senoaji wijanarko

Menarik +6 rating

Sepeda federalku..
 senoaji wijanarko10 September 2012, 07:135 komentar di Kategori: Umum

Memiliki 2 sepeda polygon full suspension dan hardtail membuat saya sadar bahwa setiap sepeda memiliki maksud terkait karakter yang diwakili spesifikasinyasmile Menggunakan Broadway "durhaka" (demikian saya menyebut broadway hasil customize tangan sendiri) yang nyaman di medan offroad berkat suspensi depan barunya yang bertravel moderat (100mm) ternyata terasa melelahkan saat melewati tanjakan jalan rata jika tidak pandai-pandai menahan ayunan tubuh yang diredam suspensi sehingga malah menimbulkan ayunan-ayunan yang mereduksi tenaga kayuhanfrown

Kelemahan tersebut juga diinspirasi dari artikel-artikel mengenai touring menggunakan sepeda (bersepeda dengan jarak naudzubillah mindzalik) membuat saya memberanikan diri merakit sepeda hardtail (xtrada 4.0) dari rangka yang dijual seorang teman...

Seiring waktu seorang teman menggiring saya masuk grup MTB Federal yang notabene sepeda idaman saya waktu SD dulu. Keinginan memiliki federal tidak dikabulkan papa karena kami dulu memiliki sepeda mini buatan jepang (lupa namanya) yang akhirnya hilang dan digantikan sebuah MTB merek taiwan yg pada masa itu malah lebih mahal dari federal yang pasaran LOL tapi tidak mengapa, toh sepeda yang dibelikan papa sampai hari ini awet tersimpan di Jakartabig grin

kembali ke Federal, godaan memilikinya muncul dari testimoni dan gambar-gambar di grup tersebut utamanya juga karena semboyannya "conserve" melindungi buatan IndonesiaLOL ide ini menurut saya sangat nasionalis di tengah era gempuran produk cina, meski kedua sepeda saya yg pertama saya miliki di Nunukan ini adalah produk lokal Indonesia juga. Keinginan tersebut saya tuangkan di Grup yang segera disambut seorang federalis yang ternyata juga sering terlibat dalam jual beli sepeda langka. Dia menawarkan sepeda federal yang menurut saya agak asing karena federal yang saya kenal dulu ngga seperti itu. Karena percaya dari testimoni beberapa federalis saya ambil sepeda itu dengan harga 1,1 juta dan ongkos kirim ke Nunukan 550 ribubig grin.

sepeda langsung dirakit di bengkel (saya tinggalkan bertugas di pedalaman selama 2 minggu) dan saat jadi kondisinya agak sulit saya terima karena perpindahan gear tidak sempurna dan masalah lain seperti seatpost yang tidak mau lepas sama sekali. dengan alasan yang tidak bisa saya kemukakan di sini, sepeda saya bawa ke kantor, semua shifter saya lepas direndam minyak tanah sambil dibersihkan dengan kuas. perlahan setiap bagian bergerak dilumasi dan bagian yang kusam dikilapkan. Tidak lupa sepasang ban Kenda kinetics ukuran 2.35 menggusur keberadaan ban bawaannya yang sudah getas. Semua dilakukan sendiri di kantor. Alhasil sepeda kinclong dan sangat enak di pakai. Belakangan baru saya ketahui bahwa grupset bawaan Federal Jaguar ini : shimano exage 300Lx salah satu yang unggul di jamannya. Tapi ini belum menyingkirkan godaan upgrade 9 speed (alivio/acera) seperti 2 polygon sebelumnya. Iseng-iseng saya mencobanya di tanjakan agak ekstreem (masih jalanan aspal sih), hasilnya ngga disangka...dengan gear belakang bermata 28 pun naiknya asik sekali!!! ringan!!, penjualnya membisiki saya: "itu berkat gear depannya yang berbentuk oval" ya....Oval!! saya belum tahu penjelasan teknisnya tapi memang terasa berbeda dengan hardtail xtrada. Sepeda tua ini menyenangkan untuk digunakan.. dan tentu saja, rasa bangga menggunakan produk bangsa juga mengalir deras di nadi big grin

 

Tag: Umum

 

Yang merating Note ini:


5 Komentar
Saya dulu di Malang Bike to School pake Federal, pindah ke Blitar kerja pake Federal, terus di jual buat ongkos ke Jakarta (curhat) ... di Jakarta kerja naik bus 1999 bertahan cuman 3 bulan, nabung beli sepeda di encik2 sepeda taiwan abal2 fullsus, maklum kalo gowes takut lewat jln raya yg rame jadi lewat kampung2 jalan makadam. Setelah sekian lama naik sepeda MTB abal2 punya sepeda lipat Dahon...karena rute jauh dan bisa naik KRL, eh dapet rejeki di kasih Dahon Jadul Da Bike 1982 kondisi memelas...di renov dan layak pakai lagi, karena saya nyandu gowes full akhirnya Dahon kecil saya pensiun dan beli Federal lagi di toko sepeda bekas, sekarang kemana2 naik Federal lagi dengan komponen udah upgrade, di cat ulang, pasang kunci di ban belakang....ha2...Federal sepeda dinas saya...sederhana namun kuat dan maling ga terlalu minat he2...sekarang temen2 ikut2an berburu sepeda federal ya itu untuk melestarikan produk nasional dan kita bentuk Federal Owner di FB, kebetulan om ketua adalah kakak kelas SMA di Malang yg sekrang tinggal di Jkt....jadi selamat datang dan gabung dengan Federal owner...
eehh..di november nanti ada jambore federal di Jogja loh..ikut yuuks
Federal ku, (bisanya beli sepeda pertama, kan sudah pensiun) Kemarin Rabu gowes BKT ke Pantai Tanjung Pakis Kerawang 135 km pp, enak banget tu. Salam hangat.
iya mas...saya sayang betul sama sepeda ke tiga ini.. dan pengen banget ikut jambore federal meski ngga nggowes jauh. penerimaan teman2 di grup mtb federal yang hangat menambah rasa percaya pada sepeda terbaik buatan anak bangsa ini...
Sepeda Federal itu pada jamannya adalah sepeda yang nggak kejangkau (hanya jadi impian) buat saya. Jadi memang bener-bener sepeda mahal (bagi saya).
Lakukan Login untuk memberikan komentar.