Erwin Mulyawan K

Menarik +12 rating

Srikandi-srikandi rentangkanlah Sayapmu
 Erwin Mulyawan K27 Juli 2010, 12:528 komentar di Kategori: Umum


“TINNNNN……… TINNNN………..!!!! ”

Diana Ayu Pramahesti tersentak dari lamunannya, karena tiba-tiba suara klakson mobil kencang membahana. Mengagetkan dirinya yang sedang mengontrol “handle bar” bundar di depannya… Langsung saja mie goreng, sosis dan nasi putih yang sedari pagi sudah disiapkan pembantunya tumpah ruah menimpa blues abu-abunya. Paha dan betisnya juga ikutan kotor seketika
Padahal pagi itu jam 09.00 harus meeting dengan client…

“Sialan…!! Grrhhh..Achhh….!!!” umpat gadis manis dengan dagu belah itu sembari menggerutu tak henti

Untuk kembali ke rumah rasanya hal mustahil, ritual melewati ratusan motor dan mobil yang berhasil dia jumpai di pagi itu. Tidak mungkin dia ulang
Ini bukan hari minggu, ini hari kerja
Dan jam 09.00 nanti ada meeting dengan client

Dengan blues belepotan mie goreng dan sausnya?

Sebenarnya Diana sudah berulang kali diingatkan ibunya, untuk sarapan di rumah saja
Jangan terus terusan sarapan sembari nyetir sedan-nya itu. Mana sendirian lagi saban pagi

“Ah Mama, kan macet saban pagi udah biasa..bisa kok Ma..nyetir sambil sarapan”
begitu ujar Diana tiap kali menenteng wadah makan merk terkenal yang kedap air

***

Tangan kiri dengan jemari lentik itu tak hentinya menyangga bedak bercermin
Setelah sukses melukis alis setengah gundulnya, Silvia Utami tak henti memoles moles pipi ranumnya dengan bedak bermerk yang dia beli di salah satu Plaza terkenal di bilangan Thamrin.
Wanita paruh baya ber anak satu itu, dari hari ke hari menjalani ritual rias wajah diatas sedan menterengnya, sebuah sedan yang bisa dibeli hanya dengan gibasan rupiah 20 juta saja plus beberapa rupiah yang harus dia bayar saban bulan selama 4 tahun. Kredit.
Tiba saatnya sesi memperindah rona bibir dengan lipstick yang dia beli di Orchid Road Singapura.
Saat ada kesempatan kena macet, biasanya dia dengan gesit memolas moles bibir seksinya itu dengan polesan rona merah membara.
Sialnya... pagi itu entah ada ritual apa, sehingga membuat jalanan ibukota sedikit lengang
Padahal hari itu adalah hari pertama ujian negara, jadi memang jalanan tampak sepi
Tidak macet seperti lazimnya yang terjadi saban pagi di sudut-sudut jalanan ibukota

Dengan lincah, Poniman supir pribadinya tancap gas.......

NGEENGGGG.........."

Apes buat Silvia, karena dalam posisi lipstick siap tempur...dan siap memperindah bibir seksinya. Tiba-tiba saja harus berbelok arah menghentak lubang hidungnya yang bangir
Srossssootttttttt..... lipstick itupun sukses menimpa atas bibir hingga ke sisi hidungnya

“Nimaaannnn......... Grrrrrrrrhhhhhhhhhhh.....”
“Gw harus moles dari ulang lagi.....Aggggghhhhhhhh.....”
umpat Silvia sangat geram

Jarak kantor tinggal beberapa menit lagi, sementara Pak Bramantyo boss-nya sudah pasti menunggu hasil ketikan Silvia, yang harus dia meeting-kan jam 09.00 pagi nanti

Sementara Silvia masih tampak belepotan dengan liptstick-nya.......

Poniman tentu saja terkejut dengan teriakan majikan cantiknya itu...
Bisa-bisa dia dipentung tuan Bram, suaminya Silvia yang juga sedang on the way dengan Komar sahabatnya.

“Apess dah gw... gara-gara gantiin Komar bawa mobil nyonya.. gw bakalan kena semprot Tuan Bram... Duh.. beruntung lu Mar, laah gw??“ Poniman membathin sembari meminggirkan mobilnya ke sisi jalan.

Tiba-tiba pandangan Poniman terjaga, karena Jazz merah sudah ada di sisi jalan dengan posisi agak melebar ke jalan. Aneh kok ada sedan parkir di pinggir jalan.

Silvia terus memaki supir suaminya itu, dan sesekali memuji Komar yang dibilang lebih sabar tapi gesit....Komar yang pintar membawa sedannya dalam kemacetan akut

Teriakan Silvia baru berhenti karena dia lamat-lamat melihat siluet seorang wanita sedang tertunduk lesu dan menempelkan dahinya tepat diatas setir mobilnya
Pikir Silvia, ada korban perampokan atau sejenisnya....

Dengan berani Silvia, mendekati mobil didepannya sembari memicingkan pendengarannya... Terdengar isak tangis seorang wanita di dalam Jazz merah di depan mobilnya

Diketuklah dengan perlahan kaca mobilnya.....

Wanita itu menoleh ke dirinya sembari menekan tombol otomatis buat membuka kaca depan mobilnya, wanita itu memberanikan untuk menoleh dengan seksama.
Karena pikirnya sesama wanita.
Namun isak tangis itu kini dibarengi dengan gerakan bibir menahan tawa....

“Sialan…” bathin Silvia, tadi mewek sekarang mesem-mesem

“Mbak kenapa?” kata Silvia sembari memajukan wajahnya melalui kaca mobil yang terbuka

“Hahahahahaa……..” teriak wanita itu…..
“Mbak juga kenapa?, kok belepotan gitu wajahnya?” lanjut wanita itu lagi

Belum selesai menjawab, Silvia juga membalas tawa wanita itu. Karena sepersekian detik
Mata Silvia menangkap paha dan blues yang belepotan.....

“Situ juga belepotan.... itu kenapa rok mba juga kotor gitu?” balas Silvia enteng

Silvia bergerak mundur dan kini berdiri tepat di samping pintu kanan
Dan wanita itu yang bernama lengkap Diana Ayu Pramahesti-pun tak kalah keluar dari mobilnya, dan sama-sama tertawa bersama-sama

“Hahahahaaa........” keduanya tertawa bersamaan

Dan 2 wanita bodohpun tertawa bersama.......
Di tengah-tengah matahari pagi nan hangat yang menyinari indahnya pagi Jakarta

***
“Kring....kringgg..........kringg.........”

Poniman terkejut, dan langsung beringsut dari tempat duduknya....
Pikir dia ada car free day di pagi itu, tapi pikirannya itu sirna seiring di depannya berdiri 2 wanita
Yang sama-sama cantik namun belepotan dengan kebodohannya

“Jaahh... pan ni hari Rebo...” gumam Poniman dengan logat Betawinya yang kental, dia buru buru meminggirkan badannya dan mencari tahu sumber suara tadi... 


“Kring....kringgg..........kringg.........”

Silvia dan Diana tak kalah terkejut... seperti Poniman

Karena di depan mereka ada 5 wanita wanita cantik sedang melintas.......

Kelimanya cantik cantik........
Dan lima-limanya menggowes sepeda.....

Mereka bagai burung kecil yang terbang bebas kesana kemari..
Seperti yang di senandungkan Alm Gito Rollies dalam lirik diatas

Srikandi-srikandi rentangkanlah sayapmu..... nikmati kebebasanmu
Walo jalanan ibukota masih tak tentu
Biarkan mereka menggerutu dengan masalahnya
Biarkan mereka tertawa dalam kebodohan
Rentangkan saja sayapmu.......
Ayo kita terbang diatas lalu lintas yang makin mengasyikan ini..
Kalian bagian paling indah dalam sejarah perjuangan B2W

Semoga kalian senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan
Untuk terus menggowes pedalmu.....


(Kupersembahkan untuk sahabat-sahabatku srikandi-srikandi B2W dimanapun kalian berada)



@EMK 27-05-2009

 

Tag: Umum , B2W

 

Yang merating Note ini:


8 Komentar
waw... ringkasan ceritanya ok
semoga menjadi inspirasi bagi yang lain...
tq om....semoga gowesan kami menginspirasi yg laen ikutan gowesssss
*drsrikandisbyygmshdikitjmlhna*
tuhh kan, dah cantik b2w pulakk... mantabbb kan?!!
wuihh om erwin lengkap banget koleksinya hehehe piss...
ceritanya bikin semangat bersepeda niee....
welcom back EMK,, !! kapan ke bengkel Joni?
Terima kasih... Om... tetap B2W ...
Sempurna...Cari lagi cerita yang bagus ..lagnsung saya forward ke yang belum B2W
Lakukan Login untuk memberikan komentar.