om ndlahom

XTR +99 rating

Kelirumologi @ b2w-indonesia
 om ndlahom29 April 2011, 14:2856 komentar di Kategori: Umum

Kelirumologi @ b2w-indonesia

Beberapa tahun mencermati dan mencoba ikut didalam pengembangan b2w-indonesia, guwe menemukan hal-hal keliru diseputar b2w-indonesia (ini menurut pendapat guwe) :

-          “Ada anggapan bahwa b2w-indonesia adalah klub sepeda, sehingga kalau sudah punya klub sepeda gak perlu lagi ikut-ikut b2w”, hal yang wajar jika ada anggapan ini tapi tetap saja ini keliru, b2w-indonesia adalah sebuah komunitas yang berbentuk organisasi resmi yang mewadahi gerakan moral untuk menjadikan sepeda sebagai alat transportasi alternative,  secara organisasi b2w-indonesia tidak membawahi klub/organisasi lainnya, karena berupa “gerakan moral” maka struktur organisasi b2w-indonesia hanya mengenal b2w-indonesia (pengurus pusat) kemudian b2w-wilayah kemudian rombongan, supaya ada keleluasaan bagi setiap individu yang memiliki kesamaan pandangan terhadap visi misi b2w-indonesia (http://b2w-indonesia.or.id/tentang_kami) dapat bersama-sama mengembangkan gerakan moral ini dengan apapun jenis sepeda yang dimiliki, apapun klub/organisasi sepeda yang dimiliki atau tidak memiliki klub sepeda sekalipun,..dan bahkan b2w-indonesia mendorong tumbuh suburnya klub sepeda, sehingga kesimpulannya bahwa b2w-indonesia adalah sebuah organisasi gerakan moral yang “cair” dan kenapa sebaiknya satu wadah yang bernama b2w-indonesia didalam menjalankan gerakan moral tersebut ? saya kira kita semua tahu jawabannya, jikapun belum,..silahkan buka http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/bersepeda_tunggal_ika#komentar

-          “Definisi Bike to Work adalah Bersepeda ke kantor”, ini keliru besar, kata “work” disini bukan berarti “kerja” tetapi bermakna lebih luas, yaitu “aktifitas” sehingga apapun aktifitasnya jika menggunakan sepeda sebagai sarana transportasinya, maka itu adalah bike to  work (termasuk istri saya jika pergi kepasar hahahahahaaaaa)

-          “Bike to Work berada dibawah naungan Komite Sepeda Indonesia (KSI)”, sama sekali tidak, b2w-indonesia secara organisasi tidak pernah menyatakan dirinya berada dibawah naungan KSI ataupun organisasi lainnya termasuk partai politik, pun juga tidak membawahi organisasi lainnya, yang dilakukan b2w-indonesia adalah menganggap bahwa organisasi yang memiliki tujuan yang kurang lebih sama atau mau mendukung gerakan moral b2w-indonesia dianggap sebagai “partner/mitra” termasuk disini ISSI,KONI,institusi swasta, NGO, dll

-          “B2W-Indonesia itu hanya mau kerjasama dengan produsen,provider, vendor-vendor tertentu saja”. Hal ini juga keliru, b2w-indonesia tidak pernah menyatakan hal yang demikian, memang betul b2w-indonesia ada kerjasama dengan vendor-2  tertentu tetapi bukan berarti kerjasama ini mengikat selamanya, peluang sangat terbuka bagi vendor lain yang sejenis namun  ada batasan-batasan yang harus disepakati bersama dan tentu saja juga harus melihat klausul kontrak kerjasama dengan vendor sebelumnya

-          “Untuk menjadi anggota b2w-indonesia harus memberikan iuran bulanan”  tidak ada aturan khusus perihal ini, kalaupun ada iuran di b2w-wilayah inipun juga tidak mengikat tergantung kesepakatan anggota masing-masing wilayah, hampir semua wilayah tidak menerapkan aturan ini, lalu darimana dana aktifitas ? kawan-kawan pengurus baik di pusat maupun di wilayah cukup cerdas didalam menyiasatinya, diantaranya gandeng sponsor, penjualan merchandise, dan tentu saja “saweran” ketika ada event (ini jalan terakhir), namun demikian b2w-indonesia akan sangat berterima kasih apabila ada individu maupun institusi yang berkenan memberikan donasi. Naaaahh karena seringkali pihak sponsor selalu menanyakan jumlah anggota di suatu wilayah, maka ada baiknya individu yang merasa menjadi bagian dari b2w-indonesia berkenan mengisi formulir keanggotaan dan dijamin data akan disimpan rapi dan dipertanggungjawabkan oleh pengurus

-          “Memiliki sepeda mahal merupakan salah satu syarat menjadi anggota” dibanyak wilayah sering ditemukan anggapan demikian,..hhhmmm asal sepeda dan bisa digowes sudah cukup untuk menjadi anggota b2w-indonesia

-          Hanya sepeda MTB dan folding saja yang diakui di b2w-indonesia,wkwkwkwkwkwkkkkk keliru total, ada jargon baru (ide kreatif b2w-kudus),..”Bersepeda tunggal ika” berbeda-beda sepeda tetapi tetap ngonthel juga, makna dari jargon ini adalah apapun jenis sepedanya mari ber bike to work.

-          “Penjualan merchandise b2w-indonesia itu sama dengan penjualan yang dilakukan pedagang kaki lima” ini pandangan bodoh dari seseorang yang nggak ngerti b2w-indonesia (atau pura-pura nggak ngerti), sekali lagi bahwa b2w-indonesia adalah organisasi gerakan moral maka salahsatu cara untuk menjalankan roda organisasi adalah dengan cara mencari dana melalui penjualan merchandise yang sering kali harus memanfaatkan  berbagai event/moment, memang harus buka lapak tetapi bukan berarti ini sama dengan pedagang kaki lima

-          “Kalau menjadi panitia event b2w-indonesia akan dibayar” hahahahahahahaaaaaaa kalau memang demikian, saya sudah upgrade sepeda berkali-kali,…yang diperlukan oleh b2w-indonesia adalah individu-individu yang memiliki jiwa volunteer, kalaupun ada fee / uang lelah disuatu event itu tidak lebih dari upaya pengurus untuk mengganti biaya pribadi yang sudah dikeluarkan, misal : pulsa telepon, makan, akomodasi dll,.dan nilainyapun seringkali sungguh tidak sebanding bila diadu dengan pengorbanan waktu, biaya dan tenaga para individu tersebut (salam hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk semua sahabat yang selama ini aktif mengembangkan gerakan b2w-indonesia dimanapun),…xixixixixxiiii malah lebih sering nggak dapet kan ?

-          “b2w-indonesia sekarang sudah komersil, sedikit-sedikit mesthi uang” ahaaaa,..pendapat ini beberapa kali “bersliweran” disekitar saya,.. sebuah hal yang sangat wajar karena pandangan ini muncul  dari sebuah “kekeliruan”  informasi, keliru ketika menerima informasi yang tidak lengkap (tidak utuh/sepotong), keliru ketika mendapatkan informasi dari “oknum” yang mencoba memanfaatkan b2w-indonesia (sebagai contoh : jika ingin mengajak tim saya (mengaku tim dari b2w) sebagai marshall fun bike maka harus menyediakan dana marshall sebesar 20 juta per event,….glek!!!, padahal seumur-umur b2w-indonesia tidak pernah “jualan” marshall), contoh diatas adalah hal nyata yang dilakukan seorang “oknum” . Sekali lagi bahwa organisasi ini memang memerlukan dana operasional, sehingga diperlukan cara-cara cerdas didalam mengelola manajemen keuangan organisasi termasuk didalamnya adalah sumber-sumber pendapatan dan kebijakan pengeluaran keuangan, namun bukan berarti dalam mencari dana akan melakukan hal seperti yang dilakukan oleh oknum diatas, naaaahhh  jika saat ini melakukan berbagai terobosan dalam rangka mencari dana operasional apakah hal tersebut dianggap komersil ? kok rasanya keliru !!

Minggu, 30/05/2010 - 14:43

  • JAKARTA, (PRLM).- Kampanye pelestarian lingkungan melalui kegiatan bersepeda terus digalakkan di Silang Monas Jakarta, Minggu (30/5). sejumlah tokoh mendeklarasikan komunitas Back to Bike (B2B). Anggota B2B adalah seluruh komponen masyarakat dari semua kota di Indonesia, termasuk komunitas-komunitas bersepeda seperti Ikatan Sepeda Sport Indonesia dan Bike to Work…dst….
    • Kalimat diatas adalah penggalan dari berita online sebuah media tentang peresmian B2B,..ada kalimat yang”keliru” menurut saya, yaitu anggota B2B adalah seluruh komponen masyarakat dari semua kota di Indonesia, termasuk komunitas-komunitas Bersepeda seperti Ikatan Sepeda Sport Indonesia dan Bike to Work,…gwharakaduh ini yang keliru wartawannya atau yang memberi  informasi ? terlepas dari itu, intinya bahwa keliru besar kalau b2w berada di bawah b2b, seperti penjelasan sebelumnya (tentang KSI),..memang benar bahwa saat peresmian b2b,  ketum b2w-indonesia hadir, tetapi kehadiran tsb untuk menghargai undangan panitia, sama seperti ketika menghadiri undangan klub/komunitas sepeda yang lain, artinya bukan berarti kalau hadir itu sama dengan menyetujui bahwa b2w menjadi anggota b2b

silahkan kalau ada yang mau nambahin, kali' aja ada yg luput dari pandangan guwe

tambahan dari guwe (29.04.11) :

-          Jakarta Critical Mass (JCM) , merupakan kampanye sepeda yang disupport oleh b2w-indonesia,..sejauh pemahaman saya, b2w-indonesia (secara organisasi) tidak ada kaitannya dengan penyelenggaraan JCM, jauh sebelum JCM lahir, b2w-indonesia sudah menyelenggarakan event malam hari yang secara rutin dilakukan sejak tahun 2006, yaitu yang biasa disebut sebagai “kelap-kelip” di tahun itu kelap-kelip seringkali dilakukan dengan start di put-put golf senayan kemudian nggowes bareng keliling kota Jakarta,..jika pemahaman saya keliru,barangkali bisa dilihat disemua poster JCM,apakah pernah terpasang logo b2w-indonesia? Rasanya kok nggak ada ya…..

 

*)gambar circlecopnya punya omdhe

 

Tag: Umum

 

Yang merating Note ini:


56 Komentar
Mantebs Suranteb, Jos Markojos, note ini mesti muncul tiap bulan biar kelirumologi tidak terjadi lagi he2.. Thanks Om Poetoet.
86 om,...biasanya dapetnya kalo lagi kongkow atau klayapan ke daerah,...
BIKE TO WORK = Bersepeda ke tempat aktivitas

BIKE TO OFFICE = Bersepeda ke Kantor

BIKE TO CAMPUS = Bersepeda ke Kampus

BIKE TO SCHOOL = Bersepeda ke Sekolah

smile big grin LOL
@Cakyoh:
ayo Cak lengkapi lagi biar smua jadi "ngeh" smile
Sobat-sobat B2W dalam kampanye dan meracuni orang untuk bersepeda tidak hanya dalam aktivitas bersepeda saja, tapi juga lewat media Digital seperti Facebook, Milis, Blog, Jejaring Sosial, dan Web B2W sendiri yang sangat canggih yaitu Web 2.0, artinya para penyepeda lebih aktif mengisi konten dalam bentuk note dan foto2 yg menarik dan bagus banget, terus saling mengapresiasi dengan memberi rating, penilaian dan komentar, semangat brotherhood dan mau sharing terlihat jelas dari para penyepeda, dalam hal jangkauan cukup luas, sampe seluruh dunia, mungkin google analistic akan terkagum2 dengan trafic yg ada di web B2W yg sangat tinggi dan menjadi nilai positif di dunia Jekajaring Sosial, Media Sosial dan internet seluruh dunia.
mari kita berbagi info, dan saya yakin dunia akan melirik kita.
@Cakyoh: Amin... setuju bgt Om!
termasuk anak saya : BIKE TO WORKnya = gowes2 keliling komplek sama tmn2nya
penting neeeh biar gak salah kaprah smile
o#o o%o
wajib menjadikan note ini sebagai "note terpopuler" agar semakin lama nangkring di halaman pertama => semakin banyak yang membaca
terimakasih, jadi sedikit lebih tahu sekarang. Pekanbaru kapan menyusul kota2 yang lain ?
itulah susahnya bawa2 nama indonesia..uum..wilayahnya luas...masing2 daerah pun beda budayanya.....untuk mencapai pemahaman yang b2w yang bisa diterima secara luas di indonesia...kyknya harus sering keliling indonesia ni uum putut..hahahah..
@Jeffri Kun Argon:
yup om..tanggal 15-18 april ini guwe insya allah ke sulsel terus lanjut kalsel...weeeeehhh perlu donasi nih, udah cekak euy wkwkwkwkwwkkkkk
seandainya note ini bisa dibikin "sticky" seperti di forum2 gitu ya...pasti makin banyak yang tertarik b2w
Lanjutkan pakde....siip maju terus , btw smoga perjalannya nyaman dan selalu diberikan perlindungan oleh Allah SWT.
ikud meramai kan ahh...
go go goweeeeeeeeeeeeessssssssssssssssssss \o/
Sang Pencerah.....semoga banyak yang tercerahkan seperti saya, agar bisa ikut mencerahkan teman2 yang lain.
setuju banget mas dengan opini mu, sebagian temen2 masih berfikir kalo b2w itu grup, kasian juga, mau dong kapan2 dikunjungi teman2 dari b2w indonesia...cheers...have fun gowes...smile
@Diana Puspita:
lhaaa aku sudah beberapa kali berkunjung ke palembang loh....
boleh2 lah ajak saya kalo ada acara, tak dibayar pun saya mau hehe, bener gk bohong deh, suer !hehe
Sdkt share, temen2 pesepeda di daerah msh beranggapan bahwa B2W adalah club sepeda. Padahal sama sekali keliru. Itu yg sedang kami coba sosialisasikan dengan berbagai pendekatan. Notes'e apik om. Salam dari Bumi Tambun Bungai.
Om Poetoet Bertanya Dong, untuk statement ini: "Secara organisasi b2w-indonesia tidak membawahi klub/organisasi lainnya, karena berupa “gerakan moral” maka struktur organisasi b2w-indonesia hanya mengenal b2w-indonesia (pengurus pusat) kemudian b2w-wilayah kemudian rombongan"
Mohon Info Berarti Hirarkinya Pusat-Wilayah-Rombongan, Kalau Di Bekasi Wilayahnya apa? kalau Rombongannya Kan Robek.

Thanks Om
@Mang Dewa Sina:
wilayahnya bekasi, Robek adalah nama organisasi b2w-indonesia wilayah bekasi, sama dengan Robar, Rosela,dll..ini terjadi karena ketidaksengajaan saat pembentukan b2w di tahun-tahun awal,..mohon baca juga "note" saya kewilayahan bagian 2
hmm..berarti hirarkinya Pusat-Wilayah ATAU Rombongan yah, just make clear aja.
TErima kasih om atas penjelasannya
khusus DKI dan sekitarnya om, wilayah = rombongan, inipun hanya untuk nama panggilan (sebutan) saja, yaitu robek (b2w bekasi), robar (b2w jakbar), rosela (b2w jaksel), rodex (b2w depok), ranger (b2w tangerang), timut (b2w jaktim-jakut), dan rogad (b2w jaktim-jaksel),..itu adalah rombongan yg kita akui sebagai wilayah b2w,..selebihnya adalah rombongan yg bener2 kita anggap sebagai rombongan yg sebenarnya, contoh roban (rombongan bandara) dibawah b2w tangerang,..semoga lebih memperjelas
gamblang, jelas dan lugas...
setuju bgt tuch b2w terbuka untuk smw kalangn w ja yg punya speda butut sering nongkrong disekre para dedengkot b2w pada ymbut dgn baik,w tnya2 tntng sepda djwb dgn jls,malh da yg bntu w nyri kerjaan....
sempet minder pi lm2 biasa gbung ma orng2 berbagai klngn,seru seru bgt...
saya suka artikel ini,om...sebagai newbiew mohon pencerahan dan kritik JIKA ada comment saya yang salah dan tak antah berantah juntrungnya hehehehe....jadi kalo suka fotografi enaknya pake nama B2H (Bike To Hunt) atawa B2S (Bike To Shoot) hehehe...monggo!!!
salam dari surabaya smile
@koesnulyakin:
no problemo om koes...mau pake nama apapun monggo saja..sing penting nggowes..dalam konteks note saya diatas, saya mencoba menjelaskan dari aspek nama dan maksud organisasi b2w-indonesia, supaya orang tidak salah menafsirkan definisi dan maksud bike to work, sekali lagi buat kita yang terpenting adalah menjadikan sepeda sebagai alat transportasi alternatif..kendaraan bermotor tetap penting buat kita namun,..bagaimana caranya kita gunakan secara bijak,..terima kasih.
Saya sangat suka ini:

”Bersepeda tunggal ika” berbeda-beda sepeda tetapi tetap ngonthel juga, makna dari jargon ini adalah apapun jenis sepedanya mari ber bike to work.
semoga nte nya dibaca oleh semua orang yang ikut dalam b2w daerah big grin
bagus, kalau bisa diforward ke milis-milis penggemar sepeda, motor, mobil,olahraga dll
Eeehhh . . ada om baik to wok pake sepeda kecil tuuh . . kata anak-anak ketika saya lewat salah satu kampung. Lha kok kayanya ekspos banget ya? Padahal barengan saya waktu itu ada yang pake sepeda juga diboncengannya ada alat-alat pertukangan. tapi beliau ko ga disebut "Om baik to wok?"

Yah, memang akhirnya masyarakat yang menilai, termasuk anak-anak kecil. Sosialisasi seperti note ini harus selalu di dengung-dengungkan.
Mantabs Om

Apapun sepedanya yang penting dengkulnya
Apapun sepedanya yang penting kemauannya

Smangat menggoes . . .
 Om hudi• Komentar ini telah dihapus.
mak nyusss.... bisa buat bahan kampanye neh...
motto kita jg gak jauh beda Om... "sepeda opo wae entuk gabung.." (sepeda apa saja boleh gabung) hehe
tabe' saya dari makassar bisa sedikit lega karena bisa memberikan jawaban ke teman2 yang sering bertanya seperti yang ditulis diatas, sekali lagi terima kasih
@Mubarak Andi Pampang:
sama-sama om,..jangan sungkan sampaikan ke saya jika ada hal lain yang mungkin belum terangkum,..sapa tahu bisa membantu
beberapa info di atas memang pernah sy dengar dikit2....untung skrg ada jawabannya
btw sy ksih rate kok tetep mentok di XTR99 ya? apakah sdh bener2 mentok hihihi.... tongue
@Nanuza:
xtr99 memang angka tertinggi, jadi walaupun sudah melampauinya tetap akan terpampang xtr99
wah ada dewa memberi pencerahan musti di resapi nih
gowes...gowes...gowes... kemanapun....gowes....
Mantep. Nggak salah punya sahabat Om Poetoets.
@Rivo Pamudji: Maksudnya : Hayu terus berselingkuh ? hahaha
Anakku malah minta tambah selingkuhan.
Dulu kita2 suka jalan2 malam hari sepulang beraktifitas. Saat itu bernama Turing B2W, lalu setelah rada pasif kita ganti dgn nama Kelap Kelip !.. Bangga kalo lihat perubahan B2W Indonesia ! edaaann tenaaannn..
@sukartono: Sahabat kok ngambek gak dikasih kaos hahahhah..
@Tekad Adiyono:
eeh kaosnya aku pamerin dimana-mana dong hahahaaaa...barusan dapet kiriman kaos lagi (dari kudus) dibelakangnya ada tulisan : bersepeda tunggal ika,..pamer lagi aaahh
yg dari bandung tuuhh : 4 Sehat, 5 Sepeda hahaha aku suka banget ! Gimana kalo : 1 istri, 2 anak, 4 selingkuhan hahaha....
Nambah informasi nih setelah baca ini, thanks for sharing sekaligus salam kenal.

Saya Lone Rider, tinggal di Cawang, Kantor di Gatot Subroto big grin Deket bener dah mbosehnya.
Mudah2an setelah membaca ini sudah tidak akan ada lagi salah kaprah masyarakat khususnya pesepeda dalam memandang B2W ini ya om.. Ayo kita sosialisasikan,.. !!
hahahaha menarik skali om, yg ikut jd panitia di event pake bayaran, waduuuh kalo begitu ceritanya, sy juga sdh bisa beli mtb lagi dunk, xixixixiiiii
mancal gak mancal sing penting mancal.. tongue
sekali mancal tetap mancal.. merdeka..!!!
Info yg maknyus....buat newbi kaya gw ini
sangat berharga bagi kami newbie
Jujur saja,sy pun awalnya sempat berpikir bhw B2W ini adl sejenis klub,namun stlah d jlaskan oleh salah seorang tman kntor yg prnah aktif di B2W..akhirnya sy lebih mengerti ttg B2W...salam knal dr anak barusmile
salam kenal juga om Zain
Lakukan Login untuk memberikan komentar.