zaenal abidin
keong racun : nyindir tanda tak mampu
“ngirit bensin ya..”
Demikian perkataan seorang teman yang tidak saya sangka-sangka akan keluar dari mulutnya. Saya lumayan kenal baik dengannya. Itulah sebabnya saya pikir tidak akan ada kata-kata tersebut darinya. Yang saya maksud kenal baik adalah selama ini dia sering minta ranjen pada saya. Ranjen adalah kupon/voucher untuk isi bensin. Jadi untuk urusan bensin saya lumayan melimpah karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli bensin. Jadi saya yakin sekali kemampuan saya dan kemampuan teman saya ini dalam hal persediaan bensin.
Tapi sebagai seorang keong racun, saya tidak marah. Hanya sedikit senyum di ujung bibir dan berlalu. Bagi saya seorang keong racun yang sedang menyebarkan racun b2w di kantor, segala sesuatu yang berhubungan dengan sepeda saya tangani dengan hati-hati. Walau banyak ejekan dan sindiran mengenai aktifitas bersepeda, tetap saja saya tersenyum dan berusaha terlihat rendah hati (dalam hati arrggh..).
Banyak lagi kalimat verbal bernuansa sindiran. Kalau diladeni malah menjadi perdebatan yang tidak ada habisnya, kemudian menjadi saling tidak enak hati. Padahal kita kerja di kantor yang sama. Mau tidak mau setiap hari harus berinteraksi. Kalau hanya gara-gara sindiran tentang sepeda, hubungan pertemanan menjadi rusak maka misi meracuni banyak orang untuk gowess tidak bisa optimal.
Pernah sepeda yang saya parkir disangkutkan di tiang restok, terus kehujanan. Saya tidak marah malah mengabadikan kejadian tersebut dan tidak berusaha menginvestigasi tentang siapa pelakunya. Dan hal ini ternyata mujarab. Siang harinya seorang teman mendatangi saya dan mengakui perbuatannya. Katanya Cuma bercanda. Sore sebelum pulang, sepeda saya sudah ada lagi di tempat semula.

Pernah punya pengalaman yang sama atau mirip-mirip?
Tag: Umum , b2w , IBSN , berbagi
BE WE KA nihh....
huhuhuhuhu..
diresize donk oom...
tergantung kadar sindirannya juga si
kalau masih enteng2 yaa lupakan saja
tapi kalau sudah menyangkut yang prinsip.. hohohho..
"ente jual ane beli"
kate orang betawi..
ada juga 1 temen yg pernah bilang saya "Dia mah B2W biar irit", saya pun hanya tersenyum. Tapi kalo di pikir-pikir memang iya sih.
Ini sedikit perabandingan antara naik sepeda & bus :
BUS
1. Setiap hari ke kantor ngebus 2x naik = Rp 4.000 (pp = Rp 8.000)
2. Naik bus harus nunggu, harus berdiri kalo penuh, belom lagi kalo macet & resiko cepot alias copet.
3. Durasi perjalanan sekitar 40 - 60 menit
SEPEDA
1. PP 12 KM Rp 0,- alias Gratis
2. Ngga ngerasain yang namanya macet, ngga harus pegel berdiri kalo penuh, terbebas dari copet.
3. Durasi perjalanan sekitar 20-30 menit.
4. BONUS SEHAT
Nah ngga peduli orang mau bilang apa, yang penting ane gowes terusssssssss tiap hariiiiiii
beruntung sekarang bigbos ikutan b2w jadi sepeda dikasih tempat parkir elit di depan lobby berdampingan sengan mobil2
ternyata anda brangasan (pemarah)..... ngeri ahhhhhh
*piss
waduh seenaknya saja. tapi tidak apa-apa nTe, yang sabar ya
niat becanda sih oom, tapi tinggi amat. niatnya sudah bulat
itulah yang saya maksud, biarkan orang melakukan hal yang menyakitkan dan InsyaAllah kita akan dapat berkah.
he..he..he.. secara usia sih sudah dewasa, secara perilaku masih bayi. xixixixixixi
xixixixixi, namanya juga anak-anak. usianya saja yang dewasa kelakuannya ya begitu itu....
tp kl ilang beneran, nangis bombay neh
punya sih rantai sepedah, tapi namanya juga sudah tua. kuncinya sering hilang. lupa naro
hanya dengan pasrah kepadanya, maka berkah akan datang.
siipp oom, salam buat si koneng













446.90
27.90
