
Seperti diceritakan oleh Fahmi Saimima dari KOSTI:
Pagi itu di Cempaka putih utara tidak terdengar pengumuman dari musholla2 tentang car free day, tidak seperti cfd sebelumnya yang selalu di infokan melalui pengeras suara masjid/mushola pada malam hari dan pagi hari sebelum pelaksanaan CFD, sehingga minggu pagi itu, 5/8 tidak banyak anak-anak kecil yang keluar untuk bersepeda dan bermain bola di sepanjang jalan cempaka putih raya, minggu itu CFD tidak seramai biasanya, sehingga membuat Puji Prasetyo (13) mengambil sepeda dan mengikuti sang ibunya ke pasar, sepulangnya dari pasar, sang ibu sempat mampir bersama ibu-ibu lainnya di dekat pasar, sementara puji izin untuk bersepeda keliling.. saat itu memang tidak terfikir puji akan ke jalan raya, karena dia hanya sendiri dan biasanya dia selalu dengan teman-temannya.. apalagi puji ternyata mengalami (maaf) susah berbicara sejak kecil dan itulah kenapa dia harus bersekolah di SLB dan saat ini duduk di kelas V...
Siang harinya, tepat di hotel Grand Cempaka riuh masyarakat mengerubungi jalan raya, dan melihat sesosok tubuh kecil Puji Prasetyo (13) bersama sepedanya tersungkur dijalan dengan kepala berdarah, persis di muka mobil Trans jakarta bernomor polisi B 7528 ZX, sang supir Kusdiharto langsung diamankan polisi yang memang sedang berada di sekitar lokasi.. karena pagi itu adalah CAR FREE DAY dan tempat kejadianpun di jalan raya bukan di Jalur Busway yang seharusnya, Wa inan, sesepuh onthel KOBA yang saat itu melihat dengan jelas tragedi tersebut mengatakan bahwa busway tersebut melaju cukup kencang dan berada di luar jalurnya, sementara sang anak kecil puji berada di paling pinggir kiri jalan raya, busway yang semula berada di tengah sempat membanting kemudi ke kiri karena menghindari orang tua yang juga bersepeda di jalur tengah, naas, dikiri jalan Puji Prasetyo yang sedang santai bersepeda malah ditabrak dengan keras.. hal ini juga di amini oleh penjual tambal ban dan penjual helm yang berada di sekitar lokasi.
kejadian ini makin menambah rentetan panjang korban pesepda dan pejalan kaki di jakarta.. juga di kota-kota lainnya di Indonesia, seolah-olah 10 pasal yang terkait dengan pesepeda dan pejalan kaki pada undang undang Republik Indonesia No.22 tahun 2009 selalu terabaikan, tidak ada peran dan tanggung jawab pemerintah dalam melaksanakan kewajiban sebagai penyelenggara negara, yang berkewajiban memberi kemudahan dan kenyamanan bagi pesepeda dan pejalan kaki, juga tidak adanya peran dari komunitas,organisasi maupun lembaga yang turut memberi advokasi dan pembelaan terhadap kasus-kasus tragedi yang menimpa pesepeda dan pejalan kaki.
hari ini, Puji Prasetyo, 13 tahun, yang bersekolah kelas V (lima) di SLB Cempaka Putih, masih terbaring lemah di ruang High Care Unit RS Islam Cempaka Putih, menurut pihak rumah sakit, mungkin akan dirawat lama karena butuh perawatan khusus, kepala anak kecil tersebut cedera berat, tengkoraknya mengalami keretakan, organ dalam kepalanyapun mengalami pembengkakan, penyangga leher pun harus di pasang untuk mengurangi gerakan di kepala. anak ketiga dari pasangan Rini dan Mintarto ini masih menunggu perkembangan terkini hasil diagnosa dokter yang merawatnya. dan tentunya masih akan di bebani oleh biaya mahal untuk perawatan dan recovery bagi Puji Prasetyo.
Hasil investigasi kami dilapangan, sementara pihak Trans batavia (Busway) baru menanggung biaya perawatan dimuka sebesar Rp.10.000.000, sementara dari pihak lain seperti Jasa raharja dan Pemda DKI belum ada kabar terkini, sebagai sesama pesepeda yang sadar akan keselamatan berkendara sepatutnya kita mesti berempati terhadap keluarga pak Mintarto yang berprofesi sebagai drafter, minimal kita turut mendonasikan sebahagian harta dan rasa kita.
B2W Indonesia, KOSTI, KGC dan Asosiasi BMX Indonesia, bermaksud akan melakukan penggalangan dana bagi Puji Prasetyo (13 tahun) anak kecil yang sangat menyukai bersepeda yang tuna wicara, dan kini terbaring sakit dan butuh perhatian kita semua, aksi ini juga akan di galang saat pelaksanaan Acara Kelap-kelips dan buka Puasa Bersama pesepeda pada hari Jum'at 10 Agustus 2012 di Museum Bank Mandiri , kawasan Kota Tua.
atau Jika sahabat tergerak untuk berpartisipasi, silahkan menggunakan rekening dibawah untuk pengumpulan donasi :
Bank BNI
a/n. Perkumpulan Pekerja Bersepeda Indonesia
Bank BNI Cabang Wisma BNI, SudirmanNo. 4611111460
atau :
Bank BCA
a/n. Toto Sugito
No. 6270084140
Atau nomor rekening Bpk. Mintarto (ayahanda Puji Prasetyo) di BCA KCU Sudirman, No.Rek 0354137417 a.n Mintarto
(Telp Keluarga. 0815131777906 Bp. Mintarto)
