
International Veteran Cycling Association (IVCA) merupakan asosiasi para penggemar dan peminat organisasi sepeda klasik se dunia, didirikan oleh dua orang kolektor dan curator museum sepeda dari dua Negara, Mr. Gerard Buissett dari Prancis dan Ray Fixter dari Inggris. Dan untuk pertama kali di gulirkan di Belton House, Grantham, Inggris pada tanggal 23 Agustus 1981.
Sejak pertama kali diadakan, sambutan sangat besar justru datang dari Negara-Negara lain, yang kemudian menjadi anggota tetap, para penggemar, kolektor dan organisasi sepeda klasik dari Negara Australia, Austria, Belgia, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Hungaria, Irlandia, Jepang, Liechtenstein, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Rusia. Swedia, Swiss, Inggris dan Amerika Serikat.
IVCA pun tumbuh dan berkembang menjadi lembaga dan event rujukan bagi penggemar sepeda klassik se-dunia, karena dalam pelaksanaan organisasinya IVCA juga kerap menerbitkan literasi dan jurnal rutin penelitian akan sepeda-sepeda di dunia. Dan dalam Jurnal edisi ke 47 September 2011, Onthelis Indonesia untuk pertama kalinya dijadikan bahan tulisan dan penelitian oleh salah satu anggota dewan IVCA, Mr. Otto Beajoun yang pernah di undang KOSTI dalam pelaksanaan ’de oude fiets Indonesia’ pada bulan Juli 2011. yang kemudian melalui jurnal tersebut, banyak tanggapan postif dari masyarakat sepeda di dunia terhadap perkembangan sepeda tua di Indonesia.
Memperhatikan bahwa event tersebut begitu penting bagi perkembangan gerakan sepeda di Indonesia, maka KOSTI selaku organisasi yang diundang panitia kegiatan tersebut mengajak serta B2W-Indonesia untuk menghadiri event tersebut, maka berangkatlah beberapa orang perwakilan KOSTI dan B2W-I untuk pertama kalinya menghadiri event The International Veteran Cycling Association Rally 2012, yaitu Fahmi Saemima, Joko, Narto, Yongki, dr Edi, Iwan, Nurul dan Toto Sugito
….dan secara khusus delegasi Indonesia memiliki tujuan yang lebih spesifik, yaitu mempelajari dan menyelidiki sistem desain/rencana, strategi, sosial-budaya dan infrastruktur tentang bagaimana Belanda telah berhasil membuat transportasi berkelanjutan yang sangat berhasil, melalui diskusi, studi literatur (sumber artikel dan buku) serta kunjungan studi lapangan langsung dalam rangka mengenal lebih dekat melihat pelaksanaan sejarah panjang budaya bersepeda di Belanda.
Poin edukasi dan pembelajarannya adalah: keamanan bersepeda, peran pemerintah dalam perencanaan pembiayaan, aneka fasilitas bersepeda, program bersepeda aman dan nyaman, jalur sepeda, manajemen lalu lintas, modifikasi jalur persimpangan, parkir sepeda, integrasi dengan transportasi publik, pelatihan dan pendidikan bersepeda, acara promosi, produksi sepeda, pemeliharaan sepeda, perpajakan atas sepeda, dan kebijakan tata guna lahan.
Dari kunjungan serta mengikuti event tersebut, KOSTI dan B2W-Indonesia berharap besar dapat membantu pemerintah didalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui sepeda kayuh, semoga……..
Sumber tulisan :
Beberapa photo dapat dinikmati disini :
