyak orang lain selain para goweser : pedagang, pejalan kaki, penggiat olah raga lainnya. Tapi paling tidak saya setuju dengan Om Pringgo, mulai dari kita aja dulu dan memberi teladan kepada banyak orang.
Kenapa kendaraan bermesin sepertinya angkuh sekali kalo ngeliat pesepeda...yang jadi pertanyaan saya " Apakah mereka mendapatkan SIM nya nembak, tidak tau aturan lalin, tidak punya etika di jalan?"...semoga kesabaran pesepeda...akan membuahkan hasil yang positif bagi semuanya...Semoga pesepeda juga sopan dimanapun...walau kita cuman pengayuh...kita juga bisa melakukan yang terbaik dimanapun
Nggak perlu minta diistimewakan, biar nggak menciptakan beban di pundak para cyclist. Biar jadi contoh masyarakat luas saja, kalo Cyclist tetap konsiten partisipasi mengurangi polusi dengan caranya...dan tetap punya hak untuk menggunakan jalan raya karena langsung atau tidak, para cyclist juga pembayar pajak, sekalipun pekerjaannya mengangkut sayur pake onthel....
dan menjaga keselamatan orang lain itu lebih penting dari pada sekedar kejar target waktu ato uang setoran.
truk ukuran sedang, mikrolet, mitr0 mini... sudah sangat memprihatinkan polah tingkahnya di jalan raya.
yg ada mereka ugal dan tak perduli dengan jiwa orang lain.
kedepannya.., semua mejadi pesimis, Jakarta tak akan pernah teratur dan nikmat bagi pengguna sepeda....
salam hormat
cak ipul-rektor Nawit
- tx -
makasih om tas tulisan yg buat saia agar lebih berhati2 dalam menggowes sepeda diaspal jakarta yg panas....
go..gowesser..B2W-indonesia
saya juga sering mengalami dipepet mobil walaupun sdh berjalan dipinggir sekali.
bahkan baru-baru ini prt nya kakak ipar keserempet sebuah mobil dan tangannya harus digips, walaupun sudah berjalan dipinggir sebelah kiri.
alasan si pengendara mobil karena menghindari lubang, jadi dia lebih rela nyerempet pengendara sepeda daripada melewati sebuah lubang dijalan.
sungguh ironis...
bukan pengendara kendaraan lain itu..
mgkin lbih baik di-repost di forum/milis motor2 gt..
salam gowes..
mungkin tidak sepenuhnya kesalahan pengguna kendaraan bermotor...bisa jadi infrastruktur jalan, pemahaman kondisi jalan (ini kaitanya sama pendidikan)...yang memang tidak memadahi atau tidak bisa mengakomodir seluruh pengguna jalan...yang terjadi adalah persepsi yang kuat yang menang...yang kuat yang memiliki...
@indra budi saksono: coba supir angkot, bus, biker [khususnya ojek] dan truk / pick up bisa baca tulisan ini.. :-(, hanya merekalah raja jalanan..
sopir angkot bus biker motor ya gak mungkin punya kaun di b2w om hehehehe, cm saya yang kadang b2w kadang naik motor ya kalo dijalan berusaha ngalah sengalah2nya datipada tabrakan dijalan..
tetap semangat...
tetap bersepeda...(SEnyum PEnuh DAmai)
jadi sekarang berhenti gowes dulu selama hidup di jakarta,karena PENGGUNA JALAN DI JAKARTA PADA EGOIS SEMUA (pengendara kendaraan bermotor)
Sekalian minta ijin utk d share om.....




















































833.90
21.00
