GIPSYPEMALANG

XTR +6 rating

SEPEDA KUNO/ONTEL VS SEPEDA MTB
 GIPSYPEMALANG19 Mei 2013, 02:211 komentar di Kategori: Umum

HARGA SEPEDA KUNO/ONTEL CAPAI PULUAN JUTA


Makin tua makin berkilau. Agaknya hal ini juga berlaku untuk sepeda ontel. Bayangkan saja, harga sepeda jadul ini bisa mencapai puluhan juta rupiah. Tidak heran peminatnya berasal dari kalangan pejabat dan pengusaha.

Di Banda Aceh, komunitas pecinta sepeda ontel ini tumbuh sejak beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, sepeda ini biasa digunakan masyarakat perkotaan sampai tahun 1970-an dan secara perlahan kemudian bergeser ke kawasan pedesaan.

Ada beberapa merek yang beredar di Indonesia. Pada segmen premium terdapat misalnya merek Fongers, Gazelle dan Sunbeam. Kemudian pada segmen di bawahnya diisi oleh beberapa merek terkenal antara lain seperti Simplex, Burgers, Raleigh, Humber, Rudge, Batavus, Phillips dan NSU.

Informasi yang dihimpun Serambi Jumat (22/2), jenis sepeda ontel yang banyak diminati di Banda Aceh adalah Gazelle dan The Raleigh. Gazelle merupakan buatan Belanda, mempunyai kenyamanan, sparepart, dan kualitas yang baik. Harganya mulai dari Rp 2,5 juta sampai puluhan juta. Sedangkan The Raleigh berkisar dari Rp 1,5 juta hingga Rp 15 juta. 

Untuk jenis sepeda ontel lainnya, seperti Valuas, Fongers, danSimplex dibanderol mulai dari Rp 500.000 sampai dengan Rp 4 juta. Sedangkan harga sparepart serta untuk merakit kembali mulai Rp 500.000 sampai Rp 2 juta.

“Sepeda ontel mahal karena langka dan susah dicari bahannya. Semua barang dan bahannya dari Yogyakarta dan Kediri,” ungkap Pengelola Usaha Sepeda Ontel, Hari, kepada Serambi kemarin. Di Banda Aceh, sambung Hari, peminatnya banyak berasal dari kalangan pejabat pemerintah dan pengusaha.(m)

kisaran harga

- Gazelle Rp 2,5 juta - puluhan juta
- The Raleigh Rp 1,5 juta - Rp 15 juta
- Valuas, Fongers, dan Simplex Rp 500.000- Rp 4 juta

Permintaan Sepi

PENJUALAN sepeda secara umum pada awal tahun ini mengalami penurunan. Pengelola Usaha Sepeda Ontel, Hari, mengaku bulan ini hanya menjual 10 unit sepeda. Hal yang sama juga diakui pemilik usaha sepeda ontel lainnya, Bakhtiar. Ia mengaku bulan ini hanya mampu menjual lima unit. 

“Kondisi ekonomi mengakibatkan pembeli sepeda ontel berkurang, sebulan hanya lima orang. Jika kondisi ekonomi membaik, setiap bulan bisa mencapai 10 sampai 15 pembeli seperti tahun 2012 lalu,” kata Bakhtiar.

Sepeda sport juga demikian. Permintaan meningkat hanya jika ada even-even tertentu seperti lomba sepeda. “Jika ada even-even tertentu, seperti lomba sepeda, banyak yang mencari sepeda gunung,” ujar pedagang sepeda, Anwar.

Sepeda elektrik juga sama. Beberapa bulan terakhir ini mengalami penurunan pembeli. “Dalam seminggu ini hanya terjual satu atau dua bahkan tidak ada sama sekali,” ujar seorang pedagang.

Sepeda elektrik dijual berkisar antara Rp 4 juta sampai Rp 5 juta. Sepeda ramah lingkungan yang menggunakan baterai ini dapat menempuh 50 km/jam. Saat daya habis, dayunggan sepeda dapat mengisi baterai, namun jarak yang dapat ditempuh tidak terlalu jauh. 


sumber http://aceh.tribunnews.com

 

Mengapa Harga Sepeda MTB Bisa Jadi Sangat Mahal

 

Menurut kategori sepeda gunung, harga sepeda MTB dibagi atas XC, Trail, AM, Freeride dan Downhill. Apakah benar sepeda dengan spesifikasi di medan terberat membuat harga sepeda lebih mahal dan mahal. Ternyata tidak juga, hal ini sudah terbukti bahwa jenis sepeda tidak bisa dijadikan patokan mahal tidaknya. Tentu menjadi pertanyaan lain, mengapa sepeda gunung menjadi mahal, bahkan sangat mahal saat ini.

Diawal tahun 1990 an, sepeda MTB masih dirancang sederhana. Untuk model Downhill bike saat itu menjadi model sepeda termahal, karena kekuatan menjadi nilai dari harga sebuah sepeda Downhill. Tetapi berkembangnya teknologi, harga sepeda saat ini malah berbalik. Dari berbagai jenis sepeda XC, Trail, AM, Freeride dan Downhill. Yang awalnya termurah dimulai dari kelas XC, sekarang jenis sepeda cross country (XC) dan All Mountain (AM) lah umumnya lebih mahal.

Hal tersebut sudah terlihat sejak pameran Interbike di Amerika dan pameran sepeda di Eropa baru baru ini.
Kehandalan sepeda Downhill dengan kekuatan komponen harus dikalahkan oleh harga sepeda jenis XC yang ringan. Satu sepeda XC tipe mutakhir sudah mengejar harga $10.000.
Lihat saja model YT Fast Forward Mountain Bike, harganya setara sepeda Downhill papan atas. Mau lebih hebat lagi dari Mountain Bike Scott Genius Limited, ditawarkan harga penuh 10.000 dollar dengan spesifikasi komponen paling atas. Sedangkan sepeda Downhill malah jarang berada pada angka $5.000.
Lihat saja edisi terbaru dari Specialized Epic Carbon dibawah ini, dibandrol $9.400. Hampir satu mobil hanya untuk sebuah sepeda.

Atau sepeda Ibis Mojo HD edisi terbatas tipe full bike dibawah ini, setara harga 2 atau 3 motor. Coba anda cermati harga dibawah ini. Total harga sepeda $6.440, framenya saja $2.400. Artinya anda harus membayar $ 4.440 untuk komponen sepeda ini.

Sepeda mahal bisa menembus harga puluhan juta karena mengunakan komponen per-komponen terbaik
Ketika sepeda Downhill mengejar kekuatan dan menekan sedikit bobot serta memprioritaskan teknologi baru pada sistem suspensi yang kuat. Sepeda Downhill tidak memerlukan sepeda yang ringan, rata rata sepeda Downhill malah berada diatas 16kg. Sepeda Downhill tidak perlu mengurangi bobotnya, tetapi kekuatan.
Sepeda XC mengejar bobot ringan dan semakin ringan dengan teknologi baru, seperti komponen carbon yang membuat sepeda jauh lebih ringan dari sepeda biasa. Tidak heran bila sepeda paling mahal sudah menyentuh berat 10kg atau mungkin lebih rendah.

Satu pesatu komponen sepeda XC dipangkas mengunakan bahan carbon fibre yang ringan. Setiap komponen sepeda XC memiliki nilai. Selisih 50g saja akan menentukan selisih dari total harga sebuah sepeda. Semakin mahal komponen, semakin presisi kemampuannya bahkan sangat presisi karena dibuat dengan mesin CNC. Belum lagi material bahan yang mahal, seperti jenis aluminium papan atas atau bahan titanium yg ringan tetapi kuat dimasukan kedalam komponen sepeda. Komponen jenis tersebut sudah banyak digunakan untuk sepeda dan pastinya masuk kategori premium.

Belum lagi proses pembuatan yang melibatkan antar negara. Umumnya frame carbon sebagian besar dibuat di negara China, lalu di finishing di Taiwan. Dari sana baru dirakit oleh pemilik merek dan di distribusikan ke seluruh dunia. Yang lebih gila bila si produsen membuat di negaranya sendiri. Misalnya merek sepeda Amerika membuat frame carbon di Amerika sendiri. Harganya jauh lebih mahal dari frame carbon China atau Taiwan. Maklum, gajinya juga beda dan diproduksinya tidak banyak.

Demikian juga sepeda gunung model XC dan sepeda All Mountain, yang terus mengembangkan perubahan pada teknologi suspensi dan bahan frame.
Jadi tidak ada kata mahal dan murah pada jenis sepeda MTB. Semakin hebat teknologi yang dimiliki dan ringan, menjadi nilai mahal tidaknya sebuah sepeda. Semakin hebat dan rumit sistem suspensi menambah harga sebuah sepeda lebih mahal. Karena pabrikan merek sepeda harus memesan khusus , ditambah harus membayar biaya paten pada teknologi tertentu. Misalnya SPLIT PIVOT suspension system

Coba anda hitung biaya sebuah sepeda yang dijadikan sepeda impian bagi sebagian orang. Sebuah frame sepeda full suspensi bermerek mencapai 10 – 15juta, ditambah shock depan yang ringan minimal 4 juta, groupset papan atas lengkap dan komponen lainnya 13-20 juta. Belum komponen wheelset atau roda premium, dan komponen khusus berbahan karbon. Bila ditotal nilai sebuah sepeda ringan dengan mudah menembus anggaran 30 juta plus plus.

Banyak faktor dan komponen yang membuat sepeda menjadi mahal

Apakah sepeda mahal lebih bagus dari sepeda murah.
Ada benarnya. Sepeda gunung yang mahal memiliki teknologi dan memiliki presisi tinggi. Bahan frame sepeda misalnya tidak lagi mengunakan aluminium biasa. Produsen memilih bahan frame karbon yang ringan, selisihnya berat sepeda berubah lumayan besar. Perubahan berat frame sepeda saja mencapai 300-500g bahkan 800g. Harganya pasti melambung karena proses pembuatannya lebih rumit dan lama. Belum lagi teknologi campuran dari aluminum yang ringan tetapi lebih kuat seperti Hydro tube, sepeda full suspension dengan bahan khusus tersebut bahkan memiliki selisih 500-700g.
Mengapa mahal, karena dibuat dengan kerumitan lebih tinggi dan membutuhkan waktu. Sedangkan frame kelas bawah seperti frame hardtail hanya dipotong dalam beberapa bagian lalu di las seperti biasa

Apakah hanya frame saja, membuat sebuah sepeda mahal.
Tidak juga dan ini bagian paling penting. Perubahan frame yang ringan hanya mampu melepas bobot antara 300-500-800g. Tetapi masih banyak lagi yang. perlu di kurangi untuk membuat sebuah sepeda mahal dan ringan. Shock Braker jenis angin / garpu depan juga dipangkas beratnya. Harganya mencapai 2-3x lipat dari shock standar jenis coil / per, sehingga berat sepeda menghilangkan 400g lebih. Groupset papan atas, juga menyumbang bobot sepeda menjadi lebih ringan dalam hitungan gram per gram disetiap bagian. Dan komponen lainnya seperti Wheelset rancangan pabrikan umumnya memiliki kelas tersendiri, dibuat lebih ringan, lebih kuat dan lebih rumit karena dirancang khusus.

Apakah daya tahan atau bobot yang ringan menjadi rapuh dan mengurangi kemampuan sebuah sepeda. Walaupun komponen ringan terdengar seperti kurang bahan, bukan berarti komponen ringan terlihat lebih lemah, walaupun memiliki batas di sisi kekuatan.

Sedangkan harga dari semua komponen tergantung dari peminat sepeda. Mau sepeda ringan, siapkan saja dana tanpa batas dengan semua komponen kelas 1. Bila perlu mengunakan Full bahan karbon pada komponen sepeda.

Apakah kita harus mengunakan sepeda yang mahal.
Tentu saja tidak. Sepeda mahal pastinya memiliki merek dan kelas tersendiri. Biaya promosi, investasi, pengiriman dan pengembangan teknologi dimasukan dalam biaya produksi. Tentunya semua itu akan meningkatkan harga jual pada konsumen.

Beberapa frame sepeda bahkan dibuat tidak terlalu banyak dengan embel embel Limited Edition. Jarang sekali produsen sepeda memiliki satu tipe keluar dengan satu model yang sama. Kebanyakan produsen merek sepeda membuat beberapa tipe pilihan dengan keistimewaan tersendiri seperti tipe A, B dan C.

Contoh saja , perbedaan model A dan B terletak pada bobot ringan dan semakin ringan, teknologi pembuatan frame sama presisi. Tipe A menjadi paling mahal, tipe B mungkin sedikit lebih murah, sedangkan tipe C untuk versi standar. Bukan itu saja, sepeda papan atas dibuat sebaik mungkin, dan indah terlihat. Misalnya tipe A berbeda warna dengan tipe B, agar membedakan bahwa tipe A adalah yang mahal karena berbeda komponen.

Dari sisi komponen sepeda. Contoh merek groupset (komponen sepeda) Shimano Jepang saja, memiliki beberapa tipe pilihan groupset seperti Shimano XTR, XT, SLX, Deore dan lainnya. Kinerjanya sama, tetapi berbeda bobot, teknologi dan pemakaian. XTR ditujukan untuk Race dan Trail karena paling ringan dan paling enak sebagai Drivetrain, XT untuk ringan dan handal, SLX untuk daya tahan, dan termurah adalah Deore.
Apakah pabrik Shimano membuat sepeda, tentu saja tidak. Shimano hanya memiliki produk inti sebagai produsen komponen sepeda. Tetapi tidak pernah membuat sepeda.

Dari masing masing model komponen yang disebutkan diatas memiliki keunggulan berbeda, semakin ringan pasti lebih mahal. Fungsinya juga berbeda, misalnya untuk pemakaian biasa , daya tahan atau race. Jangan heran bila mencari rantai sepeda Shimano memiliki beberapa tipe berbeda. Harganya dimulai dari 150 ribu, 300 ribu sampai 600 ribu, itu baru berbicara harga rantai yang berbeda tipe. Bentuk memang terlihat rantai sepeda, tetapi bobot, rancangan, bahan dan teknologinya berbeda.

Tetapi apakah anda pernah membaca review komponen sepeda. Bahwa Crank Deore 9 speed pernah masuk sebagai crank terbaik. Atau rem Shimano SLX lebih baik dari merek dan model lainnya. Padahal kedua model tersebut adalah kelas menengah.

Disisi pabrik atau merek sepeda papan atas umumnya hanya membuat frame / rangka sepeda. Frame yang baik biasanya nyaman, kuat tetapi ringan bahkan mereka menguji sampai batas maksimum di kantor mereka. Sayangnya membeli frame yang mahal tidak akan berpengaruh besar bila mengunakan komponen sepeda murah.

Produsen sepeda atau merek sepeda sendiri menawarkan beberapa tipe berbeda dengan satu model frame yang sama. Biasanya di berikan urutan nomor dari 0, 1, 2, 3 atau lainnya (gambar bawah). Frame sama, sepeda terlihat sama (kecuali warna cat). Model terlihat sama tetapi tipe dan harga dibuat berbeda. Lalu dimana letak perbedaannya, kan frame sepedanya sama.

Perbedaan terletak pada komponen seperti groupset dan shock dan lainnya membuat perbedaan harga sepeda berbeda walaupun memakai frame yang sama. Mau bagus jawabannya tentu kombinasi dari Frame yang baik ditambah Komponen terbail. Tipe 0 akan memiliki bobot lebih ringan dan komponen kelas 1, tipe 1 berbeda sampai 1kg lebih ringan dari tipe 3 yang lebih murah dengan komponen kelas menengah. Tampilan sepeda terlihat sama, tetapi harganya jauh berbeda.

Dampak sepeda ringan dan mahal
Bila sebuah produsen sepeda menawarkan frame fullsus dengan total berat hanya 2.15kg dengan berat total sepeda mencapai 12kg. Sementara frame sepeda murah tipe hardtail memiliki bobot 2kg, tetapi total berat sepeda antara 13-14kg untuk jenis XC. Tentu menjadi pertanyaan, mengapa sepeda full suspensi lebih ringan dari sepeda Hardtail

Artinya ada komponen dari sepeda yang bobotnya lebih ringan, dan bukan hanya frame saja yang menentukan berat total sebuah sepeda. Produsen frame sepeda akan mengunakan komponen unggulan dari merek lain, seperti RockShock atau Fox untuk suspensi, Groupset dari Shimano atau SRAM nomor 1, atau mengunakan komponen ban dari pabrik lain seperti Maxxis, CrankBrother, Kenda, WTB dan sebagainya. Jadilah sepeda itu lebih ringan.

Bila anda berpikir sepeda ringan atau mahal memang lebih nyaman dikendarai, hal ini dapat dibenarkan.
Sepeda menjadi lebih ringan, komponen yang baik membantu pengoperan gigi presisi, nyaman digunakan karena suspensinya memang kelas atas. Bahkan memiliki teknologi tertentu yang dirancang khusus untuk kenyamanan berkendara. Tetapi membeli sepeda yang bagus seperti itu tidaklah murah. Sepeda ringanbelum tentu berdampak langsung ke pengendara, terasa lebih nyaman mungkin bisa dibenarkan.

sumber : goesbike.com

 

Nah setelah kita melihat artikel di atas maka kita bisa tahu kenapa ke dua jenis sepeda itu menjadi mahal.secara pribadi jika ane kaya (setelah ngejual tanah bekas lautan yg mengeringrolling on the floor) dan di suruh untuk memilih dari kedua jenis sepeda itu maka ane akan memilih sepeda MTB yg terbaru dikarenakan sepeda itu memiliki teknologi yg sengat maju di banding sepeda kuno/ontel.jadi antara harga dan kepuasan bersepeda sebanding jika sepeda kuno/ontel itu hanya ada pada keantikanya.....

dan juga jika kita nongkrong bersama komunitas sepeda MTB yg di obrolin kebanyakan tetang bagai mana kita bersepeda yg baik dan benar jika di komunitas sepeda kuno/ontel yg di obrolin kebanyakan seputar harga sepeda tersebut.....

silahkan temen2 menyikapi jika di suruh memilih diantara kedua jenis sepeda itu dan juga alasanya...???

 

Tag: Umum

 

Yang merating Note ini:


1 Komentar
ane bingung om.. bingung ngebayangin duitnya yg buat beli. Belom lagi bingung ngikuti tips sampeyan: nunggu laut kering untuk dijual tanahnya. Binguuuung .. LOL
Lakukan Login untuk memberikan komentar.