elvi bandanaku

Menarik +2 rating

Gowes go west - Pantai Cahaya, Kendal
 elvi bandanaku24 November 2011, 12:440 komentar di Kategori: Umum

Pagi ini kami kembali berencana untuk gowes ceria, seperti gowes ceria sebelumnya, kami mengawali pagi dengan penuh semangat. Peserta gowes ceria kali ini sangat minimalis, hanya 5 orang saja, tapi tak menyurutkan semangat. Jumlah goweser bukan suatu parameter keberhasilan gowes ceria hahahaaa….

Beberapa teman berkumpul di simpang lima, tapi karena dari tempatku sudah agak ke barat, jadi aku janjian untuk bertemu di depan museum Ronggowarsito - Kalibanteng, tiba di sana sekitar jam 7 pagi, dan ternyata keempat temanku sudah menunggu.

Karena rombongan kami sangat sedikit dibanding gowes ceria yang sebelumnya, kami lebih mudah dalam berkoordinasi dan lebih santai untuk gowes, bisa berhenti dimana saja dan dapat mengatur kecepatan dengan lebih fleksible.

Gowes ke arah barat merupakan kali pertama kami lakukan, sudah 2 kali gowes ceria ke timur (Kudus, dan Jepara), 1 kali ke selatan (Solo-Jogja) sehingga kami menemukan medan pemandangan yang berbeda. Gowes ke barat terasa lebih berat, belum meninggalkan kota semarang saja, kami sudah di tempa dengan jalan naik turun menuju perbatasan, ditambah lagi dengan lalu lintas kendaraan lintas kota dan truk yang  ngebut membuat kami agak ngeri dan berusaha agar konsisten gowes di tepi jalan demi keselamatan kami.

Tak terasa sudah 30 menit kami gowes konstans menuju barat dan tibalah kami di perbatasan kota Semarang dengan kabupaten Kendal, tak jauh dari terminal Mangkang, sempatkan untuk poto dulu sebagai barang bukti tujuan baru kami. Dari perbatasan kami gowes memasuki kawasan kaliwungu, memasuki kota dan kembali di hadang dengan jalan naik turun phiiieeeww…asik ajalah yang penting tetep ceria saat di turunan..heheheheheeee…

Gowes santai membawa kami memasuki kota Kendal, waktu menunjukkan sekitar jam 8.15, dan sepertinya masih pas untuk mencari sarapan. Kami arahkan sepeda menuju alun-alun kota Kendal, dan kami beruntung ternyata masih ada beberapa pedangan sarapan pagi yang masih mangkal. Setelah melihat beberapa pilihan, kami sepakat untuk makan soto ayam dan bubur ayam pagi ini. Sarapan dengan segera terhidang dan alhamdulillah ternyata terasa sangat nikmat sekali, entah karena lapar atau memang rasanya enak sekali.

Setelah istirahat yang cukup dan sarapan, kami melanjutkan perjalanan kami, yaitu pantai cahaya di Weleri. Berdasarkan spanduk yang terpampang di pinggir jalan, jaraknya masih 38 km dari kota Kendal..hhhhmmmm…lamyan niy, masih jauh ternyata. Tapi yuk di gowes sepedanya.

Kembali mengayuh sepeda kami di jalur pantura menuju barat, di temani bis dan truk yang melaju kencang. Kecepatan kami cukup konstran untuk kelas pemula, walau kadang terhambat oleh angin yang membuat kayuhan sepeda terasa sangat berat dan angin dari bis dan truk yang ngebut mepet dengan kami membuat napas ngap2an..phiiiwww…yang bikin ga tahan di jalur panturan ini adalah panas yang sangat menyengat, padahal masih jam 10 tapi panasnya matahari sangat menyengat dan silaaauuu sekali.

Di ujung jalan lingkar Weleri kami kebablasan hingga persis di ujung tanjakan alas roban, dah mo jejeritan nangis kalo harus mendaki alas roban yang tanjakannya sungguh sangat terkenal itu, bis dan truk aja sering mogok, apalagi dengkul dengan sepeda seliku..hadeeeehh…..setelah bertanya-tanya ternyata kami kebablasan cukup jauh, sekitar 3 km, dan harus kembali lagi ke arah weleri melalui kemacetan lalulintas akibat perbaikan jembatan, berjuang diantara rapatnya kendaraan dan bersaing dengan motor  untuk mencuri celah diantara mobil, bus dan truk.

Lolos dari macet kita tancap gowes menuju jalan yang benar, hingga akhirnya kita menemukan petunjuk jalan menuju pantai Cahaya, tertulis 1 km, hooreeee….tapi kita mampir dulu di warung beli minuman segar karena panas banget. Waktu sudah menunjukkan jam 11 kurang, dan melihat tinggal 1 km lagi kita langsung semangat gowes.

Menuju pantai Cahaya kita memasuki jalan desa dengan hamparan sawah di kiri dan kanan serta jalan yang cukup rindah, pohon pinus berjajar rapi sepanjang jalan. Setelah 1 km gowes kami dihadapkan dengan kenyataan pahit, petunjuk arah menunjukkan 10 km lagi…whhaaattzz….oooaaalaaahh..ternyata di depan tadi petunjuk arah yang sebenarnya adalah 11 km tapi hilang 1 angkanya…huuuaaa…masih jaaauuuhh….pphiiieeewww…gowes gontai di lanjutkan, beruntung agak rindang tertutup pepohonan pinus, kalo ga bisa pingsan kita kepanasan. Hingga akhirnya tibalah kita di ujung jalan yang menunjukkan 400m lagi tiba di pantai Cahaya (dah gitu Andra masih aja ngotot 4000m…huuuaaaah…ampyuuuun)

Kami mendarat di pantai Cahaya persis jam 12 siang…wheeeww…panas... dengan membayar 5000/orang, kami masuk dan langsung menempati sebuah pondok yang baru saja di tinggalkan penghuninya….langsung leyeh2 dan disambut semilir angin pantai….alhamdulillah…..

Santai sejenak menikmati semilir angin akhirnya lapar mendera, masak mie instan saja karena tidak terlihat ada pedagang makanan di sekitar sini, lmayan buat ngganjel, hehehehehee dan kesempatan istirahat di manfaatkan oleh asrul dan ambar untuk kliling melihat-lihat kebun bintang kecil milik pengelola pantai Cahaya. Sebenarnya di pantai cahaya ini terkenal dengan atraksi lumba-lumba, dengan membayar Rp. 20rb, tapi karena malas kami ga nonton deh, padahal di semarang ga ada lho atraksi lumbalumba.

Lmayan juga gowes kita hari ini, melawan panasnya jalur pantura sampai nyasar hingga alasroban. Senangnya gowes bersama teman, walau cape tapi tetap riang gembira, semua tantangan dapat di lewatkan dan walau letih di gowes kali ini, tapi masih nagih untuk gowes jarak jauh berikutnya.

 

-vii-

 

Tag: Umum , gowes ceria. kendal , pantai cahaya , gowes bersama teman

 

Yang merating Note ini:


0 Komentar
Lakukan Login untuk memberikan komentar.

 

Note terkait:

Bikepacking, cara asik berlibur ala goweser
09 Desember 2011, 10:05