teddy Krisnawan

Menarik +12 rating

Obama Anggarkan Rp 11 Triliun untuk Fasilitas Pesepeda Jum'at, 18 Juni 2010 | 08:39 WIB
 teddy Krisnawan19 Juni 2010, 08:465 komentar di Kategori: Umum

TEMPO Interaktif, London - Pemerintahan Presiden Barack Obama menganggarkan untuk proyek fasilitas bagi pesepeda dan pejalan kaki sampai US$ 1,2 miliar (Rp 11 triliun) tahun lalu. Proyek tersebut diharapkan membuat warga Amerika Serikat berpindah menggunakan sepeda atau berjalan kaki ketimbang mobil.

Menurut Badan Federal Jalan Raya, anggaran untuk proyek fasilitas pesepeda dan pejalan kaki tersebut meningkat dua kali lipat dari US$ 600 juta (5,5 triliun) pada 2008. Sedangkan 20 tahun lalu pemerintah federal hanya menganggarkan US$ 6 juta (Rp 55 miliar) untuk proyek seperti itu.

Pengeluaran untuk proyek fasilitas pesepeda dan pejalan kaki memang dianggarkan meningkat tahun lalu. Namun, jumlahnya naik di luar perkiraan awal karena pemerintah Amerika Serikat mendapat tambahan US$ 400 juta (Rp 3,6 triliun) dari dana yang termasuk dalam program pemulihan ekonomi.

Fokus terhadap pesepeda dan pejalan kaki mencerminkan peralihan fokus dari pemerintahan sebelumnya yang dipimpin George Walker Bush. Menteri Transportasi Amerika Serikat di era Bush, Mary Peters, menampik proyek-proyek fasilitas untuk pejalan kaki dan pesepada karena dianggap “bukan transportasi”. Peter juga menilai proyek tersebut tidak masuk dalam kebijakan transportasi pemerintah federal.

Para Maret, Menteri Transportasi Ray LaHood mengumumkan perubahan besar dalam kebijakan transportasi. Perubahan tersebut berupa proyek-proyek fasilitas untuk pesepeda dan pejalan kaki yang sama pentingnya dengan proyek untuk kendaraan bermotor.

Kebijakan baru tersebut merupakan penerapan dari inisiatif mencari moda transportasi alternatif guna mengatasi masalah transportasi di Amerika Serikat.

Menurut laporan tahunan di Amerika Serikat, jumlah pesepeda dan pejalan kaki terus meningkat. Jumlah pejalan kaki meningkat drastis dari 18 miliar pada 1990 menjadi 42,5 miliar pada 2009. Sementara jumlah pesepeda meningkat dari 1,7 miliar menjadi 4 miliar pada periode yang sama.

Jumlah pesepeda dan pejalan kaki tersebut mencapai 11,9 persen dari total para warga yang menggunakan bermacam transportasi.

“Dengan mempermudah akses pesepeda dan pejalan kaki, kami memberikan pilihan lebih banyak kepada warga Amerika dan menciptakan komunitas yang lebih aktif dan hidup,” ujar LaHood.

 

Tag: Umum

 

Yang merating Note ini:


5 Komentar
Mimpi kali yach, kalo pengambil keputusan disini bisa seperti ini ?
Padahal berkurangnya jumlah kendaraan bermotor (bukan berkurangnya jumlah kendaraan bermotor yang dimiliki) pada saat jam berangkat kerja, akan berdampak bukan hanya pada polusi, kemacetan. Tapi juga berdampak pada berkurangnya beban APBN termasuk didalamnya subsidi BBM, anggaran kesehatan, anggaran perawatan jalan (jalanan rusak sebagian besar karena kendaraan bermotor), dsb.
Mungkin perlu ada studi lanjutan ttg ini yang hasilnya bisa diwacanakan secara luas. Btw, adakah dari anggota dari komunitas kita ini yang kerja di lembaga riset/penelitian? Kalau ada mungkin ini bisa jadi bahan penelitian (kalo perlu bisa minta dana dari sponsor, seperti merk sepeda).
ga ada yang ga mungkin.,.,.,.,
apakah para om n tante mau ikut bermimpi dgn saya
memimpikan suatu keindahan akan sepeda....
just shere the road
Bisakah terwujud di Indonesia????????????
yakin..............
smoga terealisasi brader
Lakukan Login untuk memberikan komentar.