Danuh Adipura

Penting +21 rating

Dijambret!
 Danuh Adipura06 Juni 2012, 23:4811 komentar di Kategori: Umum

Friends, saya mau share mengenai kejadian yang menimpa saya hari sabtu kemarin (2 Juni 2012).

Saya sedang berada di Surabaya, sudah beberapa bulan. Dan apabila di Jakarta, saya sering bike to work, di Surabaya, saya tidak bike to work, karena berangkat bersama dengan rekan lain, naik taksi (bisa klaim) atau dijemput mobil customer. 


Karena waktu itu teman saya berangkat/pulang, sedang 'pulang kampung' karena ayahnya meninggal, jadi saya sendirian di Surabaya, dimana saya mencoba untuk bike to work lagi. (Sepedanya saya bawa dari Jakarta beberapa bulan lalu, namun hanya saya pakai untuk CFD di hari minggu).


Hari itu hari Sabtu, dan merupakan kelima kalinya di Surabaya saya mencoba naik sepeda ke kantor. Waktu pulang, saya akui saya lengah, karena mungkin saya menganggap Surabaya lebih aman daripada Jakarta, jadi saya menaruh tas saya di keranjang depan sepeda.

Ketika melintas di daerah Rungkut Asri, tidak jauh dari perpustakaan umum, mendadak saya dipepet oleh 2 orang yang naik motor berboncengan. Orang yang duduk di boncengan dengan sigap menarik tas yang saya taruh di keranjang depan, dan meninggalkan saya melongo. 

Dalam beberapa detik, saya langsung sadar dan mulai PANIK. Isi tas itu adalah Handphone, Dompet, dan Kunci rumah.


1. Tanpa handphone, saya tidak bisa telpon siapa2 untuk meminta bantuan.
2. Dompet isinya adalah kartu ATM, KTP, dst. tanpa kartu ATM berarti saya tidak bisa ambil uang sama sekali.
3. Tanpa kunci berarti saya tidak bisa masuk rumah (rumah dinas).
4. Dan seperti saya sudah tulis di atas, waktu itu saya 'sendirian' di surabaya karena rekan saya sedang pulang kampung.

Saya langsung menggenjot sepeda saya sekencang mungkin sambil meneriaki 'maling'. Saya tahu saya tidak mungkin bisa mengejar motor tersebut, jadi saya hanya bisa berharap ada warga yang mau menjegal motor tersebut.

Setelah beberapa saat mengejar, motor tersebut pindah jalur, melawan arus dengan tujuan masuk gang, saya mengikuti. Setelah dia masuk gang, ada motor yang melaju lurus, dan saya tidak sempat menghindar, sehingga terjadi tabrakan 'frontal' yang mengakibatkan saya terpental. Motor yang tabrakan dengan saya juga jatuh.


Waktu itu sudah banyak orang yang melihat di pinggir jalan, dan melihat saya tergeletak di tengah jalan, mereka langsung menolong saya untuk menepi, baik saya maupun motor yang tabrakan dengan saya.

Waktu itu pikiran saya masih disorientasi, karena 4 faktor yang saya sebutkan di atas, dan mungkin juga karena efek tabrakan yang baru terjadi. 

Saya diberi minum oleh Toko kue Nanari, (saya tabrakan pas di depan situ), dan ada warga yang berbaik hati meminjamkan Handphone-nya ke saya. Setelah bengong cukup lama, akhirnya saya teringat bahwa saya ada sepupu di surabaya. Saya langsung telpon ke rumah (Jakarta), meminta mama saya menghubungi saudara saya untuk datang.

Sambil menunggu saudara saya datang, saya sempat meminta maaf sama pengendara motor yang tabrakan dengan saya, Dia ternyata perempuan. Tapi dia sepertinya tidak apa-apa, dan sudah bisa menaiki motornya kembali untuk melanjutkan perjalanan. Selagi menunggu, saya didekati oleh seorang tukang becak yang bercerita bahwa saya sudah diikuti dari jauh. 


Singkat cerita, setelah saudara saya datang, kami lapor ke polsek, kemudian langkah berikutnya adalah mencari tukang kunci untuk buka pintu rumah. Tapi karena sudah kemalaman, dan saya teringat bahwa besoknya ada team dari jakarta yang akan datang, jadi saya untuk malam itu menginap di kost sepupu saya dulu. Saya juga sudah telpon bank untuk memblokir kartu ATM dan Kartu Kredit yang hilang. Sepeda saya dibawa oleh tukang becak tersebut ke rumah dinas, namun karena kunci pagar hilang, jadi kita 'oper' masuk dari atas pagar.

Malamnya mama saya sempat menghubungi sepupu saya, memberi tahu bahwa ada yang menelpon (menggunakan nomor saya), bilang saya kecelakaan di jalan tol. Rupanya dia mau menipu mama saya.

Setelah itu saya langsung login ke facebook (ada internet di kos sepupu saya, untuk mengabari teman2 saya bahwa bila ada yang menggunakan nomor saya untuk meminta uang, diabaikan saja).

Besoknya kita ngurus HP yang hilang. Mama saya sudah transfer uang ke sepupu saya untuk saya gunakan, jadi saya membeli handphone baru, dan waktu beli handphone baru, ternyata ada galeri indosat, jadi saya sudah bisa mengambil lagi nomor lama saya dengan memberikan 5 nomor yang sering dihubungi (sebenarnya harusnya 10, tapi Customer servicenya bilang tidak apa-apa). Karena hp dan phonebook saya hilang, jadi sepupu saya contact mama saya untuk mengumpulkan nomor telpon saudara-saudara saya yang lain.

Malamnya team dari Jakarta sudah datang, dan kunci sudah saya ambil sehingga saya bisa masuk rumah. Setelah itu sepupu saya foto2 sebentar untuk mendokumentasikan kerusakan sepeda saya - maklum, kita rada2 alay, jadi semua diupload ke internet smile


Bisa dilihat di gambar, bahwa pelek depan patah di 2 tempat, dan garpu depan bengkok masuk ke dalam. Damn, I must have hit pretty hard.

 
Kondisi saya sekarang baik. Ada memar dan lecet di beberapa bagian, dan juga jalan masih agak pincang, namun tidak ada yang parah. Untungnya saya pakai helm sepeda juga, jadi terhindar dari luka di bagian kepala (helm itu penting).

Sekarang krisisnya belum berakhir, karena semua kartu identitas hilang, dan saya belum bisa tarik uang. Dan saya akan kembali ke Jakarta lusa untuk mengurus surat-surat yang hilang.

Yang saya pelajari dari insiden ini.
1. Jangan lengah. Kondisi aman bukan berarti tidak ada kriminalitas. Saya akui saya lengah dengan menaruh tas saya di keranjang depan, sehingga terlalu mudah untuk diambil orang.

2. Pakai helm. Kita tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi di jalan.

3. Jangan mengandalkan phonebook di HP. Paling tidak, hafalkan nomor rumah/anggota keluarga terdekat. Karena kalau handphone hilang, berarti seisi phonebook itu hilang.

4. Jika HP/Nomor hilang, langsung kabari keluarga/teman-teman untuk mencegah nomor tersebut digunakan untuk menipu.

5. Dan tentu saja, bila kartu atm/kredit hilang, langsung diblokir.
Untuk sekarang terpaksa saya istirahat dulu dari sepedaan, sepeda lagi non operasional, dan memang belum pulih sepenuhnya.

Jujur saya masih agak trauma dan mungkin butuh waktu agak lama sampai cukup percaya diri bike to work lagi.

 

 

Tag: Umum

 

Yang merating Note ini:


11 Komentar
ikut prihatin, semoga lekas pulih kembali.
 Akhmad Basuki• Komentar ini telah dihapus.
penting untuk mengingatkan kita semua untuk selalu berhati-hati dan waspada dimanapun kita berada.......semoga lekas sembuh om....dan kembali B2W
Keranjang depan? Bisa dibikin keranjang tertutup dengan pintu di atas dan dikunci pakai gembok. Kudu pesan dulu di tukang las nih. Semoga cepat pulih dan selalu waspada...
Ikut prihatin, jangankan di jalanan, istri saya baru keluar pager rumah kena jambret. Selalu waspada!
ahh.. modusnya seperti yg kemarin saya alami & HP pun melayang.. Semoga cepat sembuh, om.. jangan kapok ber-bike 2 work lagi..
waaaaahhh...turut sedih owm
Hati2 saat di jalan, kejahatan ada karena kesempatan, thanks for sharing..
turut prihatin.
semoga mereka dpt balasan yg setimpal
turun prihatin, om. semoga cepet sembuh dan barang2 yg ilang tergantikan dgn yg lebih baik. nambahin tips yaiut dog tag. info lengkapnya--salah satuynya--bisa cek dimari: http://b2w-indone...sana_dog_tag
innalillaah.. sabar y om.. semoga diganti dg yg lebih baik dan ada hikmah yg hebat.. termasuk berbagi info spt ini (aq jg sering taruh tas di keranjang depan). makasiy bgt pengalamannya, dan semoga tdk dialami oleh pengendara sepeda lainnya.. tetap semangat dan semoga ke depan, pengendara sepeda dpt dihargai dan dilindungi di berbagai lingkungan dan kondisi.. aamiin. ^.^
Lakukan Login untuk memberikan komentar.