Teguh Haribianto

XTR +28 rating

Bersepeda ke Kantor (antara mencoba, terpaksa dan pilihan...)
 Teguh Haribianto28 November 2011, 17:5818 komentar di Kategori: Umum


 

Sepeda ?!?! bukanlah benda asing bagi saya. Jika merunut kebelakang dari asal mula perkenalan saya dengan sepeda bermula ketika masa kanak-kanak dulu saat saya berusia 6 th. Seperti lazimnya “mazhab” anak kecil yang meyakini bahwa bisa mengendarai sepeda adalah suatu hal yang sangat membanggakan (mungkin tepatnya menyenangkan) maka saya bersama 9 saudara lainnya rela antri bergantian untuk menggilir Sepeda Mini butut saat kami dalam proses belajar mengendarai sepeda. Ha..ha…senyum kecil saya selalu kembali mengembang mengingat masa itu. Dengan sesekali diselingi pertengkaran kecil karena saling berebut yang biasanya diikuti oleh ancaman orang tua kami yang akan membuang sepeda tersebut jika kami tidak bisa tertib antri menunggu giliran, akhirnya kami bisa juga mengendarai sepeda. Tanpa bermaksud sombong, saya adalah termasuk yang bisa terlebih dahulu mengendarai sepeda roda dua dilingkungan anak-anak keluarga saya hehe…

Hubungan saya dengan sepeda terus berlanjut. Sejak saya telah bisa mengendarai sepeda roda dua maka segala aktivitas saya selalu diisi dengan bersepeda. Entah itu kesekolah, ke tempat mengaji, main bersama teman-teman, selalu saya gunakan sepeda saya. Oh iya, saya lupa cerita, sejak saya bisa bersepeda akhirnya orang tua saya menghadiahi saya sepeda mini Merk “Phoenix” dengan rem tromol utk menemani saya beraktivitas. Meskipun yang diberikan adalah sepeda bekas tapi bagi saya itu adalah hal yang istimewa.

Hubungan saya dengan sepeda semakin berlanjut hingga SMA. Meskipun saya tinggal di kota besar yang namanya Jakarta yang panas (tepatnya didaerah Tanjung Priok), saya tetap bersepeda. Saat itu meskipun lokasi sekolah lumayan jauh (± 4 Km) dan teman-teman saya yang lain banyak yang lebih memilih naik motor dan angkutan kota, saya tetap setia mengendarai sepeda saya. Sering kali sebagai hiburan saat pulang sekolah kami saling bertaruh siapa yang sampai lebih dahulu ke pangkalan Angkot terdekat, apakah saya dengan bersepeda atau teman-teman lain yang menggunakan angkot ataupun sepeda motor? Sayapun dapat bangga menceritakan kalau saya sering memenangi taruhan tersebut. Kok bisa? Ya iya lah… itu karena saya dengan bersepeda dapat melalui gang kecil untuk tembus ke tujuan tanpa halangan, sedangkan teman-teman yang mengendarai motor tidak bisa melakukan itu, apalagi teman-teman yang naik angkot krn banyak “ngetem”nya hehe…. Biasanya setelah kami berkumpul dipangkalan angkot terdekat kami lanjutkan perjalanan bersama-sama kerumah yang kebetulan searah dgn berjalan kaki sambil menuntun kendaraan kami masing-masing dan bersenda gurau, tentunya setelah terlebih dahulu saya sebagai pemenang taruhan diberikan hadiah berupa satu plastik ES TAPE yang penuh dengan pewarna kesukaan saya. Waah…senangnya kalau ingat masa-masa itu.

Namun sejak lepas SMA saya akhirnya mulai jarang bersepeda. Hal ini karena lokasi kuliah saya yang jauh yaitu di Depok sehingga untuk bersepeda sepertinya tidak dapat saya lakukan. Tanpa terasa seiring waktu saya menyelesaikan kuliah (± 5 tahun) saya praktis sudah melupakan aktivitas tersebut. Berlanjut selepas kuliah dan dimasa-masa mencari kerja dapat dibilang saya sudah tidak lagi bersepeda. Bahkan saya tidak ingat kapan terakhir saya melihat sepeda merk “Phoenik” saya yang dulu sering saya kendarai. Terkesan sadis ya?!?! Habis manis sepah dibuang hehe…

Alhamdulillah..selepas kuliah, tidak perlu menunggu lama akhirnya saya mendapatkan pekerjaan pertama saya di daerah Kuningan Jakarta Pusat. Hampir 2 tahun mencari nafkah diperusahaan tersebut akhirnya saya mencari peruntungan baru ke kantor baru dibilangan Gatot Subroto Jakarta Pusat. Semenjak bekerja saya lebih memilih mengendarai mobil pribadi utk mengantar saya dari rumah dibilangan Tg. Priok ke tempat kerja (kemajuan besar bukan?! dari bersepeda sekarang bisa naik mobil, hihi&hellipwink. Meskipun saat itu kondisi lalulintas jalan raya Jakarta belum begitu ramai namun sudah diwarnai kemacetan dibeberapa titik yang tentunya sudah cukup memusingkan kepala.

Saya tidak menyangka ternyata ditempat kerja ke-2 inilah hubungan saya dengan sepeda bersemi kembali. Tepatnya di Th 2005. Adalah seorang rekan kerja saya yang saya rasa sangat bertanggung jawab dengan hal ini. Namanya Anto, biasa dipanggil Anto BOTAK karena kondisi kepalanya yang khas. Setiap pagi saya sering berpapasan dengan beliau ditempat parkir. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari dia, tapi ada satu hal yang membuat saya begitu terusik. Ya.. setiap pagi saya bertemu dia selalu dalam kondisi sedang menuntun sepeda ditangan kiri dan tangan satunya asyik menyuapi mulutnya dengan pisang. Ueddaann!!! Nyentrik banget nih orang. Melihat sepedanya terlintas jadi teringat tentang masa saya bersepeda dulu, beda banget tuh sepedanya dengan yang dulu pernah saya punya hehe… Belakangan saya baru tahu kalau jenis sepeda yang dibawa dia adalah jenis sepeda gunung. Jujur saja ini adalah pengetahuan baru yang saya dapatkan tentang jenis sepeda. Selama ini saya hanya tahu sepeda itu ya..sepeda!! nggak ada jenis-jenisnya. Akhirnya disuatu kesempatan saya dapat berbincang-bincang lebih lanjut dengan dia. Kaget adalah ekspresi spontan pertama saya saat mendengar ceritanya. Gimana nggak kaget??! Dengan bangganya dia bercerita bahwa dia berangkat dari rumah di bilangan kebayoran lama (kalo nggak salah ingat) ke kantor kami di Jl. Gatot Subroto dengan MENGENDARAI SEPEDA !!! Ueddaann Tenan!!! Saat itu saya pikir ini orang gila jenis apa yang saya temui?!?! Namun kekagetan saya akhirnya berubah menjadi KAGUM setelah lebih lanjut dia menceritakan alasan dibalik dia bersepeda. Ternyata dia hanya salah satu dari segelintir orang yang melakukan kegiatan bersepeda kekantor ini. Tujuannya hanya satu, Ingin “Menciptakan Langit Bersih dan mengurangi kemacetan lalu lintas” dikota Jakarta ini. Terdengar mustahil ditelinga saya akan hal ini. Saya yakin tujuan dia dan teman-temannya jikalau tidak mau dibilang “mustahil”, minimal “sulit” untuk terwujud. Tapi saya cukup menikmati mendengarkan rekan saya ini menyampaikan cerita-ceritanya yang sangat lancar mengalir penuh dengan retorika. Disamping kemustahilan yang saya dengar tetap saja saya KAGUM dengan perbeda’an pikiran dia dan teman-temannya.

Setelah pembicaraan pertama tersebut, seiring waktu, saya hanya sanggup meng”Amin”kan idealisme beliau tanpa sanggup untuk ikut mengikuti jejaknya. Meskipun disetiap kesempatan tatap muka yang kami punya beliau selalu tanpa bosan membujuk saya untuk ikut bergabung dengan dia. Haha…bersepeda kekantor?!?! Dari Tg Priok ke Gatot Subroto?!?! IMPOSSIBLE!!

Tanpa terasa setahun berlalu sejak perbincangan saya dengan Anto, saat itu saya sudah berkeluarga dan tinggal di Cipinang Muara Jakarta Timur. Saya dengan rekan kerja saya yang nyentrik itu sudah lama tidak bersua. Hal ini karena beliau mulai disibukkan dengan pekerjaannya di Departemen  beliau namun lokasinya berbeda, yaitu di Studio Penta Jakarta Barat. Dalam kurun waktu tersebut banyak perubahan yang terjadi. Dalam hal alat transportasi saya ke kantorpun saya beralih dari menggunakan mobil ke sepeda motor. Hal ini karena Jalur baru yang saya lalui tidak lagi seperti dulu. Jalur Casablanca, yang dikenal dengan kemacetannya yang sangat parah!!! Saya merasa hanya dengan menggunakan sepeda motor saja yang dapat menembus kemacetan jalur neraka tersebut. Sementara dilain pihak yang saya dengar rekan saya Anto masih konsisten bersepeda ke kantor. Haha…saya pikir namanya juga orang gila!!

Suatu ketika, tanpa ada angin dan hujan (hiperbola banget hehe..) saat pulang dari kantor, tetangga ada yang menawarkan sepeda bekasnya dengan harga rasional (baca: murah). Dengan Frame tanpa merk dibalut “Black Chrome”,disisi bawah frame terdapat grafir “Made in Germany”, Model handle bar flat.  Mekanisme “gigi” merk Shimano…(type nggak terdeteksi) semua masih berfungsi dengan baik. Sepeda tersebut ditawarkan Rp. 300.000,- Hmm… dalam hati saya bergumam, ini orang dibisikin siapa ya kalau saya mulai tertarik lagi untuk mencoba bersepeda?!?! Tapi….ini jenis sepeda apa ya?! Beda bentuknya dengan yang Anto BOTAK punya?!?! Sedikit ragu, tapi saya cobain juga itu sepeda. Waw.. lumayan ringan nih, enak digowesnya (penilaian orang yang awam sepeda). Tapi…ini sepedah apa ya?!?! Bah!! Cuek aja saya tawar Rp 200.000,- tanpa dinyana disetujui dan deal. Akhirnya dalam sekejap sepeda berpindah tangan. Wuiihh…entah kenapa kok timbul sedikit perasaan senang. Dengan diiringi tatapan aneh istri karena melihat saya mendadak senyum-senyum sendiri saya ambil kain lap kemudian memulai membersihkan sepeda tersebut ala kadarnya. Saya ingat hari itu adalah hari Jum’at. Jadi besok dan lusa adalah libur kantor. Teringat pula perbincangan pertama saya dengan rekan Anto bahwa jika ingin mencoba untuk memulai bersepeda ke tempat kerja sebaiknya survey jalur dulu agar dapat mengukur waktu tempuh yang dibutuhkan dan stamina kita sanggup atau tidak. Whewh…repot juga ya?!?! Hehe…tapi kok saat itu juga mendadak timbul “ide gila” untuk mencoba merasakan bersepeda kekantor. Wah… jangan-jangan sudah kurang waras nih saya hehe.. Akhirnya spontanitas ber-azam dalam hati untuk mencoba “gowes” ke kantor dari rumah minggu pagi, hitung-hitung olah raga pikir saya.

Singkat cerita,  Minggu pagi saya sudah siap-siap bersepeda. Jam masih menunjukkan pkl. 05.30. Langit masih belum terang benar. Pamit ke istri mau sepedahan sebentar (istri saya nggak tahu kalau saya mau bersepeda ke kantor). Bismillah… dengan sepatu kets buat jogging, kaos oblong, celana pendek dan topi saya berangkat bersepeda…. MENUJU KANTOR!! Haha… Tidak lupa bawa dompet, buat jaga-jaga kalau nanti nggak kuat “nyetop” Taxi. Dengan mulut komat – kamit baca shalawat nabi saya pancal “sepeda baru” saya perlahan. 1 meter..2 meter… tidak lama mulai bisa menyatu “feel”nya dengan sepeda. Akhirnya sedikit menambah kecepatan. Wah..ternyata mulai bersepeda lagi tidak seletih yang dikira (ya iya lah… wong baru gowes 100 meter hehe). Jalan kompleks akhirnya saya lewati, mulai masuk jalan Cipinang Jaya menuju Hero Cipinang. Kondisi masih aman !! melewati Hero Cipinang mulailah masuk jalan raya Casablanca. Hmm…welcome to the jungle!! Untuk menuju arah lokasi kantor (Gatot Subroto) saya harus berbalik arah. Whuuiihh…sedikit repot nih. Meskipun masih pagi dan hari minggu ternyata jalan Casablanca sudah ramai lalulintasnya. Agak bimbang memilih apakah saya harus tetap gowes sepeda saya sambil memutar arah keseberang jalan atau menuntun sepeda saya?!?! Akhirnya dengan mempertimbangkan faktor keselamatan saya memilih untuk menuntun sepeda saya untuk menyeberang (maklum..newbie). Namun ternyata menyeberang dengan menuntun sepedapun tidak semudah yang dipikirkan. Meskipun senyum lebar dan lambaian tangan diberikan untuk meminta ruang sedikit agar saya bisa berlalu sebentar ternyata pengendara jalan yang lain tidak ada yang memberi kesempatan saya untuk menyeberang!! Malah yang saya dapatkan klakson panjang dari pengendara lain, terutama (maaf) dari pengendara motor yang berjalan sangat cepat. Astaghfirullah!!! Kok gini ya?!?! Saya aja perasaan waktu mengendarai Mobil dan Motor tidak se egois ini?!?! Berbaik sangka saja deh, mungkin mereka lagi senang-senangnya menikmati jalan Casablanca yang kalau “weekday” macetnya luar biasa sekarang kondisinya lapang banget. Singkat cerita akhirnya bisa juga saya sampai ke seberang jalan hehe… Lanjut kembali deh mengayuh sepedanya. Sekarang menuju underpass bypass pasar gembrong. Asyiiikkk…. ada turunan, sepeda saya dapat melaju kencang dengan kondisi kaki beristirahat. Kondisi jalan cukup lancar, namun  kendaraan bermesin melaju sangat kencang. Sayup – sayup dari arah belakang terdengar bunyi bel sepeda. Wah… ada pengendara sepeda selain saya nih gumam saya dalam hati. Perlahan pesepeda dibelakang saya menyusul saya. Tanpa saya duga pesepeda tersebut ketika persis berada disebelah saya membunyikan bel sepedanya. “Kring..kring…Om, duluan ya!!” sapanya. Heh?!?! Kaget saya, perasaan saya nggak kenal sama orang itu?!?! “Oh , iya mas…silahkan!!” balas saya. Sambil berpikir siapa gerangan orang tersebut diam-diam saya amati penampilan beliau. Wah..gowesnya cepet sekali!! Pakai helm sepeda, kacamata, sepeda balap (ini saya tahu hehe), apa orang yang tadi lewat atlit ya ?! Dalam sekejap saya ditinggalkan. Hampir melewati underpass, saya terus gowes. Wah…ternyata turunan sudah lewat,  Tanjakan nih!! Duuhh…kuat apa nggak ya!??! gumam saya. Bismillah…!!! Dengan susah payah akhirnya saya bisa melewati tanjakan tersebut. Lumayan lah buat saya yang baru mulai bersepeda. Sambil mengumpulkan napas, dijalan datar saya kayuh kembali sepeda saya dengan kecepatan sedang.”Masih jauh nih kantor” pikir saya. Menuju Terminal Kampung Melayu saya dihadapi pilihan kembali, gowes nanjak melewati flyover atau lewat bawah menembus Terminal?!?! Ah, lewat bawah saja deh, toh tidak ada keharusan untuk melewati flyover. Dengan santai saya teruskan perjalanan. Nyantai rek!! Untuk selanjutnya ketika dihadapkan pilihan harus melewati fly over atau lewat bawah, dengan mantap saya memilih untuk……lewat bawah!! Hehe…

Tanpa terasa sudah hampir 25 menit bersepeda. Waw… Mulai terasa nih!! Kembali didepan stasiun Tebet saya disapa oleh pesepeda yang mendahului saya. “Pagi Om!! Duluan ya…”sapanya. Saya kali ini balas dengan senyum, mau mengeluarkan suara kok susah ya, nafas sudah kembang – kempis sih. Saya amati lagi pesepeda tersebut. Hmm… penampilannya nggak beda sama pesepeda pertama yang saya jumpai, hanya kali ini di helmnya ada lampu kecil menyala “blink-blink”. Cakep banget!! Lampu depan juga ada kelap-kelip. Kerreeenn!!! Belakangan saya baru tahu kalau itu adalah salah satu perlengkapan safety bersepeda. Selanjutnya berturut-turut saya dilewati kembali dengan pesepeda-pesepeda lain dengan sapaan yang sama. Wah… asyik juga nih bersepeda, kenal – nggak kenal ketemu pesepeda lain dijalan saling menyapa, minimal membunyikan bel. Tinggi sekali solidaritasnya, jadi inget dulu waktu mendaki gunung, setiap berpapasan dengan pendaki lain pasti saling menyapa. Top dah!!

Singkat cerita setelah hampir 45 menit mengayuh sepeda sampailah saya di depan Komplek perkantoran Mega Kuningan (depan Mall Ambassador). Untuk menuju kantor, saya dapat melalui jalan tembus yang terletak dibelakang perkantoran mega kuningan menuju Jl. Gatot Subroto, namanya Jalan Perintis. Namun hal itu tidak saya lakukan. Saya putuskan cukup perjalanan saya kali ini. Setelah beristirahat sejenak saya lanjutkan kembali perjalanan pulang kerumah  dengan jalur yang sama namun arah sebaliknya. Singkat cerita sampailah saya dirumah. Saya lirik jam, ternyata waktu tempuh saya ke kantor hanya membutuhkan 1 jam 30 menit dengan jarak tempuh sekitar 14 km pulang pergi. Wah…cepat juga menurut saya. Saya membandingkan waktu tempuh setiap saya berangkat ke kantor dengan sepeda motor memakan waktu 45 menit jika tidak macet. Hampir sama!!! Tapi untuk berangkat kekantor dengan bersepeda saya masih pikir ulang. Karena oleh-oleh “survey jalur” yang baru saja saya jalani kesimpulannya bersepeda itu capek, belum lagi (maaf) Bokong panasnya minta ampun!! Mental pun belum siap. Jadi kesimpulannya untuk bersepeda kekantor “NANTI DULU”!!

Tapi mungkin karena sudah jalannya kali ya saya harus bersepeda, Esok paginya, hari senin sewaktu siap-siap mau berangkat kekantor, ternyata motor tidak bisa dihidupkan. Berkali-kali dicoba tetap sama hasilnya, mati!! Hmm…mo ke bengkel dulu sepertinya nggak mungkin karena harus segera kekantor karena ada meeting pagi. Kembali mendadak terbesit pikiran untuk mencoba kali ini benar-benar bersepeda ke kantor. Setelah menghitung kancing hehe… akhirnya saya “kandangin” lagi sepeda motor saya dan memutuskan untuk benar-benar mencoba bersepeda kekantor. Tentunya dengan persiapan yang sedikit lebih matang (menurut saya lho..). Dengan nekat saya bilang ke istri mau naik sepeda kekantor. Awalnya istri keberatan, takut ada apa-apa dijalan. Tapi akhirnya tidak bisa menghalangi hasrat dadakan saya yang sudah bulat. Saya segera menyiapkan perlengkapan kekantor. Dimulai dengan mencari backpack saya yang sudah lama tidak dipakai. Kemudian saya masukkan baju ganti, handuk, sabun untuk mandi dikantor (untung saya sudah pernah berbicara sebelumnya dengan Anto BOTAK sehingga saya tahu apa yang harus dipersiapkan). Bismillah…saya mulai berangkat. Tapi kok..belum jauh dari rumah saya merasa bokong saya masih sakit ya karena bersepeda kemarin?!?! Akhirnya saya balik lagi kerumah, Sempat ragu diteruskan atau tidak tapi akhirnya saya putuskan untuk diteruskan. Untuk mengatasi perih di bokong (jok sepedanya sptnya masih terlalu keras buat saya) diam-diam saya pinjam (tepatnya ambil diam-diam) bantal kecil milik anak pertama saya yang baru berumur 3 bulan. Bantal tersebut saya bungkus plastik salah satu toko retail modern, selanjutnya saya ikat dengan lakban ke sadle. Hmm…lumayan juga rasanya. Agak mendingan hehe…

Singkat cerita, akhirnya saat itu jadilah saya berangkat kerja dengan bersepeda. Percaya diri pastinya hehe…. Pengalaman bersepeda kekantor pertama kali ini benar-benar luar biasa saya rasakan. Kondisi jalan Casablanca yang sangat padat cukup menguras stamina dan psikologis saya, berbeda kondisinya disaat hari sebelumnya saya melakukan uji coba, terutama karena asap knalpot kendaraan bermotor yang sangat pekat ditambah dengan pertanyaan besar dibenak saya kapan akan sampai kekantor? Satu – satunya hiburan bagi saya saat itu adalah melihat pemandangan kendaraan bermotor baik yang beroda dua maupun empat tersendat-sendat merayap bahkan tidak bergerak ditempat karena terjebak macet dapat saya lewati dengan santai. Ini kali pertama saya merasakan sensasi bersepeda. Ditengah menertawakan diri sendiri atas kebodohan memilih untuk bersusah payah bersepeda kekantor, dikesempatan lain bisa tersenyum menyadari betapa dengan bersepeda benar-benar bebas hambatan. Meski letih, namun ternyata saya cukup puas dengan aktivitas yang baru saja saya jalani. Hari itu saya sukses berangkat kekantor dengan full bersepeda pulang pergi dengan aman dan lancar. Meskipun ada beberapa kekurangan yang saya cepat sadari untuk segera dilengkapi seperti, peralatan keselamatan sangat perlu baik itu berupa helm, Lampu sepeda dan kesadaran akan safety riding selama dijalan. Dengan kata lain saya sangat ketagihan dengan aktivitas baru ini. Senyum kecil saya mengembang jika mengingat bujuk rayu rekan Anto agar saya bersepeda ternyata saat ini hal itu terwujud. Sayangnya beliau belum sempat melihat saya bersepeda mengikuti jejaknya.

Ternyata saya benar-benar ketagihan!! Hari demi hari saya lalui bersepeda ke tempat kerja dengan pe-de. Karena minat saya yang sedang menggebu akan hal bersepeda, berbagai informasi tentang bersepeda saya cari. Ya..saya sangat haus akan informasi bersepeda. Berbagai situs internet saya jelajahi, disitulah akhirnya saya tahu bahwa rekan saya Anto dan rekan lainnya selama ini bergabung dalam komunitas Bike to Work Indonesia (B2W). Keren banget ya namanya?!?! Sepertinya saya patut bersyukur dan berterima kasih kepada para penggagas komunitas ini, selain karena tujuan mereka yang luar biasa (meskipun terdengar mustahil) tapi juga dengan namanya yang “keren” itu membuat saya selaku pelaku pemula aktivitas bersepeda ke kantor ini menjadi tidak malu untuk melakukan aktivitas tersebut. Oh iya, satu hal yang lupa saya sebutkan dan mungkin ini yang paling memotivasi adalah salah satu pengorbanan yang sangat berat adalah menanggalkan segala kemapanan yang selama ini sudah dimiliki untuk beralih bersusah payah melakukan aktivitas ini untuk melahirkan kondisi yang lebih baik. Saya termasuk yang merasakannya, namun karena komunitas ini mempunyai nama yang keren, B2W Indonesia, membuat saya sangat percaya diri. B2W geetto loch !!!

Berbagai pengalaman telah saya rasakan selama melakukan aktivitas ini. Beberapa mungkin dapat saya ceritakan: Pernah suatu kali dalam perjalanan pulang menuju rumah saya berhenti dipinggir jalan untuk sekedar mengumpulkan nafas dan menghilangkan dahaga. Saya kunjungi salah satu kedai rokok kaki lima yang menjual minuman dingin. Mungkin saking hausnya saat itu saya meneguk sampai 2 botol kemasan air dingin dalam sekejab. Tanpa saya sadari ibu penjual minuman tersebut mengamati saya. Sepertinya dia menaruh iba melihat kondisi saya yang saat itu kepayahan. Kemudian timbullah dialog yang sampai kapanpun dalam perjalanan hidup saya akan saya ingat terus. Ibu pedagang minuman tersebut tiba-tiba mengajak saya berbicara, “Mas dari mana dan mau kemana, kok sepertinya capai sekali?” . Saya kanget dan tersenyum, kemudian saya jawab “Saya mau pulang bu ke rumah di daerah Cipinang, habis dari tempat kerja”. Si ibu kemudian bertanya kembali: “Memangnya mas kerjanya dimana? Kok naik sepeda?”. Saya jawab: “Kantor saya di Gatot Subroto bu” sambil siap-siap saya berkemas karena merasa dahaga saya sudah mulai hilang. Tanpa dinyana respon si ibu pedagang minuman itu membuat saya tercengan sesaat. Si ibu kembali bicara: “Ya Allah… jauh banget kantornya?!?! Kasihan sekali. Ibu doain semoga mas cepat sukses ya…cepat naik gaji, naik pangkat , biar cepet-cepat bisa beli mobil jadi nggak kecape’an lagi seperti ini”. BLAARR!!! Seketika saya bingung mau menjawab apa, tapi segera saya mengatasi keadaan. Saya AMINkan doa ibu tersebut seraya mengucapkan rasa terima kasih atas doanya. Saya tertawa dalam hati atas hal ini, mungkin sebegitu sengsaranyakah saya saat itu terlihat hingga si ibu tanpa diminta menghujani saya dengan doanya yang tulus. Bahkan ketika saya akan pamit dan ingin membayar 2 botol minuman yang telah saya habiskan si ibu sekali lagi dengan ikhlas membebaskan saya dari kewajiban membayar. Hahaha….lumayan, dapet minuman gratis plus doa yang luar biasa!!

Hingga kini, tanpa terasa sudah hampir 5 tahun saya bersepeda ke kantor. Usia saya sekarang sudah 35 th dengan dikaruniai anak 3 (mungkin saya salah satu bukti hidup yang mematahkan mitos yang menyatakan jikalau sering bersepeda dapat mengakibatkan Im**t*nsi hehe&hellipwink. Banyak pengalaman unik, lucu, menyebalkan bahkan hampir menimbulkan perkelahian dijalan pernah saya rasakan. Namun semua itu menjadi sangat berkesan buat saya dan membantu saya untuk menempa kedewasaan bersikap. Dahulu saya tidak pernah membayangkan untuk dapat bersepeda dari Tg. Priok ke Jl. Gatot Subroto, sekarang?!?! Jangankan bersepeda dengan jarak Tg.Priok – Jl. GatSoe, bersepeda dari Jakarta ke Bogor pun sudah pernah merasakan. Dahulu saya menganggap rekan Anto adalah orang gila yang saya pernah temui, ternyata sekarang saya pun pernah merasakan julukan itu hehe… dianggap gila karena melawan arus kebanyakan, dianggap gila karena menghindari kemapanan, dianggap gila karena mencoba mewujudkan harapan besar dengan melakukan tindakan yang dianggap kecil bagi kebanyakan orang. Tapi itu semua ternyata saya tidak sesali. Saya pribadi mengakui bahwa melakukan aktivitas bersepeda kekantor bukan karena mempunyai niat macam-macam apalagi niat tulus seperti rekan Anto Botak dan kawan-kawan yang dengan idealisnya ingin melakukan tindakan nyata (meskipun kecil) untuk mewujudkan Lingkungan dan udara bersih. Saya pun menyadari selama saya bersepeda belum  bermanfaat untuk orang lain. Saya hanya sadar bahwa saya bersepeda memang berawal dari MENCOBA, kemudian karena TERPAKSA dengan suatu keadaan, namun akhirnya ini adalah PILIHAN yang saya ambil. Dengan sedikit demi sedikit belajar meluruskan niat, dan berdoa semoga apa yang saya jalani sekarang ini dan juga rekan-rekan B2W-er lainnya ternyata memang  ada manfaatnya untuk mengurangi kekotoran udara di Zaman yang sudah kotor ini. Meskipun manfaatnya saya dan generasi saya tidak bisa merasakan, namun besar harapan semoga anak – cucu nanti dapat merasakan buah dari aktivitas kecil kami ini.

Untuk yang ingin bersepeda, mari .. jangan ragu bersepeda. Pede ajjjaahh....

 

Dedicated to: Seluruh para Arjuna dan Srikandi B2W Indonesia. Semoga setiap 7 lapis langit dan 7 lapis bumi yang pernah dilalui oleh mereka akan menjadi saksi di hari nanti akan Niat baik mereka. Aamiin….

 

NB: Gambar Kartun di Note ini sumbangan dari Om Raditya Adhitama.
Ternyata Note saya banyak responsenya.

Thx om

 

 

Nama: Teguh Haribianto

TTL     : Jakarta, 6 April 1976

Hp      : 081315850527

Email  : teguhharibianto@yahoo.com

 

Penulis:

 

 

 

Tag: Umum , B2W-AquaTouch

 

Yang merating Note ini:


18 Komentar
keren owm,..thanks
cerita yg bagus... salut !!
@All: Thx commentnya, mohon maaf kalau ada kekurangan smile
Gowes perdana selalu jadi cerita yang menarik, jadi inget jaman dulu... ya gitu deh...hot seat hehehehe...
apakabar omTeguh ?.. masih berkantor diMega Kuningan ?.. Sudah punya rak parkir ?.. masih sayang sama selingkuhan yang lama hahahaha...
 Teguh Haribianto• Komentar ini telah dihapus.
@Tekad Adiyono: apakabar omTeguh ?.. masih berkantor diMega Kuningan ?.. Sudah punya rak parkir ?.. masih sayang sama selingkuhan yang lama hahahaha...

Kabar baik om Tekad, salah satu mahluk aneh yg dulu sering saya curi2 pandang di Gd.Mitra. Punya kamar mandi private di "gorong-gorong" hehe...
Posisi skr saya di Pancoran om, berkelana kembali smile
@Rifa Ilyasa: Gowes perdana selalu jadi cerita yang menarik, jadi inget jaman dulu... ya gitu deh...hot seat hehehehe...

Kemane aje nte hehe...Yah, begitulah.."Hot Seat" hehe...Alhamdulillah sekarang udah kapalan hihi... (bukan sadle-nya yg break -in)
Top, om! Thanks for sharing... seandainya jalur kita sama--pasti sering papasan & saling kring2x... heheh *yg minggu2x ini jarang nemu goweser..tanya kenapa..*
salam kenal,
Persis aeperti yang saya alami dulu, saya pikir yang sepedahan ke kantor itu orang gila, taunya emang betul... GILA GOWES... Saya juga udah ketularan nih...hehehe...
@Novita: Top, om! Thanks for sharing... seandainya jalur kita sama--pasti sering papasan & saling kring2x... heheh *yg minggu2x ini jarang nemu goweser..tanya kenapa..*

Sama-sama nte...ada temen ato nggak tetep semangat !! smile
@ahmad amarullah faisal: salam kenal juga om, sesama orang gila dilarang menggilai hehe...
Seempurna ...untuk om teguh....salut dan jempol 4
@wiwit winarto: Seempurna ...untuk om teguh....salut dan jempol 4

Thx om...jempolnya pinjem siape aje tuh hehe..
mantabh om ceritanya.... pas banget... karena terpaksa sekarang jadi gila juga hahahaha....

tetep gowes tetep tanpa polusi untuk warisan anak2 kita
Seruu...!!
Lakukan Login untuk memberikan komentar.

 

Note terkait:

B2W-AquaTouch - Menanjak Bukan Lagi Sebuah Momok.-
30 November 2011, 16:57
Sepedaku . . . Hidupku
06 Desember 2011, 14:59
Sepeda Sepanjang Masa
29 November 2011, 08:32