om ndlahom
Catatan si Fannie #Srikandi Jilid 2 - 2012
Blok M, 25 Juni 2012. Pagi ini sampai di kantor, iseng saya membaca tulisan tentang perjalanan #21Srikandi yang dibuat oleh beberapa perempuan hebat itu. Tidak terasa hampir 2 bulan berlalu. Tepat tanggal 25 April kalo tidak salah, kami sedang berada sudah menyelesaikan 3 etape dan berada di Majenang. Jujur, saat ini saya amat sangat merindukan untuk melakukan perjalanan jauh dengan sepeda. Tapi apakah bisa se-menyenangkannya dengan perjalanan Srikandi… Inspirasi Bagi Negeri 2012???
Okeh! Ini beberapa tulisan mengenai perjalanan #21Srikandi ini. Cekidot:
Fannie: Berhubung saya punya hobby sepeda, saya punya mimpi sebelum nambah umur bulan Agustus nanti, pingin banget berpetualang dengan sepeda dengan teman-teman perempuan. Kebetulan komunitas sepeda saya bikin event lanjutan Srikandi Inspirasi Bagi Negeri Jilid 2 dengan rute Jepara - Bandung *GLEK*. Syarat jadi peserta harus mengikuti seleksi. Di sesi latihan pertama, jujur saya mau nangis. Disiksa sama om pelatih Marta lewatin jalan aspal, tanah, batu2an, tanjakan, turunan. Sadis ini namanya! Tapi no pain no gain. Saya coba latihan kekuatan dengkul saya di tengah2 jam sebelum brangkat atau pulang kerja. Tapi pada akhirnya saya bisa mengikuti ritme latihan selama 5x.
Akhirnya bulan April lalu, saya dinyatakan lolos seleksi! Horeeee impian saya terkabul (lagi!). Langsung siapin mental dan fisik selama kurang lebih seminggu. Dalam perjalanan dari Jakarta menuju ke Jepara, saya selalu "mengatur" mind set bahwa saya mampu melakukan perjalanan ini. Setiap malam dalam hati melakukan komunikasi dengan seluruh anggota tubuh dan menugaskan semuanya harus bisa bekerja sama dengan baik.
Oiaaa, mau cerita bagaimana saya menghabiskan waktu selama 10 hari dengan 20 sahabat perempuan. Seru udah pasti. Rempong apalagi. Di perjalanan kami saling mengingatkan, saling support, saling bantu dan lain2. Pokoknya sama persis dengan pepatah, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Dan sama seperti omongan Om Taufik selaku kepala rombongan "Tinggalkan Egomu Dalam Kulkas!". Gowesnya seirama, kecuali etape terakhir di tanjakan Gentong! Hakhakhakhak. Di 3 titik terakhir sebelum masuk Bandung, saya selalu menjadi peserta terakhir di titik peristirahatan. Tapi selalu ditungguin sama rombongan. Kami pun finish di Bandung abis menjelang adzan Isya pada hari Jumat :'D *terharu*. Yang tersisa dari perjalanan ini, saya belajar untuk mampu menyelesaikan segala permasalahan sendiri dengan situasi apapun, PUSH MY LIMIT, dan BANYAK TEMAN BANYAK REZEKI *wink*
Om Poetoet: Gempita Srikandi – Inspirasi Bagi Negeri Jilid 2 telah usai,..semua anggota team baik rider maupun pendukung telah kembali ke aktifitas masing-2 dengan membawa sejuta kenangan, dan media pun telah merekam aktifitas tersebut sejak pre event (baca : latihan dan seleksi) hingga saat finish di Bandung, namun tahukah anda bahwa dibalik event tsb banyak cerita menarik yang luput dari liputan media, berikut yang aku ingat :
Tante Fannie, break ETAPE pertama di salahsatu toko Alfamart, saat live interview dg salahsatu radio mendapat pertanyaan +/- “apa harapannya mengikuti event ini ?” ….secara do’I kurang makan pagi itu, maka spontan dijawab “pagi ini kami sarapan telur bla bla bla bla …gwadduuhh harapan kok jadi sarapan glegg
Plakat Srikandi, setelah melalui berbagai experiment o/ sahabat b2w jepara (yang jago ukir), maka jadilah plakat yg saat event berlangsung menjadi cinderamata bagi instansi/lembaga/sponsor,….sssssttttt padahal tulisan yg ada dalam plakat tersebut bukan tulisan yang sebenarnya alias tulisan “contoh” tetapi karena sudah terlanjur “nempel” jadinya dianggap “benar”
Toko Alfa Mart di wilayah Kebumen, sontak semua karyawan bingung ketika om ndlahom, masuk toko dan tergesa-gesa (karena rombongan hampir tiba) sambil teriak “ siapa coordinator toko ??!!!” ..jangan-2 dikira rampok atau orgil whuheheheeee….sambil terengah-engah menjelaskan perihal rencana rehat di toko tersebut dan sesi ambil photo sponsor dan belanja, dan spontan si coordinator telepun ke kantor wilayah alfamart
Kecamatan Gemolong-Sragen, sempat bikin tegang om ndlahom plus b2w solo karena rombongan kok istirahat di gemolong lama sekali hingga acara di EF solo terpaksa dibatalkan,…selidik punya selidik ternyata rombongan di”belok”kan ke kantor kecamatan untuk acara penyambutan dan makan malam bersama muspika setempat,…hayaaaaaahhhhh…
Makam Nyi Ahmad Dahlan-Yogya,..weeeehhh bapak driver bus yg rumahnya diseputaran makam,malah kagak tahu kalau didaerahnya ada makam seorang pahlawan perempuan, alhasil mesthi banyak bertanya, dan lucunya banyak orang yg sehari-hari nongkrong di seputaran makam tsb juga nggak tahu kalau disitu ada makam Nyi Ahmad Dahlan,..dwwwoooohhh piye to iki ?
Kabupaten Purworejo, waaaaaooowwwww sambutan luar biasa didapat team Srikandi saat melintas didaerah ini, sejak perbatasan masuk hingga menuju Kebumen, sepanjang perjalanan didaerah ini pelajar SD hingga SMU berdiri berjejer mengibarkan bendera kecil plus tetabuhan dari kenthongan, drumband, dll serta masyarakat setempat antusias memberikan semangat kepada srikandi, tidak berhenti disini, banyak sekali penggemar sepeda di Purworejo yg antusias menemani gowes sejak dari perbatasan hingga kebumen dan hebatnya mereka membuat kaos khusus dg design srikandi inspirasi bagi negeri, dan yang mengejutkan, rombongan diterima dan dijamu makan siang om bupati (kebetulan sekali tepat jam makan siang saat melintas di tengah kota purworejo)
Etape 1 (Jepara-Purwodadi-Solo),…eduun,pengawalan dilakukan oleh team dari setiap kecamatan yg dilintasi, ada satpol PP, BKKBN, Polsek dan Polres …..berasa jadi orang “penting” wkwkwkwkwkwkkkk
Dua kata sakti untuk penyemangat srikandi : CHEMUNGUD !!! dan TEKAN !!!
Satu kata bikin geli : MAYDAY MAYDAY MAYDAY MEDIC!!
……dan masih banyak cerita lain,namun gak layak muat di laman ini alias gak lolos sensor xixixixixixiiiiiiii…
Intan: Touring ini bukan pertama kalinya buat saya karena sebelumnya saya sudah mengikuti kegiatan seperti ini tahun lalu tepatnya bulan November bersama Kompas Grup Jakarta-Palembang menyambut Sea Games ke 26 . Namun touring sepeda bersama 21 perempuan2 cantik,tangguh dan perkasa merupakan pengalaman fenomenal dan tak terlupakan selama hidup saya. Etape per etape kami jalani bersama penuh canda dan tawa,membuat perjalanan ini makin berarti.
Etape Jepara-Solo buat saya etape terberat karena masih tahap penyesuaian yg sebenarnya baik sepeda maupun team (full team). Selain itu ini merupakan etape terpanjang yg membuat kami harus mengayuh sampai malam hari. Sedangkan etape Solo-Yogja adalah etape paling pendek jarak tempuhnya jadi tidak terlalu sulit untuk kami semua menyelesaikannya. Setelah menyantap etape yg cukup ringan,kami kembali dipertemukan dg rute yg panjang dan rolling yg menurut saya sedikit membosankan
. Akan tetapi pada etape ini sambutan masyarakat setempat sungguh luar biasa. Hampir setiap sekolah yg kami lewati murid2nya menyambut rombongan Srikandi dengan antusias. Lambaian tangan dan teriakan semangat memberikan energi bagi kami semua. Untuk etape 4 (Gombong-Majenang) dan etape 5 (Majenang-Tasik) di etape ini kami mulai disuguhi tanjakan demi tanjakan,saya anggap ini pemanasan menghadapi etape terakhir yg orang bilang merupakan etape tersulit. Akhirnya,sampailah kami pada etape yg paling membuat kami ketar ketir sampai2 tensi darah kami tinggi sangking nervousnya. Tapi bukan Srikandi kalau patah semangat sebelum berjuang. Setelah saya jalani etape ini ternyata tidak sesulit yg dibayangkan. Kenapa? Karena saya berusaha menikmati setiap kayuhan dan tetap konstan mengayuh. Benar saja saya berhasil melewati etape ini. Sulit dibayangkan rasanya,airmata mengiringi etape terakhir ini. Kami semua saling berpelukan, haru bahagia campur sedih karena tersadar kebersamaan kami akan berakhir. Yaa...mereka sudah saya anggap seperti keluarga bukan hanya 21 Srikandinya tapi tim kru pun sudah saya anggap seperti keluarga. Terima kasih keluarga besar Srikandi... Kalian hebaaatt!!! I love you all ![]()
Gia: Selama Touring Jepara-Bandung, aku mendapat pengalaman berharga dalam cerita hidupku...Merasa dihargai dan dibanggakan oleh orang lain rasanya itu tidak dapat dibeli oleh apapun...Teman & Sahabat menjadi keluarga yang sangat berarti... Segala titik lelah menjadi semangat untuk mereka sahabat-sahabat yang selalu memberikan semangatnya untuk kami semua. Tidak pernah ada kata menyerah dan mundur seperti para pahlawan perempuan kami di waktu lampau... Terima Kasih Sahabat-SahabatKu untuk semangat yang kalian tanamkan di dalam lubuk hatiku
Dewi: Saya merupakan satu-satunya wakil dari Komunitas B2W Wilayah Bekasi atau biasa disebut Rombongan Bekasi (Robek). Perjalanan #21Srikandi dari Jepara ke Bandung sangat berkesan sekali bagi saya karena sambutan dari masyarakat di jalur yang dilalui sangat luar biasa. Rombongan #21Srikandi dilepas langsung oleh Menteri Pemuda dan Oleh Raga, Andi Malarangeng pada hari Kamis, 19 April 2012, pukul 09.00 WIB untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bis menuju Jepara. Sebelum memulai kegiatan bersepedanya, Jumat, 20 April 2012 #21Srikandi menggelar sejumlah aktivitas di Jepara, antara lain : donor darah, kunjungan ke Museum dan Monumen Ari-ari RA Kartini, industri tenun torso dan monel.
Sabtu, 21 April 2012, tepat pukul 07.30 WIB, #21Srikandi dilepas oleh Bupati Jepara untuk melakukan rangkaian perjalanan Srikandi Inspirasi Bagi Negeri menuju Bandung. Etape pertama Jepara – Solo sepanjang 154 km dapat kami lalui dengan penuh semangat, lanjut etape kedua Solo – Yogyakarta sepanjang 60 km, walaupun ini merupakan etape terpendek namun kami dihadapkan dengan cuaca yang sangat panas sehingga perjalanan terasa lama. Pada hari berikutnya, kami diberi kesempatan untuk melakukan kunjungan ke makam Nyi Ahmad Dahlan di Yogyakarta.
Etape ketiga Yogyakarta-Gombong (Kebumen) sepanjang 154 km rutenya relatif datar, sehingga kami dapat melaluinya dengan kecepatan yang sangat tinggi di atas rata-rata. Lanjut etape Gombong (Kebumen)-Majenang (Cilacap) sepanjang 110 km rutenya datar dan sedikit menanjak, #21Srikandi mulai sedikit terpencar pada saat mulai menanjak namun dapat bersatu kembali ketika jalanan mulai datar. Etape Majenang (Cilacap)-Tasikmalaya sepanjang 78 km rutenya relatif menanjak dan melewati perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Di etape ini #21Srikandi mulai mengerahkan tenaga untuk melalui tanjakan-tanjakan yang lumayan menguras keringat. Pada etape terakhir Tasikmalaya-Bandung sepanjang 110 km rutenya terus menanjak. Walaupun dalam kondisi yang sudah lelah, #21Srikandi berhasil melalui tanjakan demi tanjakan yang terkenal sangat ekstrim, dan puncaknya adalah kami berhasil melibas tanjakan Nagreg dengan kerja keras dan semangat yang pantang menyerah.
Perjalanan Srikandi Inspirasi Bagi Negeri berakhir pada hari Jumat, 27 April 2012, pukul 18.30 WIB di depan Gedung PKK Jawa Barat. Dan keesokan harinya dilanjutkan dengan kunjungan ke makam R. Dewi Sartika dan ke Sekolah Dewi Sartika yang disambut oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Linda Gumelar. Pada malam harinya Ibu Gubernur Jawa Barat, Ibu Netty Prasetiani A. Heryawan menerima #21Srikandi di rumah dinas Pakuan, Bandung. Rangkaian acara ini ditutup pada Minggu pagi, 29 April 2012 dengan bersepeda bersama Paimo sang legend touring dan #21Srikandi di Car Free Day, Dago, Bandung.
Erna: Ini kali pertamanya mencoba bersepeda jarak jauh dalam group yang besar dan Perempuan semua, dan TERNYATA SERU SEKALI...!!!! ngangenin, membuat ketagihan tingkat addict berbahaya...hahhaha, Thx to all Sister 21 Srikandi.
Winna: Menjadi bagian dari tim #21Srikandi merupakan sesuatu yang absurd menurutku. Bayangkan! Sejumlah perempuan dari berbagai latar belakang profesi bersatu melakukan perjalanan sejauh 600an km dalam sebuah misi yang mulia. Untukku pribadi apalagi, ini sangat menakutkan, dengan cidera kaki yang kuderita, aku toh terpilih karena telah melalui tahap seleksi dan artinya harus menyelesaikan amanat yang diberikan.
Aku dan 20 kakak perempuan baruku melalui seluruh etape dengan perasaan campur aduk, gembira, riang, haru, khawatir, dsb. Kami hanya bisa bilang bahwa kami bersyukur dipersatukan dalam satu mimpi dan akhirnya dapat melalui semua dengan baik. Kami bahagia dan bangga telah berusaha memberikan apa yang terbaik dari apa yang dipercayakan kepada kami. Rock on girls!
Tika: Ini adalah touring pertama kali, ada seribu takut dan khawatir yang terus muncul setiap detiknya. Takut kondisi fisik lemah, takut sepeda ada kendala, takut cuaca yang tak bersahabat, khawatir rute yang di hadapi terlalu sadis, takut merepotkan Ranger ketika menghadapi tanjakan, dan ada khawatir dan rasa takut yang selalu saja membayangi. Alhamdulillah, berkat dorongan teman satu team dan support dari pelatih, rasa percaya diri tumbuh mengantikan kekhawatiran dan ketakutan. Bismillah, kata yang meluncur pelan ketika kaki menginjak pedal, saat kibaran bendera start pertama kali terhentak di bumi Kartini.
Dengan keyakinan bahwa Tuhan akan memudahkan semua, Pedal mulai terkayuh dengan semangat.Tangan Mencengkeram erat stang sepeda pink nan anggun, mata memandang jauh ke depan mencermati jalan sembari meneriakan semangat Kartini dalam hati “ kami Perempuan Indonesia, dengan semangat pahlawan Perempuan, Akan membuat perubahan”.
Karena semangat itu, sepanjang perjalanan di etape pertama terlampaui dengan baik tanpa ada kesulitan. Padahal jarak yang di tempuh sangat panjang dan kondisi jalanan yang rusak. Di tambah lagi ketika melewati hutan Gundih di Purwodadi. Di butuhkan konsentrasi yang tinggi karena selain jalanan rusak , tanjakan cukup tinggi dan turunan yang terjal.Sungguh Etape pembuka yang sempurna.Karena etape ke 2 dan ke 3 relatif datar dan aspal yang mulus. Tanjakan mulai terasa ketika memasuki etape ke 4, Gombong – Majenang dan etape ke 5, Majenang- Tasikmalaya. Entah berapa Kilometer panjang tanjakan Cigentong, tak lagi terpikirkan selain mengayuh sepeda dengan cepat.Jalanan yang sempit dan lalulintas yang padat. Bus, Truk dan Motor besar yang jumlahnya ratusan menyumbang hempasan angin yang membuat keringat terus mengucur dan dengkul semakin bekerja keras.Tanjakan selanjutnya yang harus di lewati dengan senyum asam adalah tanjakan etape terakhir.Tasikmalaya – Bandung. Semangat yang sebelumnya mampu memompa tenaga , sedikit berkurang ketika bayangan akan tanjakan Nagrek memenuhi pelupuk mata. Seperti sebuah monster yang ganas dan angkuh, tanjakan itu seolah hendak menghempaskan tubuh dan mematahkan dengkul.Tapi kembali lagi peran semua teman dalam team,dan semangat para pesepeda daerah yang mengiringi, membuat hati kembali meneriakan semangat bahwa “Kami Pasti Bisa!”. Bersyukur pemandangan yang elok sanggup menipu dengkul yang rasanya mau copot.Akhirnya tanjakan nan panjang dan menyedihkan itu sanggup terlewati dengan sukses.Hore………!!!
Terbayang wajah Winna “Enenk”, yang sedang cidera saraf kakinya. Terbersit muka merah Fanny “ srimulat” yang selalu membuat kelucuan di tengah lelah yang mendera. Ada gambaran punggung Novi dengan kayuhannya yang cantik, Mbak Evie dengan gaya ngiciknya yang andalan.Ran dan Ning, anak Jepara yang tangguh dan fisik yang kuat. Simbok “ sarah” paling senior dan memiliki semangat berjuang hingga tenaga terakhir yang jempolan.Ada ceceu Rini dan tante Rahmi yang susah sekali terlampaui ketika di tanjakan. Juga Aristi, Kak Tense ,yang keduanya sudah melanglang buana dan tak perlu di ragukan lagi kekuatan kayuhan di segala medan.Tante Gia, seorang ibu dengan semangat pantang menyerah yang luar biasa.Lita dan Intan ,juga cici Erna, dengan gaya “dingin”nya membuat heran ketika mengadapi tanjakan.Seklie yang pendiam namun celetukannya bikin ngakak.Si modis Aya yang selalu keren dan Tante Dewi yang cantik di setiap suasana. Juga Anita sang pianis yang gemulai dan Aming yang asli periang dan punya semangat luar biasa.Mereka adalah penyumbang semangat terhebat.Aku, Tentrem sartika,35 tahun. Seorang karyawan yang sangat beruntung dalam hidup ini. Mempunyai kesempatan hebat bertemu dan menjadi bagian dari 21 perempuan hebat Indonesia, menyebarkan semangat berjuang pahlawan perempuan Indonesia.Yang menjadi inspirasi tak terhitung dalam satu kehidupan, dari berbagai profesi untuk hidup lebih bernilai. Terimakasih.
Novi: Perjalanan impian ini akhirnya tercapai saat nama saya masuk ke dalam tim Srikandi 21 jilid 21. Saat hari H, kegugupan saya menghadapi touring besar untuk pertama kali membuat tensi darah sempat naik (160/100) tetapi seiring berjalannya waktu, saya menjadi lebih menikmati perjalanan dan kekompakan dari teman-teman Srikandi sehingga tensi darah menjadi normal. Etape Jepara-Solo dihadapi dengan tabah, walaupun rute bertambah dari rencanan awal. Dilepas leh Bupati Jepara di pagi hari, perjalanan cukup baik dan sampai di Solo sekitar pukul 19.30 malam. Etape 2, Solo-Jogja diiringi terik mentari yang sangat menyengat, tidak emmatahkan kekompokan tim. Sekitar pukul 13.30, tim sampai dengan selamat di daerah Prambanan, Jogja.
Setelah sehari beristirahat, tim memulai perjalanan lagi pada etape 3, Jogja – Gombong. Rute yang cenderung datar dan panas kembali menyerang, Tetapi semangat tim sungguh luar biasa. Saya merasakan kekompakan tim semakin kuat dan solid. Pada pukul 15.50 tim sampai dengan sukses di Gombong. Etape berikutnya, Gombong – Majenang Majenang diwarnai dengan rute yang mulai menanjak. Tim yang semula menyatu di jalan, mulai terpisah-pisah tetapi pada titik tertentu tim berhasil re-grouping. Pukul 17.30 tim sampai di Majeang dengan selamat. Etape 5, Majenang – Tasik mulai keatas. Walaupun di beberapa titik sempat terpisah-pisah, tim tetap kompak didalam 1 barisan dan saya sedikit menguras tenaga die tape ini. Padahal etape terakhir besok cukup menyiksa, Tasik-Nagrek-Bandung. Etape terakhir ini cukup menaikkan adrenalin. Hampir semua srikandi mengalami kegugpan jelang garis finish. Tetapi berkat kekompakan tim dan bantuan kru-kru smua, Alhamdulillah kami sampai selamat di bandung pukul 19.30 disambut dengan derai air mata dan suka cita. Sungguh perjalanan yang luar biasa bersama ke-20 perempuan-perempuan tangguh…
Aristi: Jepara - Bandung 666 km, sangat berkesan. Team work dari teman2 dan team support lah yg membuat ini berhasil dg baik. Mental dari teman-teman saya yg sangat ga terduga kuatnya, telah menular pada saya.... Medan yg berat langsung terbayar dengan rasa bahwa tidak ada yg kita tidak bisa jika dijalani bersama dan saling mensupport 1 dg yg lain, tidak mengedepankan ego masing2. Tuhan sayang pada kami telah memberi kami pengalaman yg sangt berharga, berkesan dan unforgetable bangt !!! Semoga sesuai dg tujuan perjuangan kami, walau sedikit dan mgkn perlahan, ini semua dapat menginspirasi bangsa Indonesia, khususnya para perempuan agar berani melangkah untuk menjalani hal2 yg baru, hal2 baik yg sepertinya tidak sewajarnya, hal2 baik yg tersembunyi dibalik kesulitan, hal2 yg dipercaya bahwa perempuan tidak mampu, hal2 yg dapat membentuk diri menjadi lebih baik lagi dg penuh perjuangan...
Seklie: Entah karena faktor keberuntungan atau kebaikan hati tim pelatih, aku berhasil lolos seleksi perjalanan “Srikandi, Inspirasi bagi Negeri”. Apapun itu, aku merasa sangat beruntung bisa menjadi satu bagian kecil dari tim 21 Srikandi. Beberapa hari sebelum keberangkatan, aku sangat nervous karena tim Srikandi kali ini sangat berbeda dengan tim tahun lalu. Tahun ini anggota tim ada 21 orang, dan semua –mungkin kecuali aku– adalah perempuan-perempuan tangguh; dan lebih dari setengahnya adalah orang-orang yang belum aku kenal karena paling ketemu hanya di latihan, bahkan ada yang belum pernah ketemu sama sekali. Aku bingung bagaimana bisa get along well ya kalau ngga kenal pribadi masing-masing Srikandi? Di sisi lain, aku juga merasa excited, karena mengingat jumlah anggota tim yang dua kali lipat dari tahun lalu, aku tahu bahwa perjalanan tahun ini pasti akan lebih seru, lebih keren dan lebih berisik pastinya. The double the number, the double the fun! Pada kenyataannya hal yang membuat aku nervous di awal perjalanan hilang dalam sekejap, karena berkat arahan tim pelatih dan berkat itikad baik seluruh anggota tim, bisa dibilang tim 21 Srikandi bisa dengan cepat menjadi akrab dan kompak. Bisa dilihat dalam dokumentasi, tim 21 Srikandi selalu berjalan dalam formasi yang rapid dan cantik sekali. Sedangkan hal yang membuat aku excited benar-benar terjadi, bahkan lebih besar dari yang aku bayangkan. Dalam setiap etape ada saja cerita lucu, mengharukan dan terkadang memalukan yang kami alami. Bahkan saat lelah dan sulit bernafas karena baru saja melibas tanjakan, 21 Srikandi bisa tetap tersenyum ramah pada masyarakat dan komunitas sepeda lokal yang menyambut kami, tetap bercanda dan tertawa lepas saat istirahat, dan tidak ada yang bisa melarang 21 Srikandi untuk foto-foto!! Selain sisi senang-senang, dalam perjalanan ini ada beberapa hal yang membuat aku tersentuh, yaitu ketika hatiku mulai ciut karena merasa tertinggal dan tidak mampu mengimbangi kecepatan tim, selalu ada Srikandi lain yang menyemangati. Saat bersama-sama berjuang untuk menaklukkan tanjakan, ada saja Srikandi yang meyakinkan aku bahwa aku bisa padahal dia sendiri lagi ribet ngatur nafas. Sungguh aku bangga bisa menjadi bagian dari tim 21 Srikandi.
Aku sangat berterima kasih kepada B2W Indonesia atas kesempatan yang diberikan untuk berperan dalam kegiatan yang luar biasa besar dan sangat positif ini. Selain itu, terima kasih yang luar biasa kepada para sponsor yang sangat mendukung perjalanan kami ini, dan bersedia untuk menempatkan kepercayaannya pada kegiatan ini. Juga terima kasih yang tak terhingga untuk tim support, mulai dari pelatih, feeding, medik, acara, sampai dokumentasi, yang membuat perjalanan kami menjadi lebih nyaman. Aku sangat berharap tujuan dari kegiatan “Srikandi, Inspirasi bagi Negeri” benar-benar telah tercapai, dan tidak berhenti sampai disini. Aku yakin masih banyak Srikandi-Srikandi lain yang ingin mendapat kesempatan seperti yang diberikan kepadaku, dan teman-teman di tim 21 Srikandi. Selain itu, pasti masih banyak perempuan-perempuan Indonesia yang membutuhkan inspirasi dari para Srikandi. Kami bukan perempuan-perempuan perkasa, kami hanya wanita biasa, tetapi kami memiliki semangat yang luar biasa, oleh karena itu kami bisa!
Ningrum: Perjalanan srikandi Inspirasi Bagi Negeri ini, tentu saja, pengalaman berharga buat aku yang notabene bener2 pemula di dunia sepeda. Apalagi untuk mountain bike. Etape2 yang dilalui oleh Srikandi, hanya dari Jepara – Purworejo saja yang aku kenal. Selebihnya, aku ngga tau medan nya seperti apa, hanya dengar dari semua orang yang bilang, rute selanjutnya nanjak dan nanjak.
Etape yang paling membahagiakan, paling baek, dan mengharukan, menurutku Jogja Gombong. Dimana pada tepatnya, pas di purworejo. Penyambutan oleh masyarakat dan anak-anak sekolah sangat luar biasa. Walo sangat panas, namun mereka menyemangati, membawa bendera, dan nggak terasa, selama perjalanan itu aku meneteskan air mata. Nggak nyangka aja, bisa gabung di srikandi dan mendapat sambutan super dari semua kota yang dilewati terutama purworejo.
Etape yang berkesan berikutnya sebenarnya waktu finish. Di Bandung. Bisa bertemu dengan sosok wanita inspiratif , cerdas, multitalenta, ibu Netty. Kalau selama perjalanan kita hanya mengenang dan berziarah ke makam pahlawan wanita, kali ini aku bisa bilang, ibu netty juga berhhak disebut salah satu pejuang perempuan indonesia.
Dan hal membahagiakan selanjutnya, bisa tambah temen, saudara dan merasa mendapat keluarga baru bersama srikandi b2w indonesia, dan semua crew. Selama perjalanan, walau berat medan dilalui tetep selalu ada gairah semangat dan semua saling menyemangati. I love you all.
Terima kasih kepada semua pihak, yang sudah membuatku bergabung ke Srikandi Jilid 2. Terima kasih kepada B2W Indonesia.
Aya: Perjalanan 6 etape bersama #21Srikandi membekaskan kesan yang sangat berharga dan tak terlupakan dalam hati saya. Sejauh ini, bisa dibilang pengalaman yang sudah berlalu beberapa minggu itu adalah pencapaian terbesar yang pernah saya terima dalam hidup. Sejak awal proses seleksi, semangat dan emansipasi kewanitaan saya sudah mulai bergejolak. Bahkan ketika minggu ke minggu latihan persiapan berlalu, semakin disadari bahwa saya berada di tengah perempuan2 Indonesia yang tangguh, gigih, dan berhati besar. Precious..
Berangkat dari motivasi awal mengalahkan diri sendiri, saya sangat merasa pembentukan dari hal itu sejak proses pelatihan dimulai. Tidak heran bahwa hal tersebut sering terjadi karena kami adalah sebuah tim unik dengan latar belakang karakter dan kemampuan masing-masing, didukung juga dengan tim support yang harus terus intens berinteraksi secara fisik maupun mental. Saya pun menikmati proses itu dan menganggap semua hal yang terjadi, hari demi hari, etape demi etape menjadi sebuah pengalaman berharga yang rugi jika saya tidak mengambil pelajaran darinya. Etape terberat dan tersulit adalah di hari pertama dan terakhir, saya dapat melihat pekerjaan tangan Yang Mahakuasa dalam tim hebat ini, sungguh menjadi momen sangat membanggakan dan mengharukan di tiap akhir perjalanan setiap etape ketika kami sampai ke kota tujuan. Saya sangat menyadari bahwa bukan kami yang hebat, melainkan Tuhan yang tuntun setiap kayuhan kami di atas aspal panas dan berbatu, setiap tanjakan turunan, semua medan jalanan beratus-ratus kilometer hingga akhirnya kami sampai ke kota tujuan, Bandung.
Momen yang paling mengharukan bagi saya adalah di hari terakhir perjalanan kami, hari itu tanggal 27 April kebetulan bertepatan dengan hari lahir saya. Dengan interaksi dan intrik yang terjadi sedemikian rupa diantara kami, sampai sebelum hari terakhir tersebut saya mengambil sebuah hikmah berharga dari perenungan singkat sebelum hari benar-benar berganti ke 27 April. Apapun yang terjadi dalam dunia ini, ketika kita tidak bisa mengubah orang lain, berarti kita yang harus berubah menjadi lebih baik. Sebuah diskusi singkat via pesan ponsel dengan teman dekat begitu menggugah hati saya yang tengah malam itu beranjak ke usia 27 tahun. "Okay, Aya.. you're gonna be wiser and stronger young woman, dear..", kata-kata itu beserta iringan doa dan syukur terus saya batinkan di tengah malam 26 April.
Dan ketika etape terakhir dimulai, tak hentinya saya bersyukur dengan menitikkan airmata di setiap kayuhan menuju Bandung, kota kelahiran saya. Sungguh merupakan berkat dan pengalaman yang luarbiasa tak terhingga ketika saya boleh dibentuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang baru di dalam sebuah tim perempuan yang sungguh solid dan membanggakan. Tak hentinya hingga detik inipun saya bersyukur dan berterimakasih atas kesempatan yang Tuhan dan seluruh tim berikan kepada saya untuk menjalani tour bersepeda bersama #21Srikandi jilid 2. Mungkin yang kami lakukan sederhana dan orangpun bisa terlupa begitu saja, namun biar visi dan misi yang kami sampaikan dari kampanye ini boleh terus menggaung di kehidupan masyarakat Indonesia melalui tingkah laku dan perbuatan kami, dan khususnya saya ketika kembali ke dalam kehidupan sehari-hari di lingkungannya.
Simbok Sarah: Berangkat dengan hanya dengan modal keyakinan penuh dan semangat karena latihan praktis hanya 6 hari n masih harus terpotong mengurus sisulung yang terinfeksi typhus h-4, jarak total 688 km menjadi tidak berarti, kesulitan apapun di etape manapun menjadi tak bermakna, karena sy punya THE AMAZING WOMEN TEAM !!!! Mungkin kalo ga punya 20 anak perempuan yang cantik saat gowes maupun enggak, kayaknya sy ga mampu nyelesein, karena saat touring, sy adalah tipikal penikmat sejati yg tidak harus dikejar deadline nyampenya .. Karena saat kita dalam formasi 2 berjajar kebelakang, sy mempelajari cara kalian masing2 bersepeda, n believe or not sy mengidolakan kalian...
Dengan Srikandi ini, sy belajar sangat banyak ttg segala hal tehnik bersepeda yang benar saat touring .. dan itu adalah MODAL nomer wahid, karena th 2012 adalah tahun pencanangan sy buat SOSIALISASI BERSEPEDA YG BAIK DAN BENAR MASUK SEKOLAH ke kota2 di Jawa Timur, dan alhamdulillah tgl 17-20 Mei 2012 besok, adalah event Goreng Linkot Linkom (Gowes Bareng Lintas Kota Lintas Komunitas atau disingkat jd GLL) yang ke-3, dengan rute Surabaya-Probolinggo-Leces-Lumajang-Jember, dimana di setiap kota sy dengan crew (yang kebetulan semuanya berjenis kelamin laki2 n jalang eh, lajang yg berasal dr berbagai kota n berbagai komunitas di Jawa Timur) yang disinggahi akan masuk sekolah melakukan kampanye sambil berbagi helm dan bbrp merchandize. So girls, wish us luck, because of all of you, sy jadi semakin ingin meracuni perempuan2 lain di Jawa Timur…
Ps: Untuk yang pernah dan masih bersama-sama dengan saya dari masa latihan, selama perjalanan dan setelah event berlangsung… dimana pun kalian berada… AKU SANGAT MERINDUKAN MASA-MASA INDAH INI. I LOVE YOU!

Tag: Umum




1081.90
13.00
