Ary Prabowo
Setitik Noda CFD HUT Bhayangkara 64
Peringatan HUT Bhayangkara tahun ini serasa berbeda dan berkesan menurut penulis. Ditengah isu global yang menerpa wajah kepolisian kita, suatu langkah bijak ditempuh. Merayakan hari jadi bersama masyarakat dari semua kalangan dengan tajuk Bhayangkara Fun Bike 2010.
Minggu 4 Juli 2010 merupakan puncak acara peringatan Hari Bhayangkara yang diperingati oleh Kepolisian RI. Acara yang memang ditujukan untuk semua lapisan masyarakat ini bisa terbilang sukses besar dari segi peserta. Bahkan sebuah rekor tercipta, 247.000 gowesser ikut serta dari seluruh penjuru tanah air.
Di Jakarta sendiri, yang penulis ikuti, puncak acara diadakan di Monumen Nasional Jakarta Pusat. Sejak pagi, rombongan gowesser dari berbagai penjurun Kota Jakarta dan sekitarnya berbondong-bondong menuju monas. Sekitar jam 7 pagi, nampak 31.000 Gowesser menjejali silang monas yang.
Disana terlihat jelas bagaimana interaksi aparat kepolisian dengan masyarakat. Semua damai. Semua rukun. Semua terlihat harmonis. Inilah yang seharusnya terjadi. Sebagaimana slogan yang kepolisian dengungkan selama ini. Polisi adalah Pengayom masyarakat.

Namun, dibalik itu semua ada "sedikit" catatan yang penulis lihat dilapangan baik itu yang dilakukan oleh gowesser dan pihak kepolisian dan masyarakat umum, khusunya Jakarta
Pertama : Dengan doorprize yang mencengangkan, sebuah mobil, masyarakat dibuat tersihir. Terbukti puluhan ribu mengikuti Bhyangkara Fun Bike ini dan salah satunya penulis. *sapayangnggakmaumobil* . Dengan "pancingan" mobil dan doorprize lainnya, esensi dari fun bike itu sendiri serasa hilang.
Kedua : Puluhan ribu Gowesser memang tidak semuanya nurut aturan. Ini sebuah catatang kecil untuk semua gowesser termasuk penulis sendiri. Di perjalanan, banyak dari gowesser yang nggak ngikutin jalur yang sudah ditetapkan oleh panitia. Ada lapak, mampir bentar dan akhirnya lain pun ikutan akibatnya jalanan menjadi ruwet. *isikepalabedabeda,susahngaturnya
Ketiga : Ketika penulis pulang dari monas, sekitar jam setengah sebelasan ada sebuah motor Yamaha Scorpio melintas di jalur busway. Ternyata pengendara sepeda motor itu adalah aparat kepolisian sendiri dengan kendaraan pribadi bukan kendaraan dinasnya. Sempat aparat yang mengendarai motor itu diberhentikan oleh polisi lainyya yang sedang mengatur lalu lintas di perempatan bank Indonesia. Namun, entah apa yang dibicarakan, pengendara motor itu langsung tancap gas. Hal ini harusnya tidak terjadi bila aparat polisi itu memang taat peraturan. Bagaimana masyarakat mau taat jika aparatnya masih ada yang bertindak seperti itu.
Keempat : Sesampainya penulis di Bundaran Semanggi, didepan penulis melintas sebuah mobil kijang warna coklat muda yang turun dari jalan Gatot Subroto. Mobil ini melaju dengan kencang dan seakan tak peduli sedang diberlakukan Car free Day. Setelah itu melintas juga dua aparat polisi dengan kendaraan putihnya yang berusaha mengejar Mobil itu. Namun, kedua polisi itu berhasil menilang mobil itu atau tidak, penulis kurang tau. Masyarakat umum seharusnya lebih menghargai hak-hak kaum pesepeda karena sampai saat ini pemerintah DKI Jakarta tidak berkenan untuk membangun jalur khusus Bersepeda.
Sedikit ini catatan noda yang penulis dapati ketika mengikuti Bhayangkara Fun Bike. Tulisan ini tidak untuk menghakimi, tetapi marilah kita sadar akan hak dan tanggung jawab kita semua.
Keep Gowess.
Tag: Umum , Bhayangkara Fun Bike
Om Delly : Cuma karena ingin rekor aja donk. Kalo target itu terpenuhi, semua sudah cukup. tak ada perbaikan kedepannya...
Tante Ajeng : Memang tidak bisa menghakimi, tapi mari kita bersama-sama berubah demi kebaikan.
Omm Ipul : Kalo aja sikap aparat seperti ketika HUT Bhayangkara, pasti aman dan damai.
Omm Fian : Amin Om fian, semoga semua sadar akan efek lebih yang ditimbulkan dari gooweesss
Bentuk leadership yang keliru.
Pasti mereka lupa bentuk pelajaran:
1. Ing ngarso sung tulodo
2. Ing madyo mangun karso
3. Tut wuri handayani.
Om Afan : Semoga aja nggak cuma untuk mengalihkan kasus-kasus yang ada saat ini aja...
Om Ipul : Ultah terus berapa duit negara dihabiskan itu om??? hehehe
Om Denny : Maksih... notenya semoga bermanfaat...
Atau, idealisme car free day malah akan punah ???
Masyarakat yang mencetuskan, tapi pemerintah lah yang menentukan.






















118.90
356.90
